Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$ yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pelemahan tipis ini terjadi setelah DXY menguat 0,32% pada perdagangan Kamis (23/7/2026).
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
//
Pergerakan rupiah menjelang akhir pekan masih dibayangi dinamika dolar AS di pasar global.
Pemerintahan Trump akan mengenakan tarif baru sebesar 10% dan 12,5% terhadap barang dari 60 mitra dagang yang dituding lemah dalam menegakkan larangan penggunaan tenaga kerja paksa.
Indonesia masuk dalam kelompok negara yang dikenai tarif sebesar 10%.
Pemerintah AS sebelumnya menegaskan bahwa bagi negara yang telah memiliki kesepakatan dagang melalui Washington, tarif tersebut tidak akan membuat bea masuk melampaui batas yang telah disepakati.
Kenaikan harga minyak dan ketegangan perdagangan global kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Tarif tersebut juga berlaku bagi barang dari sejumlah negara lain, seperti India, Malaysia, Kanada, Inggris, Meksiko, Pakistan, dan Bangladesh.
Tarif baru ini menggantikan tarif global sementara sebesar 10% yang berakhir pada Jumat ini.
Kenaikan terjadi setelah kelompok Houthi Yaman menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
Serangan tersebut membuat perang di Timur Tengah mulai mengancam dua jalur utama perdagangan minyak dunia sekaligus, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.
Kedua sentimen tersebut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi global akan bertahan lebih lama.
Harga minyak dunia pada penutupan perdagangan Kamis (23/7/2026), kembali menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan yield US Treasury dan menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar AS yang pada gilirannya dapat mengurangi ruang penguatan bagi mata uang negara lain tak terkecuali rupiah.Β
(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260722120522-19-752858/video-harga-minyak-dekati-level-tertinggi–emas-bergerak-menguat”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/752858?comscore=off”,”time”:188,”title”:”Video: Harga Minyak Dekati Level Tertinggi – Emas Bergerak Menguat”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/22/harga-minyak-dekati-level-tertinggi-namun-emas-bergerak-menguat-1784697643472_169.png”}]’); Next Article Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.055
Presiden AS Donald Trump juga menjanjikan hukuman militer besar terhadap Iran dan kelompok Houthi.
Tekanan inflasi turut datang dari kebijakan perdagangan AS.
Meski terkoreksi tipis pagi ini, DXY masih berada di sekitar level tertinggi dalam tiga pekan setelah kembali menembus posisi 101.
Penguatan dolar sebelumnya ditopang oleh lonjakan harga minyak serta kenaikan yield US Treasury.
Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$ Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 753473, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724083003-17-753473/dolar-as-perkasa-rupiah-dibuka-melemah-ke-rp17930-us-‘; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama, CNBC Indonesia 24 July 2026 09:03 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diΒ Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (24/7/2026), menjelang berakhirnya perdagangan pekan ini.
Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka terdepresiasi sebesar 0,22% ke posisi Rp17.930/US$.
Pada perdagangan sebelumnya, mata uang Garuda ditutup melemah 0,08% ke level Rp17.890/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,06% ke posisi 101,392.
Analisis mendalam tentang Dolar AS Perkasa, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.930/US$ akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
