Rating RI Aman, SdanP Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rating RI Aman, SdanP Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Pandangan terhadap Bank Indonesia

S&P menilai Bank Indonesia memiliki tingkat independensi operasional yang memadai sejak mengadopsi kerangka kebijakan inflation targeting pada 2005.

Bahkan, S&P menilai BI semakin mengandalkan instrumen berbasis pasar dalam menjalankan kebijakan moneter dan tetap memiliki fleksibilitas yang memadai dalam mengelola nilai tukar rupiah.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260713135206-19-750397/video-rupiah-nelangsa-tembus-rp-18100-per-usd-apa-sebabnya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/750397?comscore=off”,”time”:423,”title”:”Video: Rupiah Nelangsa & Tembus Rp 18.100 per USD, Apa Sebabnya?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/13/rupiah-makin-nelangsa-tembus-rp-18100-per-dolar-as-apa-sebabnya-1783926164991_169.png”}]’); Next Article Breaking News!

Seperti diketahui, BI resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 bps menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Mei 2026.

Kemudian, bank sentral kembali melakukan penyesuaian pada Juni 2026, yang menetapkan suku bunga acuan saat ini berada di level 5,75%.

Langkah ini dilakukan BI untuk menjaga nilai tukar rupiah, S&P mengapresiasi kebijakan tersebut.

Capaian ini ditopang oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271,0 triliun.

(REUTERS / Brendan McDermid/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.

S&P memperkirakan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh sekitar 5% per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan di tengah kenaikan harga energi global.

S&P yakin kebijakan hilirisasi dan upaya pemerintah memperkuat kendali atas sektor mineral dan sumber daya alam berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor.

“Namun, kecepatan perubahan kebijakan dan ketidakpastian implementasi dapat memengaruhi kepercayaan investor serta memberi tekanan terhadap pasar keuangan dan nilai tukar,” tulis S&P.

Catatan Tentang Danantara

Dalam laporannya S&P menyoroti Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Sementara itu, prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

“Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.

Menurut S&P, pemerintah dinilai tetap berkomitmen menjaga aturan fiskal tersebut, termasuk melalui pemangkasan sejumlah program belanja lain.

S&P bahkan memperkirakan anggaran program Makan Bergizi Gratis yang semula lebih dari Rp300 triliun dapat dipangkas sekitar sepertiga melalui efisiensi dan perbaikan pengawasan.

“Di sisi lain, pertumbuhan penerimaan negara sebesar 21% pada semester I-2026 memberi ruang fiskal tambahan bagi pemerintah,” tulis S&P.

Seperti diketahui, penerimaan negara tumbuh di kisaran double digit pada semester I-2026 dan ini memberikan harapan bagi defisit fiskal yang terkendali dan aman.

Realisasi pendapatan negara pada Semester I-2026 mencapai Rp1.459,4 triliun (46,3% dari target APBN), tumbuh 21,4% secara tahunan.

Adapun, S&P menyinggung sedikit mengenai revisi UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan).

“Perubahan mandat BI melalui revisi regulasi terbaru dinilai tidak akan mengganggu independensi operasional bank sentral secara signifikan,” ungkap S&P

S&P juga menilai keputusan BI menaikkan suku bunga secara agresif pada Juni 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah sebagai langkah yang tepat meskipun berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi.

Rating RI Aman, S&P Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750510, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260713182240-17-750510/rating-ri-aman-sp-beri-sederet-catatan-buat-pemerintah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); haa,  CNBC Indonesia 13 July 2026 19:15 Foto: Gedung Standard & Poor’s di distrik keuangan New York 5 Februari 2013.

Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil,” tulis S&P dalam laporannya, Senin (13/7/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun eksternal, masih bersifat sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan.

S&P juga menegaskan outlook stabil mencerminkan ekspektasi kami bahwa penerimaan pemerintah akan terus pulih tahun ini dan penerimaan ekspor akan kembali meningkat seiring kenaikan harga komoditas.

“Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam juga diperkirakan akan memperkuat pendapatan negara dalam jangka menengah, terutama apabila perubahan kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi dan dieksekusi melalui baik,” tulis S&P.

Lebih lanjut, menurut S&P, outlook stabil juga mencerminkan keyakinan kami bahwa pemerintah tetap memandang batas defisit fiskal sebesar 3% terhadap PDB sebagai jangkar kebijakan yang penting.

Atas pertimbangan rating ini, S&P pun memberikan sejumlah catatan untuk pemerintah.

Faktor penyebabnya adalah pemerintah dinilai cukup fleksibel dalam merespons masukan dari pelaku usaha,” tulis S&P.

Defisit Fiskal di Bawah 3%

S&P memperkirakan defisit fiskal Indonesia tetap berada di bawah 3% PDB meski belanja subsidi energi meningkat. yang mengakibatkan Meski masih memiliki rekam jejak operasional yang pendek, Danantara telah mengubah sektor BUMN melalui konsolidasi dan pengurangan lini usaha non-inti.

S&P juga menilai Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), anak usaha baru di bawah Danantara, berpotensi mengubah sektor ekspor komoditas melalui upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara dan devisa dengan menekan praktik seperti under invoicing dan transfer pricing.

Namun S&P mengingatkan bahwa berbagai perubahan kebijakan di sektor sumber daya alam-seperti kuota produksi, kebijakan DHE, tata kelola izin tambang, dan royalti-berpotensi memengaruhi sentimen investasi jika tidak dikelola dengan baik.

“Meski demikian, hal tersebut bukan skenario dasar S&P

Analisis mendalam tentang Rating RI Aman, SdanP Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *