Harga Minyak Masih Berada di US$110, Timur Tengah Masih Panas

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Masih Berada di US$110, Timur Tengah Masih Panas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Gangguan lintas negara ini mempertegas rapuhnya rantai pasok energi global saat ini.

Dari sisi kebijakan, OPEC+ telah menyepakati kenaikan produksi sekitar 206 ribu barel per hari untuk Mei.

Ancaman serangan terhadap infrastruktur energi dan transportasi disebut dapat dilakukan dalam waktu dekat apabila jalur tersebut tetap tertutup.

Langkah ini memperbesar risiko konflik berkepanjangan, terlebih setelah serangan juga meluas ke fasilitas energi di beberapa negara Teluk seperti Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.

Kondisi ini membuat pasar bergerak liar, mengikuti perkembangan situasi di lapangan yang berubah cepat.

Ancaman Baru dari Washington

Tekanan geopolitik semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Brent yang saat itu masih di kisaran US$99,94 kini telah melonjak lebih dari 9%, sementara WTI melesat jauh dari US$88,13 ke atas US$110.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Kenaikan paling mencolok terjadi pada periode 31 Maret, ketika Brent melonjak ke US$118,35 level tertinggi dalam rangkaian data ini.

Berdasarkan data Refinitiv per Senin (6/4/2026) pukul 09.30 WIB, harga minyak acuan bergerak di level tinggi setelah sempat mengalami lonjakan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Minyak jenis Brent tercatat di US$109,59 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$110,63 per barel.

Dengan kondisi ini, tambahan suplai berpotensi tidak sepenuhnya terealisasi.

CNBCΒ Indonesia

(emb/emb) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260330084048-19-722338/video-timur-tengah-kian-panas-houthi-serang-israel-dengan-rudal”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/722338?comscore=off”,”time”:94,”title”:”Video: Timur Tengah Kian Panas, Houthi Serang Israel melalui Rudal”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/30/timur-tengah-kian-panas-houthi-serang-israel-dengan-rudal-1774836014007_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Dunia Naik, Pasar Optimistis Shutdown AS Berakhir

Meski sempat menembus US$111,54 pada 2 April, harga kemudian terkoreksi tipis ke US$110,63 pada hari ini, mengindikasikan adanya tarik-menarik antara faktor suplai dan aksi ambil untung.

Pasar energi global saat ini berada dalam bayang-bayang gangguan suplai dari Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Penutupan jalur ini akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat distribusi minyak tersendat.

Pergerakan ini terjadi setelah fase volatil yang cukup ekstrem sejak akhir Maret, di mana Brent sempat menyentuh US$118,35 pada 31 Maret sebelum terkoreksi dan kembali naik.

Jika ditarik sejak 23 Maret, reli harga minyak terlihat cukup agresif.

Dampak dari hal tersebut adalah arus pasokan tidak sepenuhnya berhenti. akibat Sejumlah kilang dilaporkan mulai mencari sumber alternatif, termasuk dari kawasan Laut Utara dan Teluk AS, yang memicu persaingan harga di pasar fisik.

Di sisi lain, Iran masih memberikan akses terbatas bagi kapal dari negara tertentu,

Setelah itu, harga sempat terkoreksi ke kisaran US$101 pada 1 April, sebelum kembali rebound ke atas US$109 pada awal pekan ini.

WTI menunjukkan pola yang sedikit berbeda.

Harga Minyak Masih Berada di US$110, Timur Tengah Masih Panas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 724092, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260406094352-17-724092/harga-minyak-masih-berada-di-us-110-timur-tengah-masih-panas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 06 April 2026 10:20 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali memanas pada awal pekan, seiring ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Namun, implementasinya menghadapi kendala serius di lapangan.

Sejumlah produsen utama mengalami gangguan operasional akibat konflik, sementara Rusia juga menghadapi hambatan ekspor setelah serangan drone terhadap terminal di Laut Baltik.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Masih Berada di US$110, Timur Tengah Masih Panas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *