Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang OPEC+ Tambah Produksi Lagi, Harga Minyak Malah Menguat yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor tersebut menjadi penyeimbang di tengah masih berlangsungnya pemulihan aktivitas pengiriman energi di kawasan Timur Tengah.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
CNBCΒ Indonesia Research
(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260619112737-19-744009/video-harga-minyak-merosot-10-harga-emas-turun-ke-bawah-usd-4200-oz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744009?comscore=off”,”time”:212,”title”:”Video: Harga Minyak Merosot 10%-Harga Emas Turun ke Bawah USD 4.200/Oz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/19/harga-minyak-merosot-10-harga-emas-turun-ke-bawah-usd-4200oz-1781843745964_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Terus Anjlok, Kini di Level US$70,82 per Barel
Pada pertemuan Minggu (5/7), OPEC+ menyepakati peningkatan target produksi sebesar 188 ribu barel per hari (bph) mulai Agustus.
Di sisi lain, keluarnya Uni Emirat Arab dari OPEC serta proses normalisasi produksi pascakonflik membuat dampak kenaikan kuota dinilai belum terlalu besar terhadap pasokan riil dalam waktu dekat.
Baca: IHSG Dibuka Naik 0,24% Pagi Ini
Data Reuters memperlihatkan produksi minyak OPEC pada Juni melonjak sekitar 3,3 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 19,43 juta barel per hari, pulih dari level terendah dalam lebih dari dua dekade.
Dampak dari hal tersebut adalah lebih banyak minyak mentah dialihkan ke pasar ekspor.
Dengan mulai pulihnya ekspor dari kawasan Teluk, kenaikan target produksi OPEC+, serta derasnya ekspor Rusia, pasar kini menilai risiko kekurangan pasokan global semakin mereda. akibat Peningkatan ekspor terjadi setelah serangan drone Ukraina merusak sejumlah kilang Rusia,
Tambahan itu mengikuti kenaikan melalui besaran serupa yang telah diterapkan pada Juni dan Juli.
//
Meski demikian, tambahan produksi diperkirakan belum langsung membanjiri pasar.
Pengiriman minyak mentah dari pelabuhan-pelabuhan Rusia di wilayah barat mencapai rekor tertinggi pada Juni dan diperkirakan bertahan pada level tersebut sepanjang Juli.
Selama beberapa pekan terakhir, produksi sejumlah negara Teluk masih berada dalam tahap pemulihan setelah konflik Iran-Israel sempat mengganggu aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
OPEC+ Tambah Produksi Lagi, Harga Minyak Malah Menguat Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 748272, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706092628-17-748272/opec–tambah-produksi-lagi-harga-minyak-malah-menguat’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia 06 July 2026 09:35 Foto: Reuters
Jakarta, CNBC Indonesia βΒ Harga minyak dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Senin pagi (6/7/2026), meski pelaku pasar masih mencerna keputusan aliansi produsen minyak OPEC+ yang kembali menaikkan target produksi mulai Agustus.
Ekspor minyak negara-negara Teluk pun meningkat lebih dari 3 juta barel dibandingkan Mei hingga melampaui 10 juta barel per hari, walaupun volumenya masih sekitar 40% di bawah tingkat sebelum perang.
Dari luar kawasan Timur Tengah, pasokan Rusia turut menjadi perhatian pasar.
Dampak dari hal tersebut adalah realisasi produksi masih berada di bawah kuota.
Analis pasar IG Tony Sycamore menilai keputusan OPEC+ pada dasarnya sudah sesuai ekspektasi pasar. akibat Gangguan tersebut sebelumnya membatasi ekspor dari produsen utama seperti Arab Saudi, Irak, dan Kuwait
Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.20 WIB, harga Brent berada di US$72,24 per barel, naik 0,17% dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu.
Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$69,00 per barel, menguat 0,45%.
Kenaikan tersebut terjadi di tengah prospek bertambahnya pasokan global.
Analisis mendalam tentang OPEC+ Tambah Produksi Lagi, Harga Minyak Malah Menguat akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
