Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Anjlok Tajam, Analis Khawatir Tekanan Belum Berakhir yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Selain itu, investor juga turut mencermati wacana ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia, yang memicu kekhawatiranย akan ketidakpastian regulasi atau kontrol negara terhadap sektor swasta.

Adapun saat ini IHSGย sudah jauh meninggalkan support kuat di area 6.300-6.400.

Level 6.000 saat ini menjadi area support penting yang apabila gagal dipertahankan kemungkinan tren pelemahan IHSGย akan berlanjut ke level 5.800.ย 

Sebagai informasi, sejak awal sesi kemarin, IHSG sempat bergerak di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.378,81 sebelum akhirnya terus melemah hingga menyentuh titik terendah di 6.080,95.

Nilai transaksi pasar tercatat cukup besar mencapai Rp18,03 triliun melalui volume perdagangan 33,45 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,11 juta kali.

Tekanan jual terjadi nyaris merata di seluruh papan perdagangan.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesiaย โ€” Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada perdagangan Kamis (21/5/2026), seiring tekanan jual besar-besaran yang terjadi hampir sepanjang hari perdagangan.

Adapun tekanan pertama IHSG berasal dari hasil rebalancing MSCI yang membuat saham-saham berkapitalisasi besar ditinggalkan investor.

“Beberapa saham big caps yang dikeluarkan dari konstituen mendorong terjadinya outflow terutama menjelang effective date rebalancing MSCI,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (21/5/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Selain itu, suku bunga acuan yang naik +50bps menjadi 5,25% juga menjadi perhatian para investor.

Faktor penyebabnya adalah inflasi negara tersebut yang masih tinggi.

Sementara, Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan hal yang senada bahwa efek rebalancing MSCI masih terasa, dan masih memicu tekanan jual dari investor global.

Rupiah yang masih relatif lemah membuat investor asing cenderung lebih berhati-hati terhadap aset Indonesia, sehingga IHSG terlihat tertinggal dibanding bursa Asia lain.

Baca: Ekspor Via DSI Baru 2027, Harga Minyak Turun: Bisa Bantu IHSG Bangkit? yang mengakibatkan “Ini berisiko mengerem pertumbuhan kredit bank,” imbuhnya.

Sentimen lainnya adalah hasil FOMC Minutes yang menunjukkan suku bunga Amerika serikat masih akan ditahan tinggi

Sebanyak 700 saham ditutup melemah, hanya 91 saham menguat, sementara 168 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga turun menjadi Rp10.553 triliun seiring anjloknya mayoritas saham berkapitalisasi jumbo.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor berada di zona merah.

Koreksi tajam ini membuat IHSG kehilangan 223,56 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 6.318,50.

Analis MNC Sekuritas Herditya mengatakan, secara teknikal, posisi IHSG masih berada dalam tren pelemahan.

Sektor utilitas menjadi yang paling dalam koreksinya yakni mencapai 7,80%, disusul sektor energi 6,87%, dan bahan baku 6,09%.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260513150559-19-734754/video-misbakhun-rebalancing-msci-jadi-obat-pahit-penguatan-bursa”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734754?comscore=off”,”time”:673,”title”:”Video: Misbakhun: Rebalancing MSCI Jadi Obat "Pahit" Penguatan Bursa”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/13/misbakhun-rebalancing-msci-jadi-obat-pahit-penguatan-bursa-saham-ri-1778660079793_169.png”}]’); Next Article Diterjang Badai MSCI, IHSG Ambruk Nyaris 2% ke Level 6.700-an

IHSG Anjlok Tajam, Analis Khawatir Tekanan Belum Berakhir Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736877, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260522065808-17-736877/ihsg-anjlok-tajam-analis-khawatir-tekanan-belum-berakhir’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 22 May 2026 07:45 Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026).

Analisis mendalam tentang IHSG Anjlok Tajam, Analis Khawatir Tekanan Belum Berakhir akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *