Harga Minyak Sentuh US$84,32, Selat Hormuz Masih Jadi Isu

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Sentuh US$84,32, Selat Hormuz Masih Jadi Isu yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Oman membahas pungutan sekitar 3%, sementara Amerika Serikat menginginkan tidak ada pungutan.

Rancangan kesepakatan tersebut menghadapi persoalan lain.

Harga ini naik 0,92% dibandingkan penutupan Jumat (7/8) sebesar US$83,55 per barel.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di US$78,68 per barel, naik 0,64% dari US$78,18 per barel pada perdagangan sebelumnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Kenaikan tersebut terjadi setelah harga minyak mengalami tekanan cukup dalam sepanjang pekan lalu.

Namun, Teheran masih menyebut terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat sebelum jalur tersebut dibuka kembali.

Kondisi ini membuat pasar belum memiliki kepastian kapan lalu lintas kapal tanker dapat kembali normal.

Sebelumnya, ekspektasi terhadap tercapainya kesepakatan sempat menekan harga minyak.

Sebaliknya, aturan pelayaran yang belum jelas serta serangan terhadap infrastruktur dan kapal energi mempertahankan risiko gangguan pasokan.

Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade, mengatakan pelaku pasar masih menunggu bukti konkret sebelum mengurangi premi risiko, seperti pergerakan kapal tanker yang telah terverifikasi atau kesepakatan formal.

CNBCΒ IndonesiaΒ 

(emb/emb) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260810103613-19-757869/video-batubara-tertekan-efek-pasokan-india-naik-harga-minyak-melonjak”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/757869?comscore=off”,”time”:256,”title”:”Video: Batubara Tertekan Efek Pasokan India Naik-Harga Minyak Melonjak”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/10/harga-batubara-tertekan-imbas-pasokan-india-naik-harga-minyak-kembali-meroket-1786333503971_169.png”}]’); Next Article Hormuz Makin Panas!

Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan denda hingga 20% dari nilai kargo.

Iran juga menginginkan pungutan sekitar 5%-7% dari harga kargo bagi kapal yang melewati selat tersebut.

Brent turun dari US$90,12 per barel pada 31 Juli menjadi US$83,55 pada 7 Agustus, atau merosot 7,29%.

Baca: Meski Up & Down, Pasar Modal RI Sukses Serok Dana Rp 125 T hingga Juni

Perubahan arah harga minyak terjadi ketika pasar kembali menghadapi ketidakpastian terkait pembukaan Selat Hormuz.

Iran pada Minggu menyatakan pembicaraan melalui Oman mengenai kesepakatan yang mengatur jalur pelayaran di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.

Pada awal Agustus, harga Brent turun di bawah US$80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli.

Namun, pasar kembali berhati-hati setelah muncul rincian mengenai aturan pelayaran yang sedang dibahas Iran dan Oman.

Iran tengah mengkaji rancangan aturan yang dapat melarang kapal Amerika Serikat, Israel dan kapal lain yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz.

Harapan tercapainya kesepakatan dapat membuka ruang bagi pemulihan arus perdagangan dan menekan harga minyak.

Sejumlah sumber industri menyebut sanksi Amerika Serikat serta ketentuan asuransi membuat mekanisme pembayaran dan pelayaran melalui selat tersebut sulit diterapkan.

Risiko pasokan juga kembali mendapat perhatian setelah fasilitas minyak Arab Saudi diserang pada akhir pekan.

Harga Minyak Sentuh US$84,32, Selat Hormuz Masih Jadi Isu Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 757845, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260810100006-17-757845/harga-minyak-sentuh-us-8432-selat-hormuz-masih-jadi-isu’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 10 August 2026 10:50 Foto: REUTERS/Liz Hampton //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah kembali menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026), setelah pasar kembali dibayangi ketidakpastian mengenai pembukaan Selat Hormuz.

Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.45 WIB, harga Brent tercatat US$84,32 per barel.

Kelompok Houthi yang bersekutu melalui Iran menyatakan telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco pada Minggu.

Serangan tersebut terjadi dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Di kawasan Teluk, perusahaan energi Uni Emirat Arab, ADNOC, sebelumnya menyebut 15 kapalnya telah diserang ketika melintasi Selat Hormuz sejak konflik dimulai.

Pasar kini menghadapi dua perkembangan yang bergerak berlawanan.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Sentuh US$84,32, Selat Hormuz Masih Jadi Isu akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *