Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Nasib Saham BREN Setelah Pengumuman MSCI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Sebanyak 98 saham menguat, 611 saham melemah, dan 104 saham bergerak stagnan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan adalah TPIA, BBCA, DSSA, BBRI dan BMRI.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260623161747-19-745102/video-bos-sekuritas-ungkap-efek-kebijakan-msci-ke-bursa-saham-ri”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/745102?comscore=off”,”time”:444,”title”:”Video: Bos Sekuritas Ungkap Efek Kebijakan MSCI ke Bursa Saham RI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/24/bos-sekuritas-ungkap-efek-kebijakan-msci-ke-bursa-saham-ri-1782289104701_169.png”}]’); Next Article MSCI Apresiasi Reformasi Pasar Modal RI, Begini Respon OJK
Koreksi tersebut memperdalam tren, di mana BRENsudah anjlok 62,27% sepanjang tahun berjalan.
Adapun nilai net buy asing di saham BREN terpaut jauh melalui saham lain.
IHSG bergerak di rentang tertinggi di level 6.171 dan terendah di level 5.876.
Nilai transaksi mencapai Rp 15,15 triliun melalui volume 26,94 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,03 juta kali transaksi.
Dampak dari hal tersebut adalah saham yang beredar dan bisa diperdagangkan publik sangat terbatas
Kendati diborong asing, saham BRENtetap mengalami koreksi sebesar -1,08% ke level 3.650. akibat Bursa Efek Indonesia menilai 97,31% kepemilikan saham BREN terpusat atau terkonsentrasi pada sedikit pihak,
Di bawahnya, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMMA) mencatat net foreign buy sebesar Rp43,3 miliar dan selanjutnya PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) senilai Rp39,1 miliar.
Selengkapnya, berikut 10 saham melalui net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – Rp219,5 miliar
- PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMMA) – Rp43,3 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp39,1 miliar
- PT Metrocap Capital Tbk (BCAP) – Rp17,6 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Rp17,5 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp13,2 miliar
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – Rp8,7 miliar
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) – Rp8,3 miliar
- PT Mayora Indah Tbk (MYOR) – Rp7,7 miliar
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) – Rp7,7 miliar
Baca: Jadi Sorotan MSCI, Ini 13 Saham HSC Terbaru
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,56% atau turun 217 poin ke level 5.883,88.
Dampak dari hal tersebut adalah Indonesia untuk sementara tetap mempertahankan status sebagai pasar berkembang (emerging market).
Namun MSCI menegaskan masih akan mengevaluasi efektivitas reformasi yang dilakukan regulator dan membuka kemungkinan langkah lanjutan, termasuk konsultasi terkait potensi penurunan status apabila implementasi perbaikan dinilai belum memadai.
Di tengah arus dana asing yang keluar, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) justru menjadi saham dengan pembelian bersih (net buy) asing terbesar pada perdagangan kemarin dengan nilai mencapai Rp219,5 miliar.
Padahal saham emiten Prajogo Pangestu tersebut masuk dalam daftar saham High Shareholding Concentration (HSC). akibat Nasib Saham BREN Setelah Pengumuman MSCI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745512, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260624220227-17-745512/nasib-saham-bren-setelah-pengumuman-msci’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 25 June 2026 08:05 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah derasnya aksi jual investor asing yang mencapai Rp1,17 triliun pada perdagangan Rabu (24/6/2026), sejumlah saham justru masih menjadi incaran pelaku pasar global.
Investor asing kabur dari pasar modal Tanah Air seiring dengan pengumuman MSCI mengenai hasil tinjauan klasifikasi pasar modal Indonesia.
MSCI memutuskan untuk memperpanjang masa pemantauan (review) status pasar modal Indonesia hingga November 2026,
Analisis mendalam tentang Nasib Saham BREN Setelah Pengumuman MSCI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
