Perbanas Ingatkan Risiko Pencucian Uang Jika PFII Tak Diatur Matang

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Perbanas Ingatkan Risiko Pencucian Uang Jika PFII Tak Diatur Matang yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Positifnya kita harapkan dana yang masuk itu additive, again additive, bukan dana yang direcycle aja.

Siahaan, Direktur Kelembagaan BNI (Perwakilan Himbara) Eko Setyo Nugroho dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia di Komisi XI DPR RI, Kamis (9/7/2026).

Dampak dari hal tersebut adalah sekarang kita ketahui bahwa perbankan nasional ini sudah sama bagusnya dengan perbankan-perbankan asing. akibat Tapi over time perbankan nasional harus maju, harus menyesuaikan diri, harus berkompetisi,

Atau kalau memang ini sangat sukses, mungkin yang di sini kalau ketinggalan dia mesti meningkatkan kualitasnya, mesti meningkatkan kesadarannya,” jelasnya.

Menurut Tigor, kondisi tersebut justru dapat menjadi pendorong peningkatan daya saing industri perbankan nasional, sebagaimana yang pernah terjadi ketika bank-bank asing mulai masuk ke Indonesia pada akhir 1960-an.

“Jadi saya diingatkan tahun 1968 pada saat dibuka perbankan di Indonesia ini untuk masuk pemain-pemain asing seperti Citibank, JP Morgan Chase, dan lain-lain, tingkat dari perbankan itu memang beda, perbankan nasional dan perbankan asing.

Perbanas Ingatkan Risiko Pencucian Uang Jika PFII Tak Diatur Matang Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 749560, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260709172258-17-749560/perbanas-ingatkan-risiko-pencucian-uang-jika-pfii-tak-diatur-matang’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 09 July 2026 18:05 Foto: Sekjen Asbisindo Koko Tjatur Rachmadi, Ketua Umum Perbarindo Tedy Alamsyah, Wakil Ketua Umum Perbanas Tigor M.

Faktor penyebabnya adalah dipaksa untuk bersaing,” tuturnya.

Maka demikian, Perbanas berharap keberhasilan PFII dapat mendorong industri perbankan untuk berkompetisi untuk semakin maju.

Dalam kesempatan tersebut, Perbanas juga menyampaikan delapan rekomendasi bagi pemerintah untuk mendukung implementasi PFII. yang mengakibatkan Jadi itu

Transaksinya kompleks, dan kita juga tahu bahwa kita sebagai anggota FATF (Financial Action Task Force) juga kita juga harus waspada terhadap risiko pencucian uang, money laundering, penghindaran pajak.

Siahaan mengatakan industri perbankan nasional siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan PFII.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: IHSG Ditutup Menguat 0,67% Balik ke Level 5.900

“Kami dari Perbanas kami siap menjadi partner dari PFII ini, dan kami juga merasa bahwa institusi keuangan, pasar keuangan, dan semua profesi pendukung di Indonesia ini sangat siap untuk menjadi partner supaya PFII ini menjadi sukses di Indonesia,” kata Tigor dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia di Komisi XI DPR RI, Kamis (9/7/2026).

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan PFII harus mampu menghadirkan tambahan aliran dana baru ke Indonesia, bukan sekadar memutar dana yang selama ini telah berada di dalam negeri.

“Dampaknya.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh financial centre di Singapura dan Hong Kong.

Di sisi lain, Tigor mengingatkan aktivitas keuangan yang lebih kompleks di PFII juga berpotensi meningkatkan berbagai risiko.

Kita mesti hati-hati di sini dan juga regulatory environment-nya harus mendukung,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi ketimpangan apabila seluruh aktivitas bisnis keuangan terkonsentrasi di PFII, membuat lembaga keuangan di luar kawasan tersebut berpotensi tertinggal.

“Dan juga salah satu yang menurut saya ada risiko tapi mungkin baik, kalau ini sukses, PFII ini sukses, apakah ancamannya terhadap perbankan atau financial institutions di luar PFII ini?

(Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia – Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengingatkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) tidak hanya membawa peluang, tetapi juga berbagai risiko yang perlu diantisipasi sejak awal.

Karena itu, menurutnya, kerangka regulasi harus mampu mengantisipasi berbagai potensi penyalahgunaan.

“Tapi ada banyak risikonya juga.

Mulai dari potensi pencucian uang, penghindaran pajak, hingga dampaknya terhadap industri keuangan di luar kawasan PFII.

Wakil Ketua Umum Perbanas Tigor M.

tadinya yang dipajak di sini keluar terus jadi pajak nol, wah itu menurut saya enggak additive ya, tidak menambahkan nilai tambah gitu,” terang Tigor.

Ia memberi contoh, lini bisnis perbankan baru dapat menjadi jembatan bagi perusahaan-perusahaan luar negeri untuk dapat berinvestasi ke seluruh dunia.

Di antaranya pembentukan otoritas khusus melalui layanan terpadu (one stop service), kepastian hukum, regulasi dan insentif yang kompetitif, pengembangan Indonesia sebagai pusat wealth management dan family office, pendalaman pasar keuangan, penguatan talenta global, pelibatan Perbanas sebagai mitra strategis industri, serta memastikan keberhasilan PFII dapat mendukung program prioritas nasional seperti hilirisasi, energi, pangan, infrastruktur, hingga ekonomi digital.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260709163752-19-749537/video-jurus-bisnis-produk-rumah-tangga–baby-care-era-digitalisasi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749537?comscore=off”,”time”:424,”title”:”Video: Jurus Bisnis Produk Rumah Tangga – Baby Care Era Digitalisasi”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/09/strategi-bisnis-produk-rumah-tangga-perawatan-bayi-di-era-digitalisasi-1783590112241_169.png”}]’); Next Article Simpanan di Pusat Finansial RI Tak Perlu Dijamin, Ini Penjelasan LPS

Analisis mendalam tentang Perbanas Ingatkan Risiko Pencucian Uang Jika PFII Tak Diatur Matang akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *