Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Meski begitu, temannya tahu bahwa itu hanya bualan semata.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Maka, dia melaporkan cerita ini ke polisi.
Dari sini kemudian diketahui, Sonneveld melakukan “permainan kotor.”
Baca: Pulau Harta Karun Ini Harusnya Milik RI, Kini Dikuasai Negara Tetangga
Pada 1913, 122 ribu gulden bisa membeli 73 Kg emas sebab diketahui harganya per gram mencapai 1,67 gulden.
Berbagai penugasan dilakukan hingga berhasil penghargaan dari Ratu Belanda.
Setelah pensiun dini, dia lanjut bekerja di bank swasta terbesar, yakni Nederlandsch Indie Escompto Maatschappij.
Di sana keduanya berpesta dan menikmati sajian mahal tanpa peduli berapa uang yang dihabiskan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Tiap kali, Sonneveled foya-foya dan hidup mewah, tak ada satupun orang curiga.
Praktis gajinya pun cukup besar.
Baca: Pembobolan Akun Gaya Baru Menyebar ke 26 Negara, Ketahui Modusnya
Atas riwayat pekerjaan demikian semua orang tak menaruh rasa curiga sedikitpun terkait asal-usul kekayaan Sonneveld.
CNBC Insight Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 733771, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260510142251-17-733771/pasutri-hobi-pesta-di-jakarta-ternyata-hartanya-hasil-rampok’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); M Fakhri, CNBC Indonesia 10 May 2026 17:45 Foto: Ilustrasi.
Harian Bataviaasch Nieuwsblad (7 September 1913) melaporkan, selama perjalanan kereta api, Sonneveld sempat bertemu seorang teman yang bertanya tujuan perjalanannya.
Kepada teman, buronan dari Batavia itu bilang akan pergi ke Hong Kong setibanya di Surabaya.
Di sisi lain, beberapa oknum justru memilih jalan pintas dengan melakukan aksi kejahatan untuk meraih kekayaan.
Seperti halnya yang dilakukan pasangan suami-istri (pasutri) asal Belanda yang hidup di Jakarta era 1910-an ketika masih dinamai Batavia. sedangkan (AP Photo)
Jakarta, CNBC Indonesia – Seseorang bisa menjadi kaya dengan bekerja keras,
Sebab, yang orang tahu dia memang orang yang tajir melintir.
Ketika tiba di Batavia, Sonneveld pernah menjadi perwira KNIL alias Tentara Hindia Belanda.
Begitu pula istrinya yang mengetahui tindakan suami dan berupaya menutupi.
Sonneveld lantas dihukum 5 tahun penjara.
Setelah dibaca tuntas pegawai bank tersebut bernama A.M Sonneveld.
Harian Deli Courant (5 September 1913), misalnya, menulis kalau pria berusia 45 tahun itu terbukti melakukan pencurian uang nasabah sebesar 122 ribu gulden.
Pembuktian terjadi usai pihak Bank Escompto melakukan investigasi internal terkait transaksi mencurigakan.
Maka, jauh sebelum ditetapkan tersangka, dia dan istri sudah kabur terlebih dahulu ke luar kota.
Alhasil, kepolisian Hindia Belanda bergegas menghubungi polisi Hong Kong.
Polisi lantas menetapkan keduanya sebagai buronan dan menyebarluaskan deskripsi fisiknya di banyak koran dan tempat.
Laporan de Sumatra Post (6 September 1913) mewartakan secara detail ciri fisik Sonneveld, yakni berkulit coklat, berdarah Belanda, ada bekas luka di pipi kanan dan lutut, dan berusia 45 tahun.
Beruntung, penyebaran informasi berhasil membawa titik terang pelarian pasangan suami istri tersebut.
Sementara sang harus berada di hotel prodeo selama 3 bulan.
Oknum jahat kian mudah membobol rekening bank melalui platform online.
Artinya, jika dikonversikan ke masa sekarang, maka 73 Kg emas setara Rp87 miliar (1 gram emas: Rp1,2 juta).
Pada sisi lain, Sonneveld ternyata sudah tahu cara kotornya mulai diketahui pihak bank.
Hampir setiap malam pasangan itu bolak-balik tempat hiburan malam di pusat kota bernama Societeit Harmoni.
Untuk itu, masyarakat perlu terus waspada agar tidak jadi korban.
(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260508162713-19-733549/video-b50-hingga-rkab-2026-ujian-peluang-baru-bisnis-alat-berat-ri”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733549?comscore=off”,”time”:465,”title”:”Video: B50 Hingga RKAB 2026, Ujian & Peluang Baru Bisnis Alat Berat RI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/08/b50-hingga-rkab-2026-ujian-peluang-baru-bisnis-alat-berat-di-era-perang-1778233486361_169.png”}]’); Next Article Hidup Mewah di Jakarta, Pasangan Ini Ketahuan Rampok Rp175 M
Disita pula tas berisi sisa-sisa uang pencurian.
Sesampainya di Indonesia, keduanya langsung diadili.
Mereka hidup mewah melalui uang hasil curian di bank yang saat itu nilainya setara Rp 87 miliar.
Baca: Tabungan Ideal saat Umur 50 Tahun Menurut Pakar, Pensiun Bisa Tenang
Orang Belanda itu bernama A.M Sonneveld dan istrinya yang terkenal kaya raya.
Dalihnya, perjalanan dilakukan untuk studi banding ke Bank Escompto cabang Hong Kong.
Diketahui, dia ternyata pergi ke Bandung menggunakan kereta api dari Meester Cornelis (kini Jatinegara).
“Polisi mendeteksi dia menyewa mobil dari Meester Cornelis dan pergi ke hotel di Bandung,” tulis pewarta Deli Courant.
Di Bandung, keduanya tak diam dan melanjutkan perjalanan lagi ke Surabaya menggunakan kereta api.
Akhirnya, perjalanan Sonneveld dan istri pun berakhir.
Belum lama menginjakkan kaki di daratan Hong Kong, keduanya langsung diciduk polisi dan diekstradisi ke Hindia Belanda.
Sampai akhirnya, sikap tersebut berubah usai banyak orang membaca pemberitaan media pada awal September 1913.
Di awal bulan September mayoritas koran-koran di Hindia Belanda melaporkan tindakan melanggar hukum pegawai bank di Batavia.
Di sana, dia bertugas sebagai kepala bagian yang mengurusi uang nasabah.
Kasus Sonneveld kemudian tercatat dalam sejarah sebagai pencurian terbesar di tahun 1910-an.
Di era sekarang, aksi perampokan makin banyak modusnya.
Di pengadilan, Sonneveld mengaku melakukan pencurian uang nasabah untuk memenuhi hasrat hidup mewah.
Analisis mendalam tentang Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
