Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Pasar Uang RI Penuh Gejolak, LPEM Sarankan BI Hati-Hati yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pelemahan ini datang dari kombinasi faktor global dan kerentanan domestik,” sambungnya.
LPEM FEB UI juga memaparkan bahwa penurunan suku bunga BI saat ini memiliki tiga risiko utama.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sementara pasar saham mengalami inflow tipis US$0,03% akibat pergeseran sektor energi.
Baca: Bank Tak Siap Sediakan Rp794 T Buat RI Bebas Emisi, Ini Kendalanya
Secara total, US$0,63 miliar modal keluar dalam 30 hari dan sebesar US$0,75 miliar modal keluar sejak konflik Iran melalui AS dimulai.
Di sisi lain, yield SBN tenor 1 tahun meningkat 83 basis poin menjadi 5,65% dan untuk tenor 10 tahun naik 36 basis poin menjadi 3 basis poin.
”Premi risiko meningkat secara luas.
Pemerintah dinilai mulai menjauh dari prinsip kehati-hatian fiskal yang telah dibangun dan dijaga sejak era reformasi,” ucap LPEM FEB UI.
Tekanan pun merambat ke pasar keuangan.
Di mana, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan tiga skenario defisit dari 3,18% pada skenario optimis hingga 4,06% pada skenario terburuk tergantung pada konflik harga minyak dan nilai tukar.
Sehari berselang, Presiden Prabowo mengambil posisi berbeda.
Alasannya adalah ketidakpastian arah kebijakan, tekanan fiskal di tengah kondisi global yang tidak stabil.
Tidak berselang lama, harga minyak melonjak hingga US$99 per barel akibat konflik AS-Iran.
Baca: 25 KEK Sudah Serap Investasi Rp336 T dan 249 Ribu Tenaga Kerja di 2025
”Angka ini jauh melampaui asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel.
LPEM FEB UI mencatat arus keluar obligasi bersih mencapai US$0,77 miliar sejak 28 Februari 2026.
Di sisi lain, risiko kenaikan tetap ada terutama dari lonjakan permintaan saat Ramadhan dan Idul Fitri serta kenaikan harga energi global,” mengutip artikel resmi LPEM FEB UI pada Jumat (17/4/2026).
Baca: Perang di TimTeng Awet, Ekonom RI Wanti-Wanti Hal Ini
”Di saat yang sama, konflik antara AS-Iran menekan rupiah. sedangkan Berkurangnya efek diskon tarif listrik telah menahan inflasi,
Di sisi lain, juga kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah.”
(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260331154954-19-722851/video-inflasi-bisa-melonjak-efek-perang-suku-bunga-berpotensi-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/722851?comscore=off”,”time”:526,”title”:”Video: Inflasi Bisa Melonjak Efek Perang, Suku Bunga Berpotensi Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/31/harga-minyak-inflasi-terancam-meroket-suku-bunga-berpotensi-naik-1774947953298_169.png”}]’); Next Article Ternyata! sedangkan Penurunan ini mencerminkan kombinasi antara upaya stabilisasi rupiah,
Pasar Uang RI Penuh Gejolak, LPEM Sarankan BI Hati-Hati Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 727670, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260417151527-17-727670/pasar-uang-ri-penuh-gejolak-lpem-sarankan-bi-hati-hati’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 17 April 2026 17:00 Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyarankan Bank Indonesia untuk tetap menahan suku bunga di 4,75%.
Hal ini mempertimbangkan kondisi inflasi yang berada di atas target hingga nilai tukar rupiah yang tertekan oleh konflik antara Iran melalui Amerika Serikat (AS).
”LPEM FEB UI merekomendasikan Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%.
Dalam rapat kabinet, ia menyatakan tidak akan melebarkan defisit, melalui fokus pada penghematan dan target keseimbangan anggaran dalam 2-3 tahun.
”Perbedaan pernyataan ini justru mengirim sinyal negatif.
Pertama, mempersempit selisih bunga melalui luar negeri.
Di sisi lain, masih menghadapi tekanan kompleks. sedangkan Pertimbangan tidak lepas dari kondisi inflasi yang berada di atas target
Akibatnya muncul kekhawatiran terhadap kemampuan pemerintah menjaga defisit tetap di bawah batas 3%,” kata LPEM FEB UI.
Kemudian, pemerintah merespon melalui menggelar konferensi pers pada 13 Maret 2026.
Ini Alasan Bank Indonesia Tahan BI Rate 4,75% di Akhir Tahun
Kedua, menambah tekanan pada rupiah, dan terakhir adalah mendorong inflasi lewat kenaikan harga impor dan energi.
LPEM FEB UI juga menyoroti kondisi sektor keuangan Indonesia yang dalam sebulan terakhir penuh melalui gejolak.
Pasar mulai memperhitungkan ketidakpastian ekonomi yang lebih tinggi,” konklusi LPEM FEB UI.
Nilai tukar rupiah juga turut merasakan dampaknya.
Faktor penyebabnya adalah pada 4 Maret 2026, Fitch Ratings turut menurunkan prospek Indonesia menjadi negatif. yang mengakibatkan Namun LPEM FEB UI menilai kepercayaan belum pulih.
Tekanan pun semakin dalam
Cadangan devisa pada Februari 2026 turun US$ 2,7 miliar, dari US$ 154,6 miliar menjadi US$ 151,9 miliar.
”Menjadi penurunan bulanan terbesar sejak April 2025.
Rupiah mendekati titik terlemah dan turun sekitar 3,64% secara tahunan (yoy).
Pada saat yang sama, bantalan eksternal ikut tergerus.
Hal ini juga turut menjadi faktor pertimbangan rekomendasi LPEM FEB UI untuk menahan laju suku bunga.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Bank Tak Siap Sediakan Rp794 T Buat RI Bebas Emisi, Ini Kendalanya
Diawali melalui MSCI acuan utama investor global lebih dulu memberi sinyal negatif, yang disusul Moody’s lembaga pemeringkat kredit global yang menurunkan prospek Indonesia dari stabil menjadi negatif.
”Di sinilah pasar mulai ragu,” imbuh LPEM FEB UI.
Untungnya, pemerintah merespons cepat dengan merombak Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) dan menerbitkan aturan transparansi free float saham.
Analisis mendalam tentang Pasar Uang RI Penuh Gejolak, LPEM Sarankan BI Hati-Hati akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
