Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ketolong China, Nasib Rupiah Tak Seburuk Mata Uang Lain yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Beberapa negara lain, India 1,52%, Filipina 3,71%, dan Thai baht 4,47%,” ucap Destry.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Jadi artinya kita di kawasan ini memang menghadapi permasalahan yang sama,” tegas Destry.
Destry menjelaskan, salah satu efek positif yang mampu mendukung daya tahan rupiah itu ialah konsistensi BI untuk menggencarkan para pelaku usaha di Indonesia bertransaksi melalui mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) saat melaksanakan perdagangan lintas negara.
Baca: Jerman Tampar Trump, Sebut Perang AS di Timur Tengah Bukan Urusan NATO
Destry mencatat, nilai transaksi LCT per Februari 2026 sudah mencapai nilai yang setara US$ 4,1 miliar.
Ketolong China, Nasib Rupiah Tak Seburuk Mata Uang Lain Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 719891, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260317151333-17-719891/ketolong-china-nasib-rupiah-tak-seburuk-mata-uang-lain’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 17 March 2026 16:25 Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema βConsolidating Growth, Accelerating the Transformationβ di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia – Konflik di Timur Tengah yang meletus setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran telah membuat ketidakpastian di pasar keuangan makin memburuk.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, kondisi ini membuat mata uang berbagai negara mengalami pelemahan terhadap dolar AS, yang dianggap para pelaku pasar keuangan sebagai aset aman alias safe haven.
“Karena adanya ketidakpastian global yang sangat tinggi maka untuk emerging markets semua mata uangnya terpuruk,” kata Destry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Aturan Baru BI: Beli Tunai Dolar AS Dibatasi US$50.000/Bulan
Meski semua mata uang negara-negara pasar berkembang tengah mengalami tekanan, Destry menegaskan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak lebih buruk depresiasinya dibanding negara melalui kapasitas ekonomi setara lainnya.
“Karena kalau kita liat posisi penutupan kemarin secara month to date atau sepanjang Maret ini saja rupiah redepresiasi 1,29%.
Dampak dari hal tersebut adalah bagi mereka yang bertransaksi tak perlu lagi beli dolar dulu dan mengkovert ke CNH,” paparnya.
Destry menegaskan, dengan konsep transaksi LCT membuat permintaan terhadap dolar di pasar domestik semakin menyusut, “karena langsung permintaannya adalah ke mata uang mitra yang bersangkutan.”
(arj/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260224120001-19-713365/video-defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713365?comscore=off”,”time”:377,”title”:”Video: Defisit APBN Januari 2026 Rp 54,6 Triliun hingga IHSG Ambles”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/24/defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles-1771909648540_169.png”}]’); Next Article The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Menguat Jadi Rp16.590/US$ akibat Dari nilai itu, mayoritas disumbang dari transaksi dengan China yang per bulannya mencapai US$ 3,02 miliar.
“Artinya di sini kebutuhan terhadap mata uang lain selain dolar itu makin meningkat di Indonesia nah ini yang terus kami optimalkan pendalaman pasar uang untuk Yuan atau CNY-CNH dan ini terus kita lakukan
Analisis mendalam tentang Ketolong China, Nasib Rupiah Tak Seburuk Mata Uang Lain akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
