BI: Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$444 M di Akhir Mei 2026

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI: Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$444 M di Akhir Mei 2026 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Posisi ULN swasta pada Mei 2026 tercatat sebesar US$195,9 miliar atau turun 0,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski masih terkontraksi, penurunannya lebih kecil dibandingkan April 2026 yang mencapai 0,5%.

Perbaikan tersebut terutama ditopang oleh kelompok lembaga keuangan yang kontraksinya menyempit menjadi 0,8% dari sebelumnya 5,0%.

Berdasarkan sektor usaha, utang luar negeri swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan dan penggalian.

BI: Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$444 M di Akhir Mei 2026 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750935, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260715101941-17-750935/bi-utang-luar-negeri-ri-naik-jadi-us-444-m-di-akhir-mei-2026’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 15 July 2026 10:22 Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga Mei 2026 tetap dalam kondisi terkendali di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Berdasarkan data BI, posisi ULN Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar US$444,4 miliar atau tumbuh 2,1% secara tahunan (year on year/yoy).

Investor Asing Masih Percaya RI

Posisi ULN pemerintah pada Mei 2026 mencapai US$217,3 miliar atau tumbuh 3,7% (yoy), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

BI menilai perkembangan tersebut terutama didorong oleh masuknya dana investor ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan masih terjaganya kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Meski demikian, pada saat yang sama pemerintah juga tetap melakukan pembayaran kewajiban utang luar negeri yang jatuh tempo.

Baca: Indonesia Serius Menjadi Poros Keuangan Syariah Dunia?

Kondisi tersebut sejalan melalui strategi operasi moneter pro-market yang ditempuh BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca: Rupiah Menguat 0,17% Pagi Ini, Dolar AS Turun Jadi Rp18.050

Utang Swasta Masih Menyusut

Di sisi lain, utang luar negeri swasta masih mengalami kontraksi.

BI menegaskan pemerintah terus menjaga kredibilitas fiskal melalui memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu serta mengelola utang secara hati-hati dan terukur.

Sebagai instrumen pembiayaan APBN, pemanfaatan ULN pemerintah diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif.

Dampak dari hal tersebut adalah dinilai lebih tahan terhadap gejolak pasar keuangan global.

BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam memantau perkembangan utang luar negeri guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Indonesia akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. akibat Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di level 29,9% pada Mei 2026.

Selain itu, sekitar 83,9% dari total utang luar negeri Indonesia merupakan utang jangka panjang,

Dampak dari hal tersebut adalah dinilai lebih aman terhadap risiko pembiayaan jangka pendek.

Sementara itu, kenaikan ULN Bank Indonesia berasal dari meningkatnya kepemilikan investor asing pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). akibat Porsi terbesar digunakan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22%, diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 20,6%, jasa pendidikan 16,2%, konstruksi 11,5%, serta transportasi dan pergudangan 8,5%.

Mayoritas utang pemerintah juga masih didominasi utang berjangka panjang

Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 79,9% dari total ULN swasta.

ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang melalui porsi mencapai 74,9% dari total utang luar negeri swasta.

Baca: Ini Alasan Purbaya Anggap Lembaga Rating Sebelum S&P Offside Nilai RI

Rasio Utang terhadap PDB Tetap Aman

BI menilai struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat.

Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 2,0% (yoy).

Bank Indonesia menjelaskan kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan utang luar negeri sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, sementara ULN swasta masih mencatat kontraksi meski mulai melandai.

“Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah,” tulis BI dalam laporannya, Rabu (15/7/2026).

Baca: Kiblat Pusat Finansial Bentukan RI, Dubai atau Singapura?

Upaya tersebut dilakukan melalui meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tulis BI.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260623084525-19-744877/video-harga-energi-naik-efek-perang-bi-pastikan-stabilitas-terjaga”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744877?comscore=off”,”time”:334,”title”:”Video: Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/23/harga-bbm-naik-efek-perang-bi-waspadai-kenaikan-inflasi-1782193162868_169.png”}]’); Next Article Dolar AS Sudah Rp17.600, BI Yakin Rupiah Bakal Segera Menguat!

Analisis mendalam tentang BI: Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$444 M di Akhir Mei 2026 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *