Misi Penyelamatan Rupiah Purbaya Dimulai Hari Ini, Begini Skenarionya!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Misi Penyelamatan Rupiah Purbaya Dimulai Hari Ini, Begini Skenarionya! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah menyentuh level terlemahnya pada akhir perdagangan Selasa (12/5/2026).Melansir data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup melemah 0,49% ke posisi Rp17.490/US$.

Kalau saya kan pasif di situ, urusan bank sentral saja yang menjelaskan kenapa,” tegas Purbaya.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260508140918-19-733476/video-aktifkan-lagi-dana-stabilisasi-obligasi-pemerintah-ajak-bumn”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733476?comscore=off”,”time”:190,”title”:”Video: Aktifkan Lagi Dana Stabilisasi Obligasi, Pemerintah Ajak BUMN”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/08/aktifkan-lagi-dana-stabilisasi-obligasi-pemerintah-akan-libatkan-bumn-kemenkeu-1778226210098_169.png”}]’); Next Article Purbaya Siap Jelaskan Pelemahan Rupiah ke DPR

Misi Penyelamatan Rupiah Purbaya Dimulai Hari Ini, Begini Skenarionya!

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 734551, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260513073740-17-734551/misi-penyelamatan-rupiah-purbaya-dimulai-hari-ini-begini-skenarionya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia 13 May 2026 08:30 Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Dia pun mengaku belum menerima undangan dari pimpinan DPR.

“Belum, tapi kalau rupiah itu urusan bank sentral, bukan urusan kementerian keuangan ya.

Sebagaimana diketahui, kurs hari ini sempat tertekan ke level terburuk sepanjang sejarah, yakni Rp 17.500/US$.

Baca: Purbaya Terima Laporan Dubes: 11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi

“Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tau nanti musuh tahu,” tegasnya.

Meski begitu, ia memastikan, skema BSF akan digunakan pemerintah dalam mengelola tekanan terhadap kurs rupiah melalui cara intervensi pemerintah di pasar obligasi demi menjaga tingkat imbal hasil atau yield yang kompetitif.

Cara menjaga yield ini ialah dengan memanfaatkan dana BSF yang dikumpulkan untuk membeli SBN atau surat utang yang dilepas asing.

Posisi ini sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang sejarah terbaru.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Kemenkeu akan mulai membantu Bank Indonesia untuk mengendalikan tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hari ini, Rabu (13/5/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Kita akan mulai membantu besok,” kata Purbaya di kantornya, saat merespons nilai kurs yang terbang ke level Rp 17.500/US$, Selasa (12/5/2026).

Baca: Purbaya Bocorkan Mesin Pertumbuhan RI di Semester II-2026

Purbaya menjelaskan skema yang dimanfaatkan adalah dana stabilisasi obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF).

Hal tersebut diungkapnya ujar melakukan rapat dadakan melalui jajaran pejabat Kementerian Keuangan di lobi Gedung Djuanda I Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Pejabat yang hadir di antaranya Sekertaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, hingga Plh Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.

Ia belum mau mengungkapkan strategi yang dijalankan pemerintah melalui BSF untuk membantu BI mengelola tekanan yang tengah dialami kurs rupiah terhadap dolar AS.

Puan pun menyatakan DPR akan meminta penjelasan dari Bank Indonesia (BI) dan pemerintah untuk menjelaskan perihal rupiah.

Kendati siap, Purbaya menegaskan bahwa urusan rupiah menjadi tanggung jawab bank sentral.

Mau dipanggil, iya kita siap,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).

“Saya belum tau, belum ada undangannya.

Kebijakan ini tidak perlu berkoordinasi melalui BI ataupun OJK dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan pada tahap awal rencananya mengandalkan kas negara.

“Kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga,” papar Purbaya.

Purbaya juga mengatakan siap menghadap pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait dengan pelemahan rupiah.

Hal ini menyusul pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS.

Analisis mendalam tentang Misi Penyelamatan Rupiah Purbaya Dimulai Hari Ini, Begini Skenarionya! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *