Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,92%, tapi Pasar Masih Wait and See yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
BREN menyumbang bobot sebesar 9,96 poin yang diikuti oleh TLKM 9,4 poin.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Di posisi sebaliknya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi pemberat utama melalui bobot -9,41 poin.
Sebagai rujukan, pada bulan Mei 2026, aktivitas manufaktur Tiongkok mencatatkan moderasi melalui indeks melandai ke level 51,8 dari rekor tertinggi lima tahun di posisi 52,2 pada bulan April.
Meski melandai, pencapaian ini masih berada di atas proyeksi pasar sebesar 51,4.
BPS mencatat impor migas sebesar US$ 4,51 miliar meningkat 70,78% secara tahunan atau year on year/yoy.
Impor tahunan didorong impor non-migas melalui andil 12,95%.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260626142802-19-746000/video-rupiah-melemah-ihsg-anjlok-lebih-2-sentimen-ini-jadi-sebab”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/746000?comscore=off”,”time”:605,”title”:”Video: Rupiah Melemah & IHSG Anjlok Lebih 2%, Sentimen Ini Jadi Sebab!”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/26/rupiah-melemah-ihsg-anjlok-lebih-dari-2-sentimen-ini-penyebabnya-1782460140307_169.png”}]’); Next Article Nasib IHSG Siang Ini, Transaksi Sepi & Turun 2,42%
Dampak dari hal tersebut adalah prospek perdamaian jangka panjang kedua negara masih belum pasti. akibat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga saat ini masih terbelenggu di zona merah dan belum juga mampu bangkit untuk kembali ke zona hijau seperti bursa-bursa regional lainnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif Dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut, ada sesuatu yang tidak biasa di balik pelemahan bursa pasar modal Indonesia yang berkelanjutan belakangan ini.
“Kalau merah terus-terusan there must be something wrong dan itu yang harus kita jawab,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Pilihan Redaksi
- Perusahaan Raffi Ahmad IPO, Ini Isi Dapurnya
- Ada Emiten Mau Aksi Korporasi, Sahamnya Hari Ini ARA
Sebagai informasi, IHSG sepanjang tahun berjalan telah turun 34,95% dan pada bulan lalu turun 7,9% secara bulanan.
Adapun mengawali pekan pertama di semester II-2026, pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi banyak tantangan, baik dari faktor dalam ataupun luar negeri.
Dari global, Iran pada Selasa menegaskan tidak akan mengadakan pertemuan dengan utusan tinggi Amerika Serikat,
Di sisi lain, tetap solid, ditopang secara masif oleh permintaan domestik.
Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 defisit US$ 1,61 miliar. sedangkan Pertumbuhan pesanan baru dan output termoderasi
Sebanyak 391 emiten bergerak naik, 263 turun, dan 305 stagnan.
Volatilitas IHSG sepanjang hari ini masih terbilang tinggi.
Kesepakatan sementara AS-Iran juga mencakup upaya mengakhiri konflik Israel-Hezbollah, tetapi implementasinya masih diragukan.
Kemudian pada hari Rabu, S&P Global dijadwalkan merilis data RatingDog China Manufacturing PMI.
Di sisi lain, PBB memperingatkan dampak perang masih berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan energi di negara-negara yang rentan. sedangkan Meski ketegangan masih tinggi, harga minyak terus melemah,
Nilai transaksi hanya berkutat di Rp 10,25 triliun dan volume perdagangan 17,05 miliar saham.
Adapun mengutip Refinitiv, IHSG hari ini dikerek naik Barito Renewables Energy (BREN), Telkom (TLKM), Barito Pacific (BRPT), hingga Merdeka Battery Materials (MBMA).
Setelah membuka perdagangan melalui kenaikan 1%, IHSG sempat turun hingga menyentuh level terendah di 5.607,45.
Pada sesi kedua IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.737,74 sebelum akhirnya memangkas penguatan pada akhir sesi.
Kendati menutup hari di zona hijau, pelaku pasar tampaknya masih wait and see.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan semester II-2026 di zona hijau setelah turun dalam tiga hari terakhir.
IHSG ditutup naik 51,93 poin atau 0,92% ke level 5.695,12.
Selain itu Bank Mandiri (BMRI), Charoen Pokphand (CPIN), hingga VKTR Teknologi juga masuk dalam daftar top laggards hari ini.
Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi pasar saham Indonesia saat ini perlu diperbaiki.
Teheran menyatakan fokus saat ini adalah menyelesaikan rincian gencatan senjata yang disepakati dua pekan lalu sebelum membahas isu yang lebih rumit, termasuk program nuklirnya.
Iran menegaskan tetap akan mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz bersama Oman dan berencana mulai mengenakan tarif pelayaran pada pertengahan Agustus setelah masa negosiasi 60 hari berakhir.
Pasalnya volume dan transaksi di pasar masih jauh di bawah rata-rata harian.
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,92%, tapi Pasar Masih Wait and See Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 747240, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260701160859-17-747240/ihsg-hari-ini-ditutup-naik-092-tapi-pasar-masih-wait-and-see’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 01 July 2026 16:32 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Ini adalah defisit pertama RI sejak surplus selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebesar defisit US$ 3,76 miliar melalui penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah.
Berdasarkan catatan BPS, impor memang meningkat hingga 22,16% jika dibandingkan Mei 2025.
Defisit ini merupakan defisit pertama sejak 6 tahun lalu.
Kondisi defisit itu disebabkan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, yakni sebesar US$ 24,81 miliar, sedangkan ekspor RI US$ 23,20 miliar.
Analisis mendalam tentang IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,92%, tapi Pasar Masih Wait and See akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
