Seleksi Alam Dimulai, Tak Semua Emiten Akan Bertahan di Bursa RI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Seleksi Alam Dimulai, Tak Semua Emiten Akan Bertahan di Bursa RI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Selanjutnya, perusahaan tersebut wajib memenuhi ketentuan free float 15% paling lambat pada akhir tahun kedua atau 31 Maret 2028.

Sejumlah emiten bahkan telah mengumumkan rencana delisting di tengah tantangan pemenuhan ketentuan likuiditas tersebut.

Dua di antaranya adalah PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) dan PT Indointernet Tbk (EDGE).

SUPR mengumumkan rencana untuk menjadi perusahaan tertutup (go private) dan keluar dari papan perdagangan BEI.

Mayoritas saham EDGE tercatat dimiliki investor asing melalui porsi mencapai sekitar 99,6%.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260612154753-19-742413/video-investasi-pilihan-mi-saat-pasar-pantau-perang-kebijakan-fiskal”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/742413?comscore=off”,”time”:503,”title”:”Video: Investasi Pilihan MI Saat Pasar Pantau Perang-Kebijakan Fiskal”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/12/investasi-pilihan-mi-saat-pasar-pantau-efek-perang-kebijakan-fiskal-ri-1781254427651_169.png”}]’); Next Article BEI Minta Insentif Pajak Emiten Diperluas, Free Float 20% Juga Dapat

Sementara itu, porsi free float yang tercatat hanya sekitar 7,9%, jauh di bawah target minimum yang akan berlaku secara bertahap.

Berdasarkan data NeoBDM, kepemilikan investor individu domestik bahkan hanya sekitar 7,69 juta lembar saham atau kurang dari 0,5% dari total 2,02 miliar saham yang beredar.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan likuiditas pasar dan memperbesar porsi saham yang benar-benar beredar di publik.

Baca: MSCI Bikin Deg-degan Pasar, Asing Langsung Kabur Rp1,17 Triliun

Sebagai gambaran, perusahaan melalui kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun dan free float eksisting di bawah 12,5% diberikan waktu satu tahun untuk mencapai target free float 12,5%.

Perseroan mengakui hingga saat ini belum mampu memenuhi ketentuan minimum free float yang dipersyaratkan dan terdapat kemungkinan target tersebut tidak dapat dipenuhi selama masa transisi yang diberikan.

Dalam aksi korporasi tersebut, pemegang saham pengendali PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menawarkan harga pembelian kembali saham sebesar Rp45.000 per saham.

Ketentuan tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas pasar dan memperluas saham yang dapat diakses investor.

Bagi sebagian besar emiten aturan tersebut tidak akan menjadi persoalan berarti.

Bagi emiten yang tidak mampu memenuhi, terdapat pilihan untuk keluar dari bursa, atau voluntary delisting.

Pengamat pasar modal Yanuar Rizky mengatakan, aturan tersebut akan mendorong seleksi alamiah terhadap emiten yang basis investornya terbatas.

“Yang akan ada seleksi alamiah, investor retailnya terbatas, cenderung pragmatis, jadi akan ada yang nggak akan memenuhi,” ungkap Yanuar kepada CNBC Indonesia.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy menilai aturan free float minimum 15% dapat menjawab sebagian catatan MSCI terkait rendahnya jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan di pasar.

Dampak dari hal tersebut adalah perlu melepas sebagian saham ke publik untuk memenuhi ketentuan baru.

“Namun saya melihat bursa kemungkinan akan lebih mengedepankan masa transisi dan penyesuaian bertahap daripada langsung melakukan delisting,” jelas Budi.

Sebagaimana diketahui, BEI telah meningkatkan ketentuan free float minimum secara bertahap dari sebelumnya 7,5% menjadi 15%. akibat Namun, tantangan justru dihadapi perusahaan yang struktur kepemilikannya sangat terkonsentrasi pada pemegang saham pengendali dan pihak afiliasi

Seleksi Alam Dimulai, Tak Semua Emiten Akan Bertahan di Bursa RI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745526, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260625072506-17-745526/seleksi-alam-dimulai-tak-semua-emiten-akan-bertahan-di-bursa-ri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 25 June 2026 08:40 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Aturan baru terkait peningkatan porsi saham beredar di publik (free float) dinilai berpotensi memicu proses seleksi alami di pasar modal.

Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi harian SUPR selama 12 bulan terakhir yang tercatat sebesar Rp42.295 per saham.

Sementara itu, emiten pusat data EDGE juga memilih meninggalkan bursa dibandingkan meningkatkan porsi saham publiknya meski telah lima tahun berstatus perusahaan tercatat.

Perseroan menilai status sebagai perusahaan terbuka tidak lagi memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan bisnis.

Hingga akhir Januari 2026, sekitar 89,1% saham EDGE dikuasai oleh Digital Edge (Hong Kong).

Manajemen menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan strategis dan kondisi likuiditas saham perseroan.

Pertimbangan pertama adalah keinginan untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan serta meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan strategi dan investasi jangka panjang grup.

Menurut manajemen, langkah tersebut akan lebih optimal dilakukan apabila perseroan beroperasi sebagai perusahaan tertutup.

Alasan kedua adalah rendahnya likuiditas perdagangan saham EDGE di pasar.

Analisis mendalam tentang Seleksi Alam Dimulai, Tak Semua Emiten Akan Bertahan di Bursa RI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *