4 Hari Keok, Rupiah Akhirnya Menguat Lawan Dolar AS

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang 4 Hari Keok, Rupiah Akhirnya Menguat Lawan Dolar AS yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil membalikkan posisi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan ditutup menguat pada perdagangan Kamis (25/6/2026) sore ini.

Melansir data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup di posisi Rp17.915/US$ atau menguat tipis 0,06%.

Penguatan ini menjadi kabar positif setelah dalam empat perdagangan sebelumnya rupiah konsisten mengakhiri perdagangan di zona merah.

Baca: Perusahaan Nyaris Bangkrut Mendadak Mau IPO Sasar Rp 530 Triliun

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sejatinya sempat dibuka melemah pada pagi tadi.

Salah satunya adalah menurunkan ambang batas pembelian valuta asing tunai tanpa dokumen pendukung atau underlying menjadi maksimal US$10.000 per pelaku per bulan.

Namun, Destry menegaskan kebijakan tersebut dilakukan untuk memperbaiki tata kelola, bukan untuk melarang penggunaan dolar AS di dalam negeri.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article Breaking News!

Namun, pelemahan tipis DXY pada sore ini memberi ruang bagi rupiah untuk berbalik menguat setelah empat hari beruntun tertekan.

Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi Amerika Serikat, yakni Personal Consumption Expenditures Price Index atau PCE.

Pada Rabu (24/6/2026), DXY menyentuh level 101,8 seiring ekspektasi pasar terhadap ekonomi AS yang masih kuat dan potensi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.

Kuatnya dolar AS membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, cenderung terbatas.

Meski DXY melemah tipis pada sore ini, posisi indeks dolar AS masih berada di level yang tinggi.

Dolar AS sebelumnya sempat menembus level tertinggi dalam 13 bulan terakhir.

BI juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kestabilan rupiah melalui menggunakan rupiah sebagai alat transaksi utama di dalam negeri.

Hal ini disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam Economic Update CNBC Indonesia 2026.

“Rupiah itu kan mata uang kita bersama, jadi tentunya untuk menjaga stabilitas rupiah itu enggak bisa hanya BI sendiri, tentu saya juga ingin mengajak semua masyarakat, semua bangsa Indonesia untuk kita bersama-sama menjaga rupiah,” kata Destry, dikutip Kamis (25/6/2026).

Untuk menjaga stabilitas kurs, BI telah mengeluarkan sejumlah kebijakan baru.

Namun, seiring berjalannya waktu, mata uang Garuda berhasil membalikkan keadaan hingga akhirnya ditutup menguat.

Rupiah pun bergerak di rentang Rp17.910-Rp17.970/US$ sepanjang perdagangan hari ini.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,03% ke level 101,581.

//

Rupiah berhasil menguat di tengah posisi dolar AS yang masih cukup dominan di pasar global.

4 Hari Keok, Rupiah Akhirnya Menguat Lawan Dolar AS Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745700, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260625145604-17-745700/4-hari-keok-rupiah-akhirnya-menguat-lawan-dolar-as’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 25 June 2026 15:10 Foto: Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Faktor penyebabnya adalah merupakan salah satu indikator inflasi utama yang dicermati The Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) masih terus berupaya menstabilkan rupiah sembari mendukung langkah pemerintah menjaga ekonomi Indonesia agar tetap tumbuh kuat. yang mengakibatkan Data ini menjadi perhatian

Analisis mendalam tentang 4 Hari Keok, Rupiah Akhirnya Menguat Lawan Dolar AS akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *