Jadi Tersangka KPK, Segini Harta Kekayaan Silmy Karim

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Jadi Tersangka KPK, Segini Harta Kekayaan Silmy Karim yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Bahkan pada saat melakukan pembelian rumah dibayarkan menggunakan kepingan emas tersebut,” tuturnya.

Diketahui dalam laporan PPATK menunjukan kejanggalan dari transaksi keuangan melalui 35 pegawai Kementerian Imipas pada periode 2019 – 2025.

Pelaku menggunakan uang hasil pemerasan untuk kepentingan pribadi.

Termasuk mendirikan perusahaan towing, untuk menyamarkan uang yang diterima dari pemerasan dokumen tinggal seperti visa, paspor, tenaga kerja, hingga izin tinggal WNA.

“Uang tersebut digunakan oleh para pihak untuk kepentingan pribadi, pembelian aset, maupun kegiatan usaha seperti mendirikan perusahaan towing untuk menyamarkan penerimaan uang tersebut,” kata Setyo, dalam konferensi pers, Kamis (4/6/2026).

Kasus ini merupakan penyelidikan tertutup yang bermula dari tindak lanjut terkait kasus Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan yang ditangani KPK 2025 lalu.

Beserta data laporan dari transaksi keuangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Menurut Setyo, ketika saat perkara ini mencuat dan ditangani KPK, ada penarikan dana dari rekening penampung yang disiapkan.

“Para pihak terkait diduga panik dan segera menaik uang dari rekening penampung.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim yang menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki harta kekayaan sebesar Rp 234,5 miliar.

Sementara Rp 357 miliar atau 97% lainnya diduga berasal dari pihak-pihak pemohon layanan pengurusan keimigrasian, seperti visa, paspor, tenaga kerja, dan izin tinggal.

Dalam proses penyelidikan, Silmy selaku pejabat Dirjen Imigrasi tahun 2023 – 2024 diduga melakukan pemerasan melalui cara ‘meminta jatah’ dari pengurusan izin tinggal para WNA melalui Direktur Izin Tinggal era itu Jaya Saputra.

KPK, menduga pihak-pihak di Ditjen Imigrasi atau Kementerian Imipas menerima uang setidaknya Rp 145,5 miliar secara langsung maupun perantara selama periode 2022-2026.

“Uang tersebut kemudian dibagikan kepada para oknum di Dirjen Imipas/Kementerian Imipas setiap pekan di hari Jumat, salah satunya saudara SK yang menerima jatah rutin sebesar Rp 100 juta per minggu,” terangnya.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260604155848-19-740193/video-bos-mi-ungkap-alasan-investor-kabur-bikin-ihsg-rupiah-anjlok”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/740193?comscore=off”,”time”:585,”title”:”Video: Bos MI Ungkap Alasan Investor Kabur Bikin IHSG & Rupiah Anjlok”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/04/bos-mi-ungkap-alasan-investor-kabur-bikin-ihsg-anjlok-rupiah-jatuh-ke-rp-18000usd-1780564052193_169.png”}]’); Next Article Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK, Segini Hartanya

Silmy menjadi salah satu pihak yang dikejar KPK terkait melalui rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta Barat pada 2-3 Juni 2026.

Mengutip Laporan Harta Kekayaannya di situs LHKPN KPK, total harta kekayaannya sebesar Rp 234.596.795.910.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Peneliti Israel Temukan Misteri Kerajaan Nabi Sulaiman

Harta kekayaan tersebut terdiri dari 11 tanah yang tersebar di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan senilai Rp.

Ditemukan aliran dana pada 96 rekening bank melalui total nilai mencapai Rp 366,7 miliar.

Dari total aliran uang tersebut, hanya sebesar Rp 9,7 miliar atau sekitar 3% yang bersumber dari gaji/tunjangan.

Jadi Tersangka KPK, Segini Harta Kekayaan Silmy Karim Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 740311, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260605082446-17-740311/jadi-tersangka-kpk-segini-harta-kekayaan-silmy-karim’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 05 June 2026 08:34 Foto: Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, tampak mengenakan rompi tahanan berwarna oranye saat berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

184.024.640.000.

Selain itu Silmy juga memiliki 7 kendaraan melalui total senilai Rp 8.475.000.000 berupa motor dan mobil.

Di sisi lain, Silmy Karim juga memiliki aset harta bergerak lainnya senilai Rp 11.390.000.000, aset surat berharga senilai Rp 8.695.320.000, dan aset kas dan setara kas senilai Rp 31.007.358.544.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budianto menjabarkan sejumlah alokasi uang yang dibelanjakan 7 tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).

Analisis mendalam tentang Jadi Tersangka KPK, Segini Harta Kekayaan Silmy Karim akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *