Harga Minyak Naik 10% dalam 2 Hari, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Naik 10% dalam 2 Hari, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Presiden Donald Trump mengatakan Washington mengaktifkan lagi blokade tersebut dan meminta negara-negara yang mendapat perlindungan di Selat Hormuz ikut menanggung biayanya.

Di sisi lain, Iran meningkatkan respons militernya.

Brent telah melesat dari US$76,01 per barel pada 10 Juli menjadi US$84,19 per barel pagi ini atau naik sekitar 10,8% hanya dalam dua hari perdagangan.

Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 08.30 WIB, harga minyak Brent berada di US$84,19 per barel, naik 1,07% dibanding penutupan sebelumnya.

Komando Pusat AS menyatakan telah memasuki malam ketiga berturut-turut melakukan serangan ke Iran.

Serangan itu menewaskan satu awak kapal berkewarganegaraan India dan melukai delapan orang lainnya.

Ketegangan tidak berhenti di laut.

Serangan itu dilakukan setelah Houthi menuduh Riyadh membombardir sebuah bandara yang mereka kuasai.

Manajer portofolio Gabelli Funds Simon Wong memperingatkan, apabila serangan Houthi meluas hingga mengganggu distribusi produk minyak Arab Saudi melalui Laut Merah, ketidakpastian terhadap arus pasokan minyak dari Timur Tengah akan meningkat.

Selain faktor geopolitik, pasar mulai mengantisipasi pengetatan pasokan di Amerika Serikat.

Sementara kantor berita semi-resmi YJC melaporkan sedikitnya tujuh ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas dan dua ledakan lain terjadi di Pulau Kish.

Analis Kepala Pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan eskalasi terbaru telah menambah premi risiko di pasar energi.

Harga Minyak Naik 10% dalam 2 Hari, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750577, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714084832-17-750577/harga-minyak-naik-10-dalam-2-hari-selat-hormuz-kembali-jadi-sorotan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 14 July 2026 09:25 Foto: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 31 kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir, Jumat (22/5/2026).

WTI bahkan melonjak sekitar 11,1% pada periode yang sama.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Reli tersebut membawa harga minyak ke level tertinggi dalam sekitar satu bulan.

Di saat yang sama, persediaan bensin dan produk distilat diperkirakan meningkat.

Faktor penyebabnya adalah dapat memberikan gambaran terbaru mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan minyak di ekonomi terbesar dunia.

CNBC Indonesia

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260622104120-19-744546/video-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744546?comscore=off”,”time”:219,”title”:”Video: Emas Terpuruk Tapi Harga Minyak Meroket Efek Panas Selat Hormuz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/22/harga-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz-1782102867059_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Menguat, Pasar Masih Dibayangi Konflik AS-Iran yang mengakibatkan Data resmi dari Energy Information Administration (EIA) akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan

Survei awal Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS turun pada pekan lalu.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan dua kapal tanker miliknya terkena rudal jelajah Iran di jalur selatan Selat Hormuz yang berada di perairan Oman.

Melansir dari Reuters, pasar kembali membangun premi risiko setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat tajam di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.

Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran.

(via REUTERS/Majid-Asgaripour)

Jakarta, CNBCΒ Indonesia- Harga minyak dunia kembali melesat pada perdagangan Selasa (14/7/2026) pagi, memperpanjang reli tajam yang sudah terjadi sejak awal pekan.

Sementara minyak mentah acuan Amerika Serikat (WTI) menguat 1,55% ke US$79,35 per barel.

Kenaikan ini melanjutkan lonjakan pada Senin.

Menurutnya, blokade AS terhadap Iran dan respons militer Teheran membuat prospek pasokan minyak menjadi jauh lebih sulit diprediksi, meski Selat Hormuz belum ditutup sepenuhnya.

Risiko geopolitik semakin luas setelah kelompok Houthi di Yaman meluncurkan rudal ke Arab Saudi.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Naik 10% dalam 2 Hari, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *