Bursa Cecar Lagi Bisnis Baru TGUK, Ada Apa?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Cecar Lagi Bisnis Baru TGUK, Ada Apa? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hingga akhir Maret 2026, BEEF memiliki total aset Rp2,2 triliun, persediaan Rp621,46 miliar, kas dan setara kas Rp17,10 miliar, serta total liabilitas Rp1,79 triliun.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260723103028-19-753182/video-100-tahun-panas-bumi-ri-pge-kebut-bangun-geotermal-sebagai-ebt”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/753182?comscore=off”,”time”:766,”title”:”Video: 100 Tahun Panas Bumi RI, PGE Kebut Bangun Geotermal Sebagai EBT”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/23/100-tahun-panas-bumi-ri-pge-siap-kembangkan-geotermal-sebagai-energi-bersih-berkelanjutan-1784778851878_169.png”}]’); Next Article IPO RANS Jadi Magnet Konglomerat, Haji Isam Hingga Boy Thohir Hadir

Menurut TGUK, pengalaman tersebut menjadi modal dalam membangun jaringan bisnis frozen meat.

Sorotan BEI terhadap model bisnis baru TGUK muncul setelah perseroan mencatat lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 setelah baru saja melakukan pivot bisnis dari menjual minuman manis menjadi daging beku.

Baca: Perusahaan Tak Terkenal Mendadak Jadi Raja Nomor 1 di China

Berdasarkan laporan keuangan, penjualan TGUK melonjak menjadi Rp200,74 miliar dari hanya Rp726 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut terutama didorong mulai beroperasinya lini bisnis frozen meat serta meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 753413, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723204911-17-753413/bursa-cecar-lagi-bisnis-baru-tguk-ada-apa’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 24 July 2026 07:45 Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026).

Klarifikasi tersebut tidak hanya menyangkut model bisnis, tetapi juga asal pelanggan, pemasok, investor strategis, hingga kesamaan pelanggan melalui PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF).

Dalam surat jawaban kepada BEI, TGUK mengakui sebagian pelanggan diperoleh melalui jaringan investor strategis.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencecar PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) terkait bisnis barunya di perdagangan daging beku (frozen meat).

Perseroan juga mengonfirmasi bahwa beberapa pelanggan memang merupakan pelanggan yang sama melalui BEEF.

Namun, TGUK mengatakan bahwa tidak ada pengalihan kontrak maupun perjanjian khusus terkait penggunaan jaringan pelanggan tersebut.

Laba bersih perseroan juga berbalik menjadi sekitar Rp2,43 miliar.

Di sisi lain, BEEF yang disebut dalam klarifikasi TGUK mencatat skala bisnis yang jauh lebih besar.

Seluruh transaksi dilakukan langsung antara TGUK melalui pelanggan menggunakan mekanisme purchase order.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Berdasarkan data dari laporan keuangan menunjukkan sedikitnya sembilan pelanggan TGUK juga tercatat sebagai pelanggan BEEF.

Selain itu BEI juga menyorot soal pihak yang mengenalkan pelanggan dan pemasok, keberadaan gudang penyimpanan, sistem distribusi, hingga peran investor strategis dalam pengembangan bisnis baru tersebut.

TGUK menjelaskan operasional bisnis didukung gudang sewa dan cold storage, sementara investor strategis disebut berperan membuka akses ke jaringan pemasok dan pelanggan tanpa terlibat dalam operasional harian.

Perseroan juga mengungkapkan bahwa pelanggan dan pemasok diperkenalkan oleh Direktur Operasional Edi Pramono yang memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di industri perdagangan daging.

Analisis mendalam tentang Bursa Cecar Lagi Bisnis Baru TGUK, Ada Apa? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *