Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang MSCI Apresiasi Reformasi Pasar Modal RI, Begini Respon OJK yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
MSCI Apresiasi Reformasi Pasar Modal RI, Begini Respon OJK Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745488, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260624181339-17-745488/msci-apresiasi-reformasi-pasar-modal-ri-begini-respon-ojk’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Khoirul Anam, CNBC Indonesia 24 June 2026 18:19 Foto: dok OJK
Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengumuman MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 24 Juni 2026.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dalam review itu, MSCI mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Markets.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa keputusan ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.
“Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan.
Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Friderica dikutip, Rabu (24/6/2026).
Sebelumnya, pada 19 Juni 2026, MSCI telah merilis laporan Global Market Accessibility Review 2026.
OJK dan SRO akan terus memperkuat dan mengakselerasi implementasi agenda-agenda reformasi di pasar modal dalam negeri, melalui dukungan koordinasi dan sinergi yang erat dengan segenap pemangku kepentingan.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk menindaklanjuti masukan dan concern dari pihak-pihak terkait dalam upaya memperkuat kredibilitas dan integritas pasar modal domestik.
Ke depan, upaya-upaya untuk memperkuat relevansi dan peran pasar Indonesia dalam skala global juga akan terus diperkuat.
MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kita jalankan berada pada arah yang tepat.
MSCI Pertahankan RI Emerging Market”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/24/tok-msci-pertahankan-ri-emerging-market-1782272387400_169.png”}]’); Next Article Analis Sebut Rapor MSCI RI Unggul Dibanding India, Korea & Taiwan
Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik,” kata Hasan.
Baca: RI Tak Impor Beras Medium, Amran Ungkap Efek Dahsyatnya ke Petani
Menurut Hasan, pengakuan terhadap agenda-agenda reformasi menjadi modal penting bagi pasar modal domestik untuk terus tumbuh melalui fondasi transparansi, integritas, dan tata kelola yang semakin kuat.
“Tentu kami melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif.
Faktor penyebabnya adalah itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat engagement dengan global index providers, investor global, serta seluruh stakeholders terkait guna semakin meningkatkan kredibilitas, integritas, dan investability pasar modal Indonesia ke depan,” kata Hasan.
Hasan mengemukakan bahwa pengumuman klasifikasi pasar MSCI ini sejalan dengan hasil evaluasi lembaga penyedia indeks global lainnya, FTSE Russell, beberapa waktu lalu.
“Pada April 2026, FTSE Russell sudah menempatkan Indonesia tetap berada di kelompok Secondary Emerging Markets, setara dengan beberapa major markets seperti Tiongkok dan India. yang mengakibatkan Oleh
Hal ini ditopang oleh kinerja perekonomian Indonesia yang kuat serta pertumbuhan pasar domestik sesuai melalui kondisi fundamentalnya.
“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global.
Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif,” kata Hasan.
OJK menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang sangat berharga dari Pemerintah, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, SRO, pelaku industri, investor, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dan dukungan yang kuat dalam mendorong agenda reformasi pasar modal Indonesia.
Capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang mencerminkan komitmen kolektif untuk membangun pasar modal yang semakin transparan, berintegritas, dan berdaya saing global.
(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260624084014-19-745225/video-tok-msci-pertahankan-ri-emerging-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/745225?comscore=off”,”time”:91,”title”:”Video: Tok!
Indonesia juga tidak masuk Watch List untuk peninjauan lebih lanjut oleh FTSE Russell,” kata dia.
“Kali ini MSCI mengumumkan hal serupa dan mempertahankan status kita di Emerging Markets, bahkan secara khusus memberikan highlight terkait inisiatif-inisiatif reformasi pasar modal yang telah dan sedang kita gulirkan,” kata Hasan.
Baca: KKP Ungkap Kinerja Sektor Perikanan RI Masih Solid
Hasan juga menegaskan bahwa dipertahankannya status Emerging Markets ini bukanlah tujuan akhir.
Hasil evaluasi tersebut menempatkan market accessibility Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara Emerging Markets di kawasan Asia-Pasifik.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa hasil penilaian tersebut sekaligus menunjukkan pengakuan lembaga penyedia indeks global terhadap agenda reformasi pasar modal Indonesia yang dijalankan oleh OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO), melalui dukungan seluruh pemangku kepentingan, sejak awal tahun 2026.
“Pengakuan terhadap capaian reformasi pasar modal ini tentu kita sambut positif.
Analisis mendalam tentang MSCI Apresiasi Reformasi Pasar Modal RI, Begini Respon OJK akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
