Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Konsisten Sehatkan Keuangan, Laba Kotor WSKT Melesat 12% di 2025 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Melalui Komite Manajemen Konstruksi, Perseroan memastikan proyek yang akan dikelola tidak membebani dari segi keuangan dan rendah risiko,” tutur Ermy.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Adapun total Nilai Kontrak Baru (NKB) Waskita menembus Rp12,52 triliun, naik signifikan dari 2024 sebesar Rp9,55 triliun.
Pendapatan Perseroan berdasarkan segmentasi usaha bersumber dari segmen konektivitas sebesar Rp3,3 triliun, Sumber Daya Air (SDA) Rp1,4 triliun, gedung Rp1,2 triliun, serta lainnya sebesar Rp0,9 triliun.
Pencatatan pendapatan tersebut, lanjutnya, sebagian besar diperoleh dari berbagai proyek pemerintah.
Pada bidang operasional, Perseroan mengintegrasikan Core System ERP SAP S/4 HANA melalui Building Information Modelling (BIM) dan perencanaan Last Planner System (LPS).
Ada pula sejumlah inovasi digital lainnya, seperti penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) WISENS (Waskita Intelligent Sensing System) pada beberapa pembangunan proyeknya, guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan.
Dia menambahkan, fokus manajemen kini menurunkan liabilitas melalui beberapa rencana strategis, di antaranya percepatan divestasi jalan tol dan optimalisasi aset.
Konsisten Sehatkan Keuangan, Laba Kotor WSKT Melesat 12% di 2025 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 723534, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260402130527-17-723534/konsisten-sehatkan-keuangan-laba-kotor-wskt-melesat-12-di-2025’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Khoirul Anam, CNBC Indonesia 02 April 2026 13:19 Foto: Dok Waskita Karya
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Waskita Karya (Persero) Tbk membukukan total pendapatan atau revenue secara konsolidasi sebesar Rp8,85 triliun pada 2025.
Kedua langkah ini sebagai upaya strategi Waskita Karya untuk kembali ke core business menjadi kontraktor murni.
“Pada 2025 Waskita telah menyelesaikan sejumlah aksi pelepasan saham, seperti divestasi PT Waskita Sangir Energi (WSE) sebesar 94,7% melalui anak usaha PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) pada September.
Tidak hanya di induk perusahaan tapi juga pada anak usaha,” jelas Ermy dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Guna menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pengerjaan proyek, Waskita pun mengimplementasikan lean organization dan terus melakukan transformasi digital pada berbagai bidang.
Kemudian 23,4% sisanya berupa non-cash seperti beban penyusutan dan amortisasi aktiva Perseroan.
Secara keseluruhan, sambung Ermy, pada 2025 Perseroan berhasil menurunkan liabilitas sebanyak Rp2,21 triliun.
Selain proyek baru yang harus diselesaikan sesuai kontrak, Perseroan juga terus menyelesaikan outstanding proyek lama yang masih memerlukan cash to completion dan menargetkan seluruh proyek lama tersebut diselesaikan pada tahun 2026.
Maka pada tahun 2025, Perseroan mencatatkan laba bruto Rp1,58 triliun atau naik sekitar 12% dibandingkan melalui tahun 2024 yaitu Rp1,41 triliun.
Perseroan juga mencatatkan Gross Profit Margin sebesar 18% pada 2025, membaik dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 13%”.
“Peningkatan laba bruto itu berhasil diraih Waskita berkat strategi efisiensi operasional proyek yang dijalankan.
Hal ini memperkuat komitmen Waskita Karya dalam mendukung sejumlah program pemerintah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Ermy menambahkan, saat ini Waskita masih mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp7,2 triliun atau 82% dari pendapatan usaha.
Perolehan tersebut didominasi oleh proyek pemerintah, mulai dari jaringan irigasi, Sekolah Rakyat (SR), hingga konstruksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai wilayah guna mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
“Pengerjaan proyek-proyek itu merupakan wujud kontribusi Waskita dalam mensukseskan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan yang menjadi fokus presiden saat ini.
Angka tersebut didukung oleh kontribusi anak usaha sebesar Rp3,1 triliun, sementara pendapatan dari induk mencapai Rp5,75 triliun.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita mengatakan, pendapatan Perseroan ditopang oleh sejumlah proyek yang tengah dikerjakan perusahaan.
Kemudian pelepasan 35% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) yang dilakukan PT Waskita Toll Road pada November,” jelas dia.
Berikutnya pada Desember 2025, Waskita lewat anak usahanya PT Waskita Karya Realty (WKR) resmi mendivestasikan 20% saham PT Waskita Modern Realty (WMR).
Di sisi lain, lebih selektif, seperti adanya monthly payment dan menghindari proyek turnkey. sedangkan Langkah tersebut bertujuan mengoptimalkan portofolio investasi dan memperkuat likuiditas keuangan WSKT.
“Selama 2025 kami juga terus menambah kontrak baru
Persetujuan itu didapat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Obligasi (RUPO).
“Upaya penurunan utang ini sejalan melalui strategi Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang sudah disahkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Kami akan selalu berupaya untuk menyelesaikan proyek-proyek melalui mutu terbaik, tepat waktu, dan biaya yang efisien,” tutur dia.
Perusahaan berkode saham WSKT ini kemudian mencatat biaya operasional atau Operating Expenses (Opex) sebesar Rp1,7 triliun atau sebanyak 76,6% di antaranya merupakan biaya operasional cash.
Kami akan terus mendorong sekaligus membantu keberhasilan program pemerintah,” tegasnya.
Dari sisi kegiatan operasional, per 31 Desember 2025 Waskita mengelola 63 proyek di berbagai wilayah di Indonesia melalui total nilai kontrak mencapai Rp31,7 triliun.Β Ermy menegaskan, kini fokus utama Waskita Karya menurunkan total utang.
Di antaranya Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021 yang disetujui oleh 22 kreditur perbankan pada Oktober 2024 lalu, melalui total nilai outstanding sebesar Rp31,65 triliun.
Restrukturisasi yang dilakukan pada obligasi Non-Penjaminan senilai Rp3,35 triliun pun telah mendapatkan persetujuan atas tiga seri obligasi dari total empat seri.
Dampak dari hal tersebut adalah dapat mendukung inspeksi dan pengawasan aset jalan tol. akibat Dua di antaranya AI Pavement Crack Detection yang bertujuan membantu Waskita mendeteksi kerusakan jalan, sekaligus sebagai target tidak adanya kegagalan dalam proses konstruksi atau zero defect.
“Melalui penggunaan AI tersebut, penghitungan jumlah dan jenis kerusakan secara otomatis bisa dilakukan lebih efisien,
Ke depannya, Waskita berkomitmen untuk kembali ke core business sebagai kontraktor murni, demi menciptakan kegiatan operasional yang lebih sustainable,” jelas Ermy.
“Inovasi dalam memperkuat tata kelola dan manajemen risiko melalui pembentukan berbagai komite juga dilakukan, baik pada dewan komisaris maupun direksi, diharapkan langkah ini dapat membuat perusahaan lebih adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tutur dia.
Baca: Waskita Karya Berangkat Ratusan Pemudik dalam Mudik Bersama BUMN (rah/rah) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260402121239-19-723517/video-distributor-ponsel-ekspansi-bisnis-fb-peluangnya-sebesar-apa”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/723517?comscore=off”,”time”:586,”title”:”Video: Distributor Ponsel Ekspansi Bisnis F&B, Peluangnya Sebesar Apa?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/02/distributor-ponsel-ekspansi-bisnis-ke-fb-peluangnya-sebesar-apa-1775107754962_169.png”}]’); Next Article Waskita Karya (WSKT) Kantongi Kontrak Rp 5,6 Triliun, Ada Proyek IKN
Waskita melakukan sejumlah pengembangan sistem informasi, di antaranya pembuatan Dashboard Management Terintegrasi dan beberapa perbaikan pada sistem keuangan Perseroan, guna mendukung Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR).
“Secara keseluruhan, ultimate goals transformasi Waskita yang dilakukan adalah terciptanya operational excellence secara berkesinambungan.
Waktu inspeksi yang dapat diefisiensi mencapai 40 persen lebih cepat,” jelas Ermy.
Dia melanjutkan, transformasi pada sisi penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi (TI) turut dilakukan.
Analisis mendalam tentang Konsisten Sehatkan Keuangan, Laba Kotor WSKT Melesat 12% di 2025 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
