Siap-siap BI Makin Galak! Rupiah Tertekan dan Harga-harga Melambung

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Siap-siap BI Makin Galak! Rupiah Tertekan dan Harga-harga Melambung yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah kenaikan 50 basis poin (0,50%) yang telah dilakukan sebelumnya dipandang sebagai langkah antisipatif dan berorientasi ke depan untuk menjaga stabilitas makroekonomi serta nilai tukar pada tahun 2026.

“Dengan asumsi pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi pada tingkat saat ini, inflasi tahunan diperkirakan mencapai sekitar 2,72% pada akhir tahun 2026. yang mengakibatkan IHSG Tiba-Tiba Ambruk 1,60%, Saham Konglo Balik Arah

Namun, skenario dasar (baseline) tetap memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,25%,

Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.26 WIB, rupiah melemah 0,39% ke level Rp17.900/US$.

Pelemahan ini semakin dalam dibandingkan posisi pembukaan perdagangan, ketika rupiah dibuka melemah 0,22% ke level Rp17.870/US$.

Rupiah Tertekan & Harga-harga Melambung Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 739654, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260603095308-17-739654/siap-siap-bi-makin-galak-rupiah-tertekan-harga-harga-melambung’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia 03 June 2026 10:20 Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertubuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” di Grha Bhasvara Icchana, kompleks kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam.

Dolar AS Tembus Rp17.900

Mereka menyebut, tekanan inflasi pada Mei 2026 sudah memberikan tanda potensi kenaikan harga-harga di Indonesia akan berlanjut, melalui realisasi mencapai 3,08% secara tahunan (YoY) dan 0,28% secara bulanan (MoM) pada Mei 2026, meningkat dari 2,42% YoY dan 0,13% MoM pada April.

“Ancaman inflasi yang semakin nyata ini kemungkinan akan memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat (hawkish) untuk sementara waktu,” kata mereka dikutip dari Monthly Economic Briefing BCA Economic and Industry Research, Rabu (3/6/2026).

Menurut tim ekonom BCA, inflasi bulanan yang relatif tinggi mencerminkan dampak dari guncangan harga energi (energy shock).

(CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah ekonom di Indonesia memperkirakan, Bank Indonesia (BI) akan terus mempertahankan kebijakan moneter ketat atau hawkish imbas dari terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, ditambah melalui makin tingginya tekanan inflasi.

Hal ini salah satunya disampaikan oleh Head of Banking Research and Analytics BCA Victor George Petrus Matindas dan Ekonom BCA Samuel Theophilus Artha dalam laporan bulanannya bertajuk “CPI: Slowly creeping up”.

Baca: Breaking News!

Level ini sekaligus menjadi all time low terbaru bagi rupiah terhadap greenback.

Dampak dari hal tersebut adalah memperbesar kemungkinan dan alasan bagi Bank Indonesia untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya,” kata Faisal.

(arj/arj) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article Ekonom Bank Permata Bilang Rupiah Sulit ke Rp16.000/US$, Ini Alasannya akibat Namun, apabila berbagai risiko yang disebutkan sebelumnya benar-benar terjadi dan kondisi memburuk, inflasi dapat meningkat lebih tajam

Dari tiga kelompok utama inflasi, harga yang diatur pemerintah (administered prices) mencatat kenaikan paling tajam sebesar 0,52% MoM, yang disebabkan oleh kenaikan tarif penerbangan dan harga energi nonsubsidi.

Faktor tambahan lainnya adalah lonjakan harga beberapa bahan pangan tertentu, meskipun perlu dicatat bahwa komponen-komponen tersebut (bersama emas) memang sering mengalami fluktuasi harga yang tinggi.

“Meskipun sektor transportasi hanya memberikan kontribusi langsung yang terbatas terhadap IHK (dengan bobot sekitar 11,9%), kontribusi tidak langsungnya melalui sektor logistik jauh lebih besar, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan.

Faktor penyebabnya adalah itu, dampak keseluruhan kenaikan harga energi tidak hanya tercermin pada tarif transportasi, tetapi juga pada kenaikan harga barang dan jasa secara umum,” ujar tim ekonom BCA.

Selain itu, depresiasi tajam nilai tukar Rupiah (melemah sekitar 6,5% sejak awal tahun/YtD) menurut mereka juga berpotensi meningkatkan biaya input produksi lebih lanjut, yang pada akhirnya dapat memaksa produsen menaikkan harga jual untuk mempertahankan margin mereka.

Baca: Surplus Dagang Menipis, Defisit Transaksi Berjalan RI Terancam Melebar

Saat ini mata uang Garuda pun telah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level psikologis baru. yang mengakibatkan Oleh

Faktor penyebabnya adalah berbagai masalah inflasi dan tekanan kurs.

Baca: Breaking! yang mengakibatkan Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank, Faisal Rachman mengatakan, adanya potensi kenaikan suku bunga BI (BI-Rate) sekali lagi pada tahun ini

Faktor penyebabnya adalah itu, proyeksi saat ini memperkirakan adanya kenaikan suku bunga tambahan sebesar 50 basis poin (0,50%) sepanjang tahun 2026,” tegas tim ekonom BCA.

Pernyataan serupa disampaikan oleh tim ekonom Bank Permata. yang mengakibatkan Setelah menembus level psikologis Rp17.900/US$, rupiah kini semakin mendekati level psikologis berikutnya di Rp18.000/US$.

Oleh sebab itu, mereka menilai Bank Indonesia sudah terlihat semakin agresif dalam mempertahankan nilai tukar Rupiah, yang tercermin dari imbal hasil SRBI tenor 12 bulan yang mencapai 6,92% pada lelang terakhir.

Mengingat suku bunga acuan BI saat ini berada di 5,25%, Bank Indonesia menurut BCA masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut tanpa secara signifikan mengganggu likuiditas di pasar.

“Oleh

Analisis mendalam tentang Siap-siap BI Makin Galak! Rupiah Tertekan dan Harga-harga Melambung akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *