IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Akan tetapi koreksi tajam di tiga saham membuat IHSG tidak mampu menembus zona hijau. 

Terpantau Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Barito Renewables Energy (BREN) ambruk seiring melalui kemungkinan didepak dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

DSSA turun hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) atau 14,98% ke level 2.780 dan menyeret IHSG turun sebanyak -43,21 poin.

Diketahui, MSCI menyebut akan mengeluarkan emiten yang masuk daftar HSC dari indeksnya.

“Akan segera diumumkan,” jawab Jeffrey singkat terkait saham-saham HSC di indeks MSCI.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260421112644-19-728438/video-msci-tahan-rebalancing-saham-ri-hingga-ihsg-anjlok-ke-7500-an”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728438?comscore=off”,”time”:327,”title”:”Video: MSCI Tahan Rebalancing Saham RI Hingga IHSG Anjlok ke 7.500-an”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/21/msci-tahan-rebalancing-saham-ri-hingga-ihsg-anjlok-di-tengah-isu-timur-tengah-1776745962390_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi 1 Nyaris Tidak Bergerak, Ditutup di Level 8.587

Namun, data baru lainnya belum akan dimasukkan dalam perhitungan indeks hingga proses evaluasi selesai dan masukan dari pelaku pasar telah dipertimbangkan.

Ke depan, MSCI membuka ruang bagi masukan dari pelaku pasar terkait efektivitas kebijakan baru tersebut.

Kemudian BREN yang turun 9,47% berkontribusi -23,06 poin. 

Baca: Asing Terciduk Beli Saham Ini Saat IHSG Disengat MSCI

Sebagaimana diberitakan sebelumnya MSCI menegaskan bahwa saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) berpotensi dikeluarkan dari indeks, mengikuti kebijakan global yang berlaku.

Dalam konteks tersebut, BREN dan DSSA termasuk dalam daftar 9 saham HSC yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodia Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Tercatat, BBRI juga masuk dalam daftar top laggards.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas koreksi pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (21/4/2026).

Sebanyak 405 saham naik, 283 turun, dan 271 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 17,8 triliun, melibatkan 41,14 miliar saham dalam 2,68 juta kali transaksi.

Ia pun mengapresiasi bahwa empat proposal yang diajukan bersama SRO telah diterima oleh MSCI.

“Kami akan terus berkomunikasi melalui index provider.

Indeks ditutup di level 7.559,38, turun 0,46% atau -34,73 poin. 

Sepanjang hari ini, IHSG konsisten berada di zona merah melalui level terendah di 7.511,83 dan tertinggi 7.568,99.

Emiten bank jumbo ini koreksi 4,94% seiring melalui memasuki periode ex dividend hari ini.

IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif seiring dengan pasar yang merespon pengumuman terbaru dariMSCI. 

MSCI telah mengumumkan pembaruan terkait evaluasi free float sekuritas Indonesia per 20 April 2026, sebagai tindak lanjut dari kebijakan pembekuan rebalancing indeks yang telah disampaikan sebelumnya pada Januari 2026.

Dalam pernyataannya, MSCI menyoroti adanya kebijakan reformasi transparansi pasar modal yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan KSEI.

Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan untuk mempertahankan kebijakan sementara, yakni tetap membekukan peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak menambahkan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta tidak melakukan kenaikan kelas saham antar segmen kapitalisasi.

Selain itu, MSCI dapat menggunakan data keterbukaan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan.

Kapitalisasi pasar pun terkoreksi menjadi Rp 13.443 triliun. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor sebenarnya berada di zona hijau hari ini.

Kami juga akan terus berkomunikasi melalui investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan,” ujar Jeffrey Selasa, (21/4/2026).

Lebih teknis, Jeffrey tak menampik kemungkinan adanya pengumuman atas perlakuan khusus High Concentration Shareholders (HSC) untuk saham-saham yang masuk indeks MSCI, seperti DSSA dan BREN.

Pembaruan lanjutan diharapkan akan disampaikan dalam Market Accessibility Review yang dijadwalkan pada Juni 2026.

Terpisah, PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya telah bertemu melalui MSCI tanggal 16 April 2026.

IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 728593, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260421161110-17-728593/ihsg-tutup-di-zona-merah-tertekan-saham-dssa-dan-bren’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 21 April 2026 16:22 Foto: Ilutrasi Bursa.

Analisis mendalam tentang IHSG Tutup di Zona Merah, Tertekan Saham DSSA dan BREN akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *