Pertamina Pionir Skema Pengawasan Pajak Baru, PLN dan Pelindo Nyusul

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Pertamina Pionir Skema Pengawasan Pajak Baru, PLN dan Pelindo Nyusul yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sayangnya, dia tidak menjelaskan lebih rinci terkait melalui pemilihan tiga BUMN tersebut.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Kantor Pusat DJP, Jakarta, kemarin (13/7/2026).

Humas DJP)

Jakarta, CNBC Indonesia – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi memulai uji coba pendekatan kepatuhan kolaboratif (Co-operative Compliance) bersama PT Pertamina (Persero).

Melalui penerapan Tax Control Framework (TCF) dan integrasi data perpajakan, DJP mendorong penyelesaian potensi permasalahan perpajakan sejak awal guna memberikan kepastian hukum bagi Wajib Pajak.

Menurutnya, pembahasan atas risiko perpajakan tidak lagi dilakukan setelah transaksi terjadi, melainkan sejak awal melalui komunikasi yang lebih terbuka dan didukung integrasi data.

Baca: DJP Ubah Cara Awasi Pajak, Sengketa Sama Pengusaha Akan Dicegah

“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina (Persero) atas komitmen dan keterbukaannya menjadi mitra pertama dalam uji coba ini.

Baca: Ditjen Pajak Luncurkan Program Baru, Tahap Awal di 3 BUMN Raksasa

“Penerapan TCF dan integrasi data tidak hanya memperkuat kepatuhan perpajakan, tetapi juga mendukung transparansi dan pengelolaan risiko yang lebih baik,” kata Mega Satria.

Pengembangan Co-operative Compliance mengacu pada praktik yang telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Belanda, Malaysia, Singapura, dan Australia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengatakan bahwa pendekatan Co-operative Compliance mengubah pola hubungan antara otoritas pajak dan Wajib Pajak.

Dampak dari hal tersebut adalah memberikan kepastian hukum, menekan biaya kepatuhan, dan meminimalkan potensi sengketa,” ujar Bimo, dikutip Selasa (14/7/2026).

Setelah melalui masa persiapan dan pembahasan yang cukup panjang, PT Pertamina (Persero) ditetapkan sebagai mitra pertama dalam pelaksanaan uji coba Co-operative Compliance untuk Masa Pajak Januari hingga Desember 2026 yang mencakup PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26. akibat Dengan dukungan Tax Control Framework dan integrasi data, risiko perpajakan dapat diidentifikasi lebih dini

“Selama periode tersebut, Pertamina melakukan self-assessment TCF, bersama DJP melakukan pembahasan compliance arrangement serta melakukan evaluasi bersama sebagai dasar penyempurnaan program,” ungkap Bimo.

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Mega Satria, menyatakan bahwa kepercayaan sebagai mitra pertama merupakan bagian dari transformasi tata kelola perusahaan.

Pertamina Pionir Skema Pengawasan Pajak Baru, PLN & Pelindo Nyusul Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750516, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260713185820-17-750516/pertamina-pionir-skema-pengawasan-pajak-baru-pln-pelindo-nyusul’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); chd,  CNBC Indonesia 14 July 2026 06:55 Foto: Dirjen Pajak Bimo Wijayanto saat memberikan keterangan kepada media dalam forum silaturahmi dan dialog perpajakan 2026.

Menurut Bimo, untuk tahap awal, DJP hanya akan menguji coba TCF ini melalui tiga BUMN, Pertamina, Pelindo dan PLN.

Ke depan, DJP berencana memperluas uji coba kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sebagai bagian dari persiapan implementasi secara lebih luas.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260713152125-19-750435/video-prospek-ipo-korporasi-sektor-potensi-cuan-era-ketidakpastian”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/750435?comscore=off”,”time”:710,”title”:”Video: Prospek IPO Korporasi & Sektor Potensi Cuan Era Ketidakpastian”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/13/bos-efek-prospek-ipo-korporasi-sektor-yang-prospek-cuan-di-tengah-ketidakpastian-1783932094684_169.png”}]’); Next Article CT & Purbaya Bedah APBN: Setoran Pajak, Utang Sampai Kas Terbongkar

Analisis mendalam tentang Pertamina Pionir Skema Pengawasan Pajak Baru, PLN dan Pelindo Nyusul akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *