Volatilitas Masih Tinggi, IHSG Sempat Dibuka Turun Sebelum Naik 0,35%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Volatilitas Masih Tinggi, IHSG Sempat Dibuka Turun Sebelum Naik 0,35% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibukaΒ di zona merah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) sebelum akhirnya memantul ke zona hijau.Β 

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di level 5.873,07 sebelum bergerak turun ke 5.865,68, melemah 18,20 poin atauΒ  -0,31%.

Volatilitas Masih Tinggi, IHSG Sempat Dibuka Turun Sebelum Naik 0,35% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745550, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260625084357-17-745550/volatilitas-masih-tinggi-ihsg-sempat-dibuka-turun-sebelum-naik-035’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 25 June 2026 09:04 Foto: Ilustrasi orang berdoa melalui latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Namun per pukul 09.02 WIB IHSGΒ naik 0,35% ke 5.904,28.

Sebanyak 177 saham menguat, 194 saham melemah, sementara 588 saham bergerak stagnan.

Dampak dari hal tersebut adalah dapat memicu tekanan terhadap aset berisiko termasuk IHSG dan rupiah.

Selain itu, pasar juga menunggu data klaim pengangguran mingguan AS untuk membaca kondisi terbaru pasar tenaga kerja. akibat Jika inflasi PCE kembali menunjukkan kenaikan, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer) berpotensi menguat, mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury,

Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang tetap solid berpotensi memperkuat pandangan bahwa The Fed belum memiliki ruang untuk segera memangkas suku bunga.

Di tengah sentimen tersebut, indeks dolar AS yang telah menembus level 101,609 menjadi faktor yang masih membatasi ruang penguatan rupiah dan pasar saham domestik, seiring meningkatnya tekanan terhadap arus modal ke negara berkembang.

Merujuk data Refinitiv, rupiah harus rela parkir di zona merah setelah ditutup melemah 0,50% ke level Rp17.925/US$ kemarin, Rabu (25/6/2026).

Dengan posisi tersebut, mata uang Garuda belum mampu keluar dari tekanan dan sudah melemah selama empat hari perdagangan beruntun.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260610102725-19-741607/video-reli-ihsg-berlanjut-rupiah-menguat-ke-rp-17875-per-dolar-as”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/741607?comscore=off”,”time”:177,”title”:”Video: Reli IHSG Berlanjut & Rupiah Menguat ke Rp 17.875 per Dolar AS”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/10/reli-ihsg-berlanjut-rupiah-menguat-ke-rp-17875-per-dolar-as-1781063597880_169.png”}]’); Next Article Penampakan Dasco, Bos OJK dan Danantara Sidak ke BEI

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp235,4 miliar melalui volume 331,9 juta saham yang diperdagangkan dalam 38.560 kali transaksi.

Baca: Seleksi Alam Dimulai, Tak Semua Emiten Akan Bertahan di Bursa RI

Memasuki perdagangan Kamis (25/6/2026), pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi sentimen hasil review MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market.

Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi keluarnya dana asing secara besar-besaran apabila status Indonesia diturunkan menjadi Frontier Market.

OJK menegaskan akan melanjutkan reformasi untuk memperkuat integritas dan transparansi pasar, sementara pemerintah menilai evaluasi lanjutan MSCI merupakan proses yang wajar.

Di sisi eksternal, perhatian investor beralih ke rilis inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menjadi acuan utama The Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Meski demikian, MSCI masih memberikan catatan terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas implementasi reformasi pasar modal yang akan kembali dievaluasi pada November 2026.

Dari domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah menilai keputusan MSCI mencerminkan masih kuatnya kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.

Analisis mendalam tentang Volatilitas Masih Tinggi, IHSG Sempat Dibuka Turun Sebelum Naik 0,35% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *