Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu membantah anggapan bahwa masyarakat tengah mengalami fenomena ‘makan tabungan’ atau menggerus simpanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Anggito, hingga saat ini seluruh kelompok simpanan, mulai dari nominal di bawah Rp100 juta hingga di atas Rp5 miliar, masih mencatatkan pertumbuhan.

Baik itu tabungan-tabungan yang di bawah Rp100 juta maupun sampai melalui di atas Rp5 miliar semuanya tumbuh dan bergerak gitu ya,” kata Anggito, saat ditanya wartawan,di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (27/7/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Menurutnya hal itu menunjukkan pertumbuhan simpanan di semua kelompok.

“Jadi itu menunjukkan bahwa sebetulnya sirkulasi dana itu yang masuk ke bank itu mendukung kegiatan ekonomi yang sektor riil khususnya ya,” katanya.

Baca: Bukan Pelit, Terungkap Ini Alasan Gen Z Pilih Nikah di KUA

Dalam kesempatan itu, Anggito juga mengatakan bahwa likuiditas di perekonomian masih menunjukkan tren positif.

Hal itu menunjukkan dana masyarakat di perbankan tetap meningkat dan terus mendukung aktivitas ekonomi.

Baca: 5 Karakteristik Warga Kelas Bawah yang Perlu Diketahui

“Nggak ya, semua masih tumbuh ya.

Artinya perkembangan uang beredar dalam arti luas (M2) masih mengalami peningkatan.

“Peningkatan, ada peningkatan,” kata Anggito singkat.

(emy/wur) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260708101715-19-749069/video-purbaya-guyur-rp-400-triliun-saham-perbankan-ngacir”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749069?comscore=off”,”time”:359,”title”:”Video: Purbaya Guyur Rp 400 Triliun, Saham Perbankan "Ngacir"?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/08/purbaya-guyur-rp-400-triliun-ke-perbankan-saham-perbankan-ekonomi-ri-ngacir-1783481268601_169.png”}]’); Next Article Tok!

Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 754247, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260727195007-17-754247/bos-lps-bantah-ada-fenomena-masyarakat-ri-makan-duit-tabungan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia 27 July 2026 20:05 Foto: Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu saat menyampaikan sambutan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026).

Analisis mendalam tentang Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *