Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Saham Prajogo Masih Jadi Sasaran Jual Asing yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Sebelum terpangkas signifikan pada akhir sesi pertama, IHSG sempat ambruk nyaris 2,5% usai Prabowo mengumumkan inisiasi badan ekspor milik BUMN.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Mayoritas sektor perdagangan melemah, melalui kontribusi pelemahan terbesar dicatatkan oleh infrastruktur dan barang baku, sementara yang menguat ada teknologi dan finansial.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260513132724-19-734709/video-selamatkan-ihsg-rupiah-investor-butuh-aksi-nyata-pemerintah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734709?comscore=off”,”time”:560,”title”:”Video: Selamatkan IHSG & Rupiah, Investor Butuh Aksi Nyata Pemerintah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/13/selamatkan-ihsg-rupiah-investor-butuh-aksi-nyata-pemerintah-perkuat-ekonomi-atasi-defisit-apbn-1778654441966_169.png”}]’); Next Article Jelang MSCI, Saham Ini Dibuang Asing di Sesi 1
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing masih melanjutkan aksi jual di sejumlah saham big caps meski secara keseluruhan berhasil membukukan net buy di pasar reguler pada perdagangan Selasa (20/5/2026).
Berdasarkan data bursa, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham melalui net sell asing terbesar mencapai Rp375,8 miliar.
Setelah sempat naik turun sepanjang perdagangan intraday, IHSG berakhir melemah 0,82% ke level 6.318,50 pada penutupan.
Sebanyak 483 saham melemah, hanya 208 saham menguat dan sebanyak 126 saham tidak bergerak.
Akan tetapi asing justru masuk ke saham bertema energi dan hilirisasi seperti ENRG, MBMA, BRMS, dan INDY.
Baca: Purbaya: BUMN Ekspor Kabar Positif Buat Pasar Saham, Saatnya Serok
Sementara itu IHSG bergerak bak roller coaster pada perdagangan kemarin.
Disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp221 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp140,5 miliar.
Aksi lepas asing juga masih terjadi di saham-saham konglomerasi dan telekomunikasi seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), hingga PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Berikut daftar saham melalui net sell asing terbesar pada perdagangan kemarin:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp375,8 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp221 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp140,5 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp123,8 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp113,7 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – Rp109,7 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) – Rp100,7 miliar
- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) – Rp78,1 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – Rp70,8 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Rp34,2 miliar
Aksi jual asing juga terlihat dominan di saham-saham konglomerasi dan komoditas lapis pertama.
Saham Prajogo Masih Jadi Sasaran Jual Asing Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736540, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260520213934-17-736540/saham-prajogo-masih-jadi-sasaran-jual-asing’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 21 May 2026 08:00 Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026).
Volume perdagangan saham mencapai 41,13 miliar lembar, melalui nilai Rp 22,36 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 2,47 juta kali.
Sebelumnya, pagi tadi jelang pidato Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat berbalik arah dan melesat naik 1% ke level 6.430,97 setelah dibuka terpuruk.
Adapun pasar merespons negatif pidato Prabowo yang mengumumkan terkait ekspor satu pintu atas sumber daya alam strategis Indonesia, termasuk batu bara dan kelapa sawit.
Analisis mendalam tentang Saham Prajogo Masih Jadi Sasaran Jual Asing akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
