Ada Perang di Timur Tengah, Begini Kondisi Ekonomi Terkini Versi BI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ada Perang di Timur Tengah, Begini Kondisi Ekonomi Terkini Versi BI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Inflasi kelompok volatile food (VF) tercatat sebesar 4,64% (yoy), tetap terjaga di tengah peningkatan permintaan pada periode perayaan HBKN Tahun Baru Imlek dan periode Ramadan 1447 H dan penurunan pasokan akibat gangguan cuaca.

Investasi juga diprakirakan tetap baik, didorong terutama oleh akselerasi investasi Pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan investasi Danantara.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Ini Data Ekonomi RI Terbaru di Tengah Ancaman Perang Israel-Iran

“Ke depan, dampak memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global akibat perang Timur Tengah perlu diantisipasi dan direspon secara tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat Konferensi Pers RDG BI pada Selasa (17/3/3036).

Untuk itu, sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia serta pemangku kepentingan lainnya makin diperkuat agar dapat menjaga permintaan domestik dan mendukung pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,9-5,7%.

Selain itu, Neraca perdagangan pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar US$ 1,0 miliar, lebih rendah dibandingkan melalui surplus pada Desember 2025 sebesar 2,5 miliar dolar AS akibat perlambatan permintaan dunia terhadap ekspor nonmigas.

Konsumsi rumah tangga naik didukung oleh peningkatan permintaan rumah tangga terkait perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sejalan perbaikan penghasilan di beberapa kelompok pendapatan yang bersumber dari pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), belanja sosial Pemerintah, dan berbagai insentif Pemerintah lainnya.

Inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,63% (yoy) terutama didorong oleh kenaikan harga emas.

Ada Perang di Timur Tengah, Begini Kondisi Ekonomi Terkini Versi BI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 719910, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260317154758-17-719910/ada-perang-di-timur-tengah-begini-kondisi-ekonomi-terkini-versi-bi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 17 March 2026 15:57 Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertubuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” di Grha Bhasvara Icchana, kompleks kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam.

(Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kondisi ekonomi Indonesia meskipun perang Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 meningkat ditopang permintaan domestik.

Aliran modal dan finansial pada Januari-Februari 2026 secara kumulatif mencatat net inflows sebesarΒ US$Β 1,6 miliar ditopang oleh aliran masuk modal asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Baca: Aturan Baru BI: Beli Tunai Dolar AS Dibatasi US$50.000/Bulan

Pada Maret 2026, investasi portofolio mencatat net outflows sebesar US$ 1,1 miliar dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat perang di Timur Tengah.

Dalam kaitan itu, sinergi kebijakan untuk memperkuat kinerja neraca pembayaran dan ketahanan eksternal, termasuk membangun kepercayaan investor global, akan terus ditingkatkan.

Inflasi IHK pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76% (yoy) terutama dipengaruhi oleh faktor temporer base effect dari kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50% pada Januari dan Februari 2025.

Baca: Ekonomi AS Kini Berubah dari “K-Shaped Economy” ke “E-Shape”, Kenapa?

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 terjaga sebesar 151,9 miliar dolar AS, setara melalui pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Faktor penyebabnya adalah dapat memperlebar defisit transaksi berjalan menuju batas atas kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB. yang mengakibatkan

Ke depan, menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan naiknya harga minyak global perlu mendapat perhatian

“Bank Indonesia akan terus memperkuat respons kebijakan moneter pre-emptive serta bersinergi melalui Pemerintah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) guna menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasarannya,” ujar Perry.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260304102014-19-715829/video-rupiah-ambruk-lawan-dolar-as-melemah-ke-rp-16900″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715829?comscore=off”,”time”:468,”title”:”Video: Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS, Melemah ke Rp 16.900″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/04/rupiah-ambruk-lawan-dolar-as-turun-ke-rp-16900-1772594522892_169.png”}]’); Next Article Bos BI Tahun Depan Ruang Penurunan BI Rate: Terbuka!

Ke depan, Bank Indonesia (BI) memandang inflasi IHK tahun 2026 dan 2027 tetap dalam kisaran 2,5Β±1%, meskipun lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya dipengaruhi oleh prospek harga komoditas global yang meningkat.

Inflasi inti diprakirakan tetap terkendali, sementara inflasi VF meningkat akibat kenaikan harga pangan dan pupuk global.

Analisis mendalam tentang Ada Perang di Timur Tengah, Begini Kondisi Ekonomi Terkini Versi BI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *