Harga Minyak Dunia Terus Meroket, Sekarang Tembus US$85,72 per Barel

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Dunia Terus Meroket, Sekarang Tembus US$85,72 per Barel yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik akan semakin meluas dan mengganggu distribusi energi global.

Melansir Reuters, militer AS pada Rabu dini hari kembali melancarkan serangan untuk melemahkan kemampuan Iran yang digunakan dalam menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Di saat yang sama, Iran membalas melalui serangan terhadap sejumlah target militer dan infrastruktur AS di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, apabila jalur diplomasi kembali berjalan dan Selat Hormuz dapat dibuka, harga Brent diperkirakan bertahan pada kisaran US$75-80 per barel.

CNBC Indonesia

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260622104120-19-744546/video-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744546?comscore=off”,”time”:219,”title”:”Video: Emas Terpuruk Tapi Harga Minyak Meroket Efek Panas Selat Hormuz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/22/harga-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz-1782102867059_169.png”}]’); Next Article Dalam Seminggu Harga Minyak Sudah Anjlok 7% ke US$89,41

Kekhawatiran pasar kini tertuju pada potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk, terutama Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Berdasarkan Refinitiv per pukul 09.20 WIB, harga minyak Brent berada di US$85,72 per barel, naik 1,17% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$84,73 per barel.

Dibandingkan penutupan 10 Juli, kenaikan Brent bahkan telah mencapai hampir 13%, sementara WTI melesat lebih dari 12%.

//

Lonjakan harga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap seluruh pelabuhan Iran.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat ke US$80,12 per barel, naik 0,98% dari posisi US$79,34 per barel.

Kenaikan ini memperpanjang reli tajam yang sudah terjadi sehari sebelumnya.

Perhatian kini mulai bergeser ke kemungkinan kerusakan infrastruktur energi di kawasan Teluk yang memasok sebagian besar kebutuhan minyak dunia.

Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan peluang harga minyak kembali mendekati US$100 per barel masih terbuka apabila konflik terus meningkat dan mulai merusak fasilitas energi di kawasan Teluk.

Pernyataan tersebut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan serangan yang dapat mengganggu produksi maupun ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Iran pun meningkatkan respons militernya.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengaku menyerang gudang senjata dan fasilitas penyimpanan di Bahrain serta Kuwait, meski laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Bagi pelaku pasar, risiko saat ini bukan lagi terbatas pada penutupan Selat Hormuz.

Harga Minyak Dunia Terus Meroket, Sekarang Tembus US$85,72 per Barel Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750916, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260715092350-17-750916/harga-minyak-dunia-terus-meroket-sekarang-tembus-us-8572-per-barel’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 15 July 2026 09:45 Foto: REUTERS/Liz Hampton

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali melesat pada perdagangan Rabu (15/7/2026), memperpanjang reli selama dua hari terakhir setelah konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas.

Dalam wawancara melalui Fox News, Trump menyatakan target energi Iran masih menjadi opsi berikutnya.

Sebelum perang pecah, sekitar seperlima perdagangan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) melewati jalur sempit tersebut setiap harinya.

Angkatan bersenjata Iran mengklaim telah meluncurkan serangan drone ke pangkalan militer AS di Azraq, Yordania.

Di sisi lain, Teheran menyatakan kembali menutup jalur pelayaran tersebut setelah konflik melalui AS kembali pecah pekan lalu.

Selat Hormuz memiliki posisi yang sangat strategis dalam rantai pasok energi global.

Dalam dua hari perdagangan, Brent telah melonjak sekitar 2,9%, sedangkan WTI menguat lebih dari 2,5%.

Gangguan sekecil apa pun di kawasan ini langsung memengaruhi ekspektasi pasokan dunia dan mendorong investor membayar premi risiko yang lebih tinggi.

Konflik kali ini turut menyasar fasilitas yang berkaitan melalui sektor energi.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Dunia Terus Meroket, Sekarang Tembus US$85,72 per Barel akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *