Nilai Tukar Rupiah Makin Dekati Rp17.000/US$

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Nilai Tukar Rupiah Makin Dekati Rp17.000/US$ yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Meski masih mampu bertahan di bawah level psikologis Rp17.000/US$, posisi tersebut menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Padahal, rupiah sempat dibuka menguat pada awal perdagangan.

Nilai Tukar Rupiah Makin Dekati Rp17.000/US$ Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 722825, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260331143232-17-722825/nilai-tukar-rupiah-makin-dekati-rp17000-us-‘; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 31 March 2026 15:11 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diย Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).ย (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesiaย โ€” Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (31/3/2026).

Berdasarkanย data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di posisi Rp16.990/US$ atau melemah tipis 0,03%.

Di sisi lain, Iran menilai proposal damai AS tidak realistis dan kembali meluncurkan rudal ke Israel.

Sentimen negatif bertambah setelah muncul laporan bahwa sebuah kapal tanker minyak Kuwait yang tengah berlabuh di Dubai terkena serangan Iran.

Ia menegaskan bank sentral AS masih mengambil pendekatan wait and see dan menyebut ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terjaga.

Pernyataan tersebut sempat menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor pendek.

DXY bahkan menuju kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2025, melalui apresiasi sekitar 2,9% sepanjang bulan ini.

Namun, mata uang Garuda berbalik melemah dan sepanjang sesi bergerak di kisaran Rp16.980-Rp16.998/US$.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,05% ke posisi 100,457.

Faktor penyebabnya adalah mata uang AS tersebut tetap diburu sebagai aset aman ketika prospek pertumbuhan ekonomi global memburuk.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260331115955-19-722737/video-risiko-perang-meluas-pelemahan-ihsg-rupiah-kembali-berlanjut”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/722737?comscore=off”,”time”:275,”title”:”Video: Risiko Perang Meluas, Pelemahan IHSG & Rupiah Kembali Berlanjut”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/31/risiko-perang-meluas-pelemahan-ihsg-rupiah-kembali-berlanjut-1774933430493_169.png”}]’); Next Article Rupiah Loyo Awal Tahun, Dolar AS Tembus Rp16.715/US$ yang mengakibatkan Namun, hal itu belum cukup untuk melemahkan dolar,

Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko dan mengalihkan dana ke aset safe haven, termasuk dolar AS.

Kondisi tersebut tercermin dari kinerja indeks dolar AS yang mencatat penguatan signifikan sepanjang Maret.

Insiden ini semakin memicu kenaikan harga minyak dan memperbesar kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebenarnya telah meredam spekulasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Hal itu menunjukkan permintaan terhadap dolar AS masih sangat kuat di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global.

Baca: Mensesneg: Pertamina belum akan Melakukan Penyesuaian Harga BBM

Tekanan pasar juga meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada Senin memperingatkan bahwa Washington akan menghancurkan fasilitas energi dan sumur minyak Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.

Meski terkoreksi, posisi DXY masih terbilang tinggi dan tetap mencerminkan kuatnya dolar AS secara global, setelah sebelumnya kembali menembus level psikologis 100.

//

Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini masih dibayangi faktor eksternal, terutama memanasnya perang AS-Israel melawan Iran yang terus mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Analisis mendalam tentang Nilai Tukar Rupiah Makin Dekati Rp17.000/US$ akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *