Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Astra International (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Rp8 Triliun yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Tekanan terutama berasal dari minimnya kontribusi bisnis pertambangan emas serta volume yang lebih rendah.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Di sisi lain, dua motor utama Astra masih tumbuh.
Adapun total aset perseroan tercatat Rp517,80 triliun per akhir Maret 2026.
Sepanjang 2025, Astra membukukan laba bersih konsolidasian Rp32,76 triliun dan membagikan dividen tunai Rp390 per saham untuk tahun buku tersebut.
Manajemen memperkirakan kondisi pasar masih akan penuh tantangan di tengah ketegangan geopolitik global.
Beban pokok pendapatan ikut menyusut 4,72% yoy menjadi Rp63,17 triliun.
“Pada kuartal I-2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.
Sesuai regulasi, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor, melalui tetap menjaga porsi saham beredar di publik (free float) tidak kurang dari 15%.
Astra menegaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus memperkuat disiplin alokasi modal.
Perseroan menilai buyback menjadi salah satu instrumen untuk mengoptimalkan alokasi modal dan menopang imbal hasil bagi investor.
Ini bukan program buyback pertama Astra.
Pada periode ketiga yang berlangsung 16 Maret-15 Juni 2026, perseroan telah merealisasikan pembelian kembali 153,4 juta saham senilai Rp810,7 miliar atau sekitar 40,5% dari alokasi Rp2 triliun.
Astra International (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Rp8 Triliun Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 751636, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717141117-17-751636/astra-international–asii–kantongi-restu-buyback-saham-rp8-triliun’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 17 July 2026 14:35 Foto: Astra
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Astra International Tbk.
Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp5,85 triliun pada kuartal I-2026, susut 16% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp6,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan laba tersebut sejalan melalui pendapatan bersih konsolidasian yang terkoreksi 6% yoy menjadi Rp78,67 triliun, dari sebelumnya Rp83,36 triliun.
Bahkan, jika dibandingkan melalui level tertinggi 52 minggu di Rp7.475, harga saham ASII saat ini sudah terpangkas sekitar 31%.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, ASII menjadi saham melalui net foreign sell terbesar kedua pada perdagangan sesi I hari ini, dengan nilai jual bersih mencapai Rp86,44 miliar.
Kinerja Keuangan
Dari sisi fundamental, Astra masih menghadapi tekanan.
Dampak dari hal tersebut adalah dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,” ujar Rudy.
Segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi (HEMCE) memang menjadi biang keladi utama, dengan laba bersih ambles 79% menjadi Rp408 miliar dari Rp1,95 triliun. akibat Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik,
Tanpa memperhitungkan pos tersebut, laba bersih Grup Astra hanya turun 8% menjadi Rp6,8 triliun.
Saham konglomerasi Grup Astra ini masih bertengger di level 5.150 per saham.
Level tersebut mencerminkan koreksi sekitar 23% sejak awal tahun (year-to-date/YTD).
Sejalan melalui itu, Astra pada Mei 2026 mengumumkan hasil tinjauan strategis dengan memprioritaskan tiga lini bisnis utama – otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan – yang menyumbang sekitar 90% laba perseroan.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260710155059-19-749899/video-jurus-investor-amankan-likuiditas-saat-diadang-isu-perang-msci”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749899?comscore=off”,”time”:551,”title”:”Video: Jurus Investor Amankan Likuiditas Saat Diadang Isu Perang -MSCI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/10/jurus-investor-amankan-likuiditas-saat-pasar-diadang-isu-perang-msci-1783674650230_169.png”}]’); Next Article Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TPIA hingga IMPC
Di sisi lain, tidak terbatas pada penentuan harga pembelian kembali saham.
Selain buyback, RUPSLB menyetujui pengalihan sebagian saham hasil program pembelian kembali saham periode ketiga yang berlangsung sejak 16 Maret 2026 hingga 15 Juni 2026. sedangkan Nilai tersebut belum termasuk biaya perantara pedagang efek serta biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Asing Net Buy Tipis Rp39,9 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya
Dalam rapat itu, pemegang saham juga memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Astra untuk melaksanakan seluruh tindakan yang diperlukan sehubungan dengan buyback, termasuk
Pendanaannya bersumber dari kas internal, bukan dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum.
Jumlah saham yang dialihkan tidak melebihi 100 juta saham dan akan digunakan untuk pelaksanaan program kepemilikan saham manajemen (Management Share Ownership Program/MSOP).
Kewenangan untuk menetapkan harga pelaksanaan atas pengalihan saham serta besaran kewajiban pembayaran oleh manajemen diserahkan kepada Komite Nominasi dan Remunerasi perseroan.
Persetujuan tersebut diketok dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (17/7/2026).
Mengacu keterangan resmi perseroan, buyback akan dilaksanakan sesuai melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
Adapun rentang pergerakan 52 minggu ASII berada di Rp4.350-Rp7.475 per saham.
Tekanan juga masih datang dari investor asing.
Laba bersih segmen otomotif dan mobilitas naik 4% menjadi Rp2,36 triliun, sementara jasa keuangan tumbuh 6% menjadi Rp2,26 triliun seiring menguatnya portofolio pembiayaan konsumen.
Astra juga mencatatkan sejumlah beban non-recurring dan penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas sepanjang tiga bulan pertama 2026.
Sementara itu, Direksi diberikan wewenang untuk melakukan segala tindakan lain yang diperlukan terkait pengalihan saham untuk pelaksanaan Program MSOP tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh stakeholders atas dukungan penuh yang telah diberikan selama ini,” ujar Presiden Direktur Astra, Rudy, lewat keterangan resmi dikutip CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).
Program buyback ini dijadwalkan berjalan selama 12 bulan.
29/2023, melalui jumlah sebanyak-banyaknya Rp8 triliun.
Secara akumulatif, Astra telah mengoleksi sekitar 563,5 juta saham treasuri dari tiga periode buyback yang berjalan sejak November 2025.
Saham ASII Masih Terkoreksi Sejak Awal Tahun
Aksi borong saham sendiri datang saat harga saham ASII belum juga beranjak dari zona tekanan.
(ASII) resmi mengantongi restu pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali saham alias buyback melalui nilai jumbo, mencapai Rp8 triliun.
Analisis mendalam tentang Astra International (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Rp8 Triliun akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
