BI Rate Naik 100 Basis Poin dalam Sebulan, Bakal Naik Lagi?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Rate Naik 100 Basis Poin dalam Sebulan, Bakal Naik Lagi? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Adapun, langkah BI ini ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak ketidakpastian global.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI menaikkan 50 bps pada Mei lalu.

“Periode ketidakpastian yang berkepanjangan dapat menyebabkan premi risiko yang lebih tinggi pada aset keuangan Indonesia, yang berpotensi mendorong BI untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat, yang mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih lanjut,” katanya.

Sebaliknya, Faisal menilai jika risiko eksternal dan domestik secara bertahap mereda dan kondisi pasar keuangan stabil, kebutuhan akan pengetatan kebijakan lebih lanjut dapat berkurang, memungkinkan BI memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menyesuaikan respons kebijakannya sejalan melalui perkembangan ekonomi fundamental.

“Karena kami memperkirakan tekanan ini akan secara bertahap mereda pada paruh kedua tahun 2026, untuk saat ini kami mempertahankan perkiraan dasar kami bahwa suku bunga BI akan tetap di 5,75% untuk sisa tahun 2026,” tegasnya.

Namun, jika tekanan eksternal dan domestik berlanjut atau meningkat, Faisal melihat kemungkinan bagi BI untuk menerapkan kenaikan suku bunga kebijakan lebih lanjut untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan pasar keuangan.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260618143550-19-743770/video-bi-kembali-naikkan-suku-bunga-acuan-25-bps-menjadi-575″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/743770?comscore=off”,”time”:735,”title”:”Video: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/18/bi-kembali-naikkan-suku-bunga-acuan-25-menjadi-575-1781770054271_169.png”}]’); Next Article BI Rate Ditahan 4,75% Dalam 7 Bulan Beruntun, Ini Alasannya!

Dengan kenaikan ini, total kenaikan suku bunga acuan sepanjang tahun ini mencapai 100 bps.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rahman mengatakan keputusan BI untuk menaikkan suku bunga BI sebesar 25bps lagi menjadi 5,75% pada pertemuan 26 Juni, setelah kenaikan suku bunga 25bps yang mengejutkan sebelumnya di bulan yang sama, bukanlah hal yang sepenuhnya tidak terduga.

Sebelumnya, Bank Mandiri melihat bahwa masih ada ruang untuk kenaikan suku bunga kebijakan lebih lanjut selama sisa tahun 2026.

Akibatnya, defisit transaksi berjalan dapat melebar lebih jauh, menambah tekanan pada rupiah.

“Tantangan-tantangan ini telah berkontribusi pada premi risiko yang lebih tinggi pada aset keuangan Indonesia dan tekanan depresiasi yang berkelanjutan pada rupiah,” tambahnya.

Selain itu, sentimen investor mungkin tetap waspada menjelang peristiwa-peristiwa penting, termasuk tinjauan klasifikasi pasar MSCI yang akan datang dan penilaian peringkat kedaulatan S&P untuk Indonesia pada Juni 2026 dan Juli 2026.

Dengan demikian, dia melihat bahwa lintasan suku bunga BI di masa depan sebagian besar akan bergantung pada bagaimana ketidakpastian global dan domestik berkembang.

Faktor penyebabnya adalah Mandiri hanya mengantisipasi kenaikan suku bunga tambahan pada awal kuartal ketiga tahun 2026.

“Menurut pandangan kami, kenaikan suku bunga ini mencerminkan langkah antisipasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko kenaikan premi risiko pada aset keuangan Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan domestik, khususnya setelah sikap kebijakan Fed yang lebih hawkish dari yang diperkirakan pada pertemuan FOMC 26 Juni,” ujar Faisal.

Dari perspektif fundamental makroekonomi, ekonomi Indonesia tetap relatif tangguh. yang mengakibatkan Namun, kenaikan terbaru ini terjadi lebih awal dari perkiraan Mandiri,

Baca: BI Rate Naik, Bank Digital Bakal Perang Suku Bunga?

Faktor penyebabnya adalah potensi dampak tertunda dari harga energi global yang lebih tinggi dan depresiasi rupiah terhadap prospek inflasi Indonesia, posisi fiskal, dan neraca eksternal. yang mengakibatkan Namun, Faisal menilai kerentanan domestik juga tetap tinggi, terutama

Kemudian, dalam RDG Mingguan awal Juni, BI kembali menaikkan suku bunga acuan 25 bps hingga 5,50%.

“Faktor-faktor ini dapat meningkatkan tekanan inflasi impor melalui kenaikan biaya input dan berkontribusi pada pelebaran defisit kembar,” paparnya.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 743903, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260619064117-17-743903/bi-rate-naik-100-basis-poin-dalam-sebulan-bakal-naik-lagi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); haa,  CNBC Indonesia 19 June 2026 07:55 Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) sepanjang tahun 2026.

Sementara itu, sektor eksternal kemungkinan akan menghadapi tekanan yang meningkat dari impor yang lebih tinggi, terutama untuk energi dan barang setengah jadi, sementara ekspor mungkin tetap lesu di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian yang terus-menerus.

Baca: BI Rate Naik, Airlangga Minta Himbara Tak Cepat Naikkan Bunga Kredit

Dari sisi fiskal, penerimaan pemerintah yang lebih lemah dari perkiraan dapat membatasi fleksibilitas fiskal pada saat kewajiban pembayaran utang dan pengeluaran subsidi energi meningkat, terutama jika pemerintah terus mengejar agenda pertumbuhan ekspansif.

BI Rate Naik 100 Basis Poin dalam Sebulan, Bakal Naik Lagi?

Pada RDG 17-18 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.

Analisis mendalam tentang BI Rate Naik 100 Basis Poin dalam Sebulan, Bakal Naik Lagi? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *