FUJI Dicecar Bursa, Laba Merosot-Piutang Pembiayaan Tiba-tiba Lenyap

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang FUJI Dicecar Bursa, Laba Merosot-Piutang Pembiayaan Tiba-tiba Lenyap yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Langkah ini dilakukan setelah evaluasi berdasarkan ketentuan POJK No.

Selain itu, perseroan tetap menjaga prinsip konservatif dalam menjaga keberlanjutan profitabilitas.

“Perseroan mempertahankan prinsip konservatif Perseroan, dimana setiap penyaluran piutang yang disalurkan oleh Perseroan dipastikan diikat melalui jaminan berbentuk pengikatan hak tanggungan atas tanah dan/atau bangunan dengan nilai aset yang mencukupi penanggungan seluruh jumlah piutang yang disalurkan.

Dengan langkah tersebut, rasio NPF perseroan dilaporkan kembali turun menjadi 0%

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260408132747-19-724916/video-ftse-russell-pertahankan-status-pasar-modal-ri”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/724916?comscore=off”,”time”:82,”title”:”Video: FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/08/ftse-russell-pertahankan-status-pasar-modal-ri-1775630095276_169.png”}]’); Next Article Investor Kakap Fuji Finance (FUJI) Lego 22 Juta Saham, Cuan Segini

FUJI Dicecar Bursa, Laba Merosot-Piutang Pembiayaan Tiba-tiba Lenyap Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 728628, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260421170434-17-728628/fuji-dicecar-bursa-laba-merosot-piutang-pembiayaan-tiba-tiba-lenyap’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 21 April 2026 17:25 Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Laba tahun berjalan tercatat Rp8,35 miliar, turun dari Rp11,03 miliar pada 2024.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Mau Delisting, BEI Gembok Perdagangan Saham IBST

Manajemen menjelaskan penurunan laba tersebut disebabkan oleh turunnya pendapatan selisih kurs serta meningkatnya beban umum dan administrasi.

Di sisi lain, pos pembiayaan lain-lain justru melonjak tajam hingga 3.618,26% dibandingkan tahun sebelumnya.

Manajemen menjelaskan perubahan tersebut terjadi akibat reklasifikasi piutang pembiayaan menjadi piutang lain-lain sebesar Rp80 miliar.

Dampak dari hal tersebut adalah mengganggu kemampuan pembayaran.

Namun pada 2025, fasilitas pembiayaan terhadap debitur tersebut telah dialihkan ke pihak lain. akibat Perseroan menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh kesulitan arus kas debitur pascapandemi

Perseroan juga melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi keuangan Debitur untuk memastikan kelancaran kolektibilitas piutang,” sebagaimana diungkap dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa, (21/4/2026).

Salah satu pemberat laba tahun ini adalah adanya lonjakan signifikan pada pos beban umum dan administrasi yang turut menekan kinerja laba.

BEI pun meminta penjelasan rinci atas kenaikan beberapa komponen biaya tersebut.

Perseroan mengungkapkan beban perjalanan dan transportasi melonjak 692,06% pada 2025.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten perusahaan pembiayaan PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) buka suara usai dicecar bursa atas laporan keuangan tahun buku 2025 yang mengungkap sejumlah perubahan drastis dari tahun sebelumnya.

BEI mempertanyakan latar belakang penurunan laba FUJI sebesar 24,32% pada periode yang berakhir 31 Desember 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak dari hal tersebut adalah tidak dapat dikategorikan sebagai salah satu dari Pembiayaan Multiguna, Pembiayaan Investasi maupun Pembiayaan Multiguna,” ungkap manajemen.

BEI juga menyoroti tingginya rasio non-performing financing (NPF) FUJI pada 2024 yang mencapai sekitar 48%. akibat 46/2024 terkait definisi pembiayaan.

“Beberapa dari piutang-piutang tersebut merupakan penyaluran terhadap pengambil-alihan kredit dari Bank (takeover kredit)

Sementara beban lain-lain naik 121,09% dipicu oleh peningkatan biaya pencatatan tahunan di BEI serta beban pajak penghasilan.

Dari sisi fungsi pembiayaan, FUJI melaporkan piutang pembiayaan bernilai nihil per 31 Desember 2025.

Kenaikan ini seiring aktivitas manajemen dalam menjalin kerja sama melalui mitra strategis dan investor global, khususnya di sektor hijau.

Selain itu, beban perlengkapan kantor meningkat 282,14% akibat pembelian untuk mendukung operasional.

Analisis mendalam tentang FUJI Dicecar Bursa, Laba Merosot-Piutang Pembiayaan Tiba-tiba Lenyap akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *