Meski Hormuz Masih Membara, Harga Minyak Turun Lagi

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Meski Hormuz Masih Membara, Harga Minyak Turun Lagi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

IHSG Dibuka Anjlok 1,35% Jelang Keputusan Suku Bunga BI

//

Namun memasuki pertengahan pekan ini, pasar mulai melihat minyak dari Teluk Persia ternyata masih terus bergerak keluar.

WTI mengalami pola serupa, naik dari US$94,81 per barel pada 7 Mei menjadi US$108,66 pada 18 Mei, lalu jatuh ke US$103,66 pagi ini.

CNBCΒ IndonesiaΒ 

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518110608-19-735503/video-pltn-uea-diserang-harga-minyak-mendidih-harga-emas-ambruk-4″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735503?comscore=off”,”time”:321,”title”:”Video: PLTN UEA Diserang, Harga Minyak Mendidih & Harga Emas Ambruk 4%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/pltn-uea-diserang-drone-harga-minyak-mendidih-harga-emas-ambruk-4-1779077272707_169.png”}]’); Next Article Pasar Masih Ketat.

Sebab sejak konflik Iran pecah, kekhawatiran terbesar berada pada kemungkinan terganggunya arus tanker di Selat Hormuz.

Satu serangan terhadap fasilitas minyak, tanker, atau penutupan jalur laut dapat langsung mengerek harga kembali menembus level tertinggi tahun ini.

Volatilitas pun masih sangat tinggi.

Artinya, lalu lintas energi global memang belum lumpuh, tetapi bergerak di bawah tekanan politik dan militer yang berat.

Pergerakan harga minyak beberapa hari terakhir memperlihatkan bagaimana pasar sedang berada di antara dua kutub.

Dalam rentang kurang dari dua pekan, Brent bergerak dari US$100 ke atas US$112 sebelum akhirnya kembali terkoreksi ke kisaran US$110.

Reuters menyebut kapal-kapal tanker kini harus melewati rute transit tertentu yang diperintahkan Iran.

Kapal lainnya, Ocean Lily, membawa kombinasi minyak Irak dan Qatar menuju Fujian.

Informasi ini memberi napas lega bagi pasar.

Jalur sempit tersebut menjadi pintu keluar hampir seperlima perdagangan minyak dunia.

Reuters melaporkan dua kapal tanker raksasa asal China yang membawa total 4 juta barel minyak mentah akhirnya berhasil keluar dari Selat Hormuz setelah tertahan lebih dari dua bulan di kawasan Teluk.

Kedua VLCC tersebut membawa minyak Irak Basrah dan minyak Qatar al-Shaheen menuju pelabuhan di China.

Dalam dua pekan terakhir, Brent sempat melesat dari US$100,06 per barel pada 7 Mei menjadi puncak US$112,10 per barel pada 18 Mei.

Ketika tanker mulai kembali bergerak, pasar mulai menghitung ulang skenario krisis pasokan ekstrem.

Meski demikian, situasi masih sangat rapuh.

Kenaikan hampir 12% itu lahir dari ketegangan perang Iran-Israel yang membuat pasar global cemas terhadap pasokan minyak dunia.

Baca: Breaking!

Salah satu kapal, Yuan Gui Yang, mengangkut 2 juta barel minyak Basrah untuk Unipec, unit perdagangan Sinopec.

Di satu sisi, pasokan fisik minyak masih keluar dari Timur Tengah.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI/CLc1) berada di US$103,66 per barel, melemah cukup dalam dari posisi sebelumnya US$107,77 per barel.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Penurunan ini terjadi setelah lonjakan harga minyak mulai tertahan sejak awal pekan.

Meski Hormuz Masih Membara, Harga Minyak Turun Lagi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736174, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260520093700-17-736174/meski-hormuz-masih-membara-harga-minyak-turun-lagi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 20 May 2026 11:25 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali bergerak turun pada perdagangan Rabu pagi (20/5/2026), setelah reli tajam sepanjang pekan lalu mulai kehilangan tenaga.

Pasar perlahan mengurangi premi risiko geopolitik di Timur Tengah, meski jalur energi paling vital dunia, Selat Hormuz, masih berada dalam situasi yang jauh dari normal.

Menurut Refinitiv pada pukul 09.30 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) berada di US$110,86 per barel, turun dibanding penutupan Selasa di US$111,28 per barel.

Analisis mendalam tentang Meski Hormuz Masih Membara, Harga Minyak Turun Lagi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *