Bursa Asia Merah Berjamaah, Investor Pantau Iran dan Inflasi AS

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Asia Merah Berjamaah, Investor Pantau Iran dan Inflasi AS yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Bursa Asia Merah Berjamaah, Investor Pantau Iran dan Inflasi AS Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 734565, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260513080402-17-734565/bursa-asia-merah-berjamaah-investor-pantau-iran-dan-inflasi-as’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 13 May 2026 08:40 Foto: ist

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Rabu (13/5/2026), di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan, lonjakan tensi geopolitik Timur Tengah, hingga potensi kenaikan harga minyak dunia.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan antara kedua negara berada dalam kondisi “sangat lemah” dan “bergantung pada dukungan besar” usai menolak proposal balasan dari Teheran terkait penghentian konflik.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Trump tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average naik 56,09 poin atau 0,11%.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260331155830-19-722854/video-perang-iran-vs-as-goyang-pasar-keuangan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/722854?comscore=off”,”time”:813,”title”:”Video: Perang Iran VS AS 'Goyang' Pasar Keuangan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/31/cnbc-indonesia-tv-1774949697299_169.jpeg”}]’); Next Article Bursa Asia Dibuka Variatif, Kospi Lanjut Cetak Rekor

18 Saham RI Dicoret dari Indeks, Ini Daftarnya

Sejumlah indeks utama Asia tercatat bergerak di zona merah.

Sedangkan Brent kontrak Juli terkoreksi 0,57% ke level US$107,16 per barel.

Di Wall Street, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 cenderung bergerak datar.

Sementara futures Dow Jones Industrial Average naik tipis sekitar 8 poin.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama Wall Street bergerak mixed.

Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintahan AS melewati batas 60 hari yang diatur dalam federal war powers law untuk memperoleh otorisasi penggunaan kekuatan militer.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Investor juga menanti perkembangan terkait rencana pertemuan Trump melalui Presiden China Xi Jinping yang diperkirakan akan membahas isu perdagangan.

Baca: Hasil Lengkap MSCI!

Indeks Kospi Korea Selatan ambles 2,15%, sementara indeks saham lapis kecil Kosdaq turun 0,74%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,52%, sedangkan Topix justru naik 0,28%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,56%.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.264, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks di 26.347,91.
Dari pasar komoditas, harga minyak dunia bergerak melemah.

Indeks S&P 500 turun 0,16% dan Nasdaq Composite melemah 0,71% setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru.

Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk Juni turun 0,51% ke posisi US$101,66 per barel.

Analisis mendalam tentang Bursa Asia Merah Berjamaah, Investor Pantau Iran dan Inflasi AS akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *