Breaking News! Rupiah Menguat, Dolar AS Jadi Rp16.830

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking News! Rupiah Menguat, Dolar AS Jadi Rp16.830 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski konsumsi rumah tangga masih tumbuh, kecepatannya mulai melandai.

Jika hasilnya solid, hal ini bisa menjadi penopang sentimen terhadap aset domestik, termasuk rupiah.

Rupiah Menguat, Dolar AS Jadi Rp16.830 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 717541, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260310084334-17-717541/breaking-news-rupiah-menguat-dolar-as-jadi-rp16830’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 10 March 2026 09:03 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diΒ Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pagi ini, Selasa (10/3/2026), melalui penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di posisi Rp16.830/US$ atau terapresiasi sebesar 0,62%.

Sebaliknya, jika pertumbuhannya kembali melemah, pasar bisa melihat adanya tanda-tanda perlambatan konsumsi di dalam negeri.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260224120001-19-713365/video-defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713365?comscore=off”,”time”:377,”title”:”Video: Defisit APBN Januari 2026 Rp 54,6 Triliun hingga IHSG Ambles”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/24/defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles-1771909648540_169.png”}]’); Next Article Rupiah Menutup Pekan Naik Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.625

Kondisi ini membuka ruang bagi penguatan mata uang lain, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menanti rilis data penjualan eceran Indonesia untuk periode Januari 2026.

Data ini menjadi penting untuk melihat seberapa kuat daya beli masyarakat di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Sebagai gambaran, Bank Indonesia (BI) sebelumnya mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 3,5% secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025.

Capaian tersebut menandai ekspansi penjualan ritel selama delapan bulan berturut-turut, yang antara lain ditopang oleh berbagai kebijakan pemerintah untuk menjaga konsumsi domestik.

Namun, laju pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan November 2025 yang mencapai 6,3%, sekaligus menjadi yang terendah sejak Agustus 2025.

Dampak dari hal tersebut adalah investor berbondong-bondong masuk ke aset aman, termasuk dolar AS.

Kini, dengan meredanya sebagian kekhawatiran tersebut, pelaku pasar mulai mengurangi kepemilikan aset berdenominasi dolar AS. akibat Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (9/3/2026), mata uang Garuda sempat tertekan hingga menyentuh Rp16.990/US$, atau nyaris menembus level psikologis Rp17.000/US$.

Meski demikian, pada penutupan perdagangan rupiah berhasil memangkas sebagian pelemahan dan berakhir di level Rp16.935/US$, dengan depresiasi harian sebesar 0,21%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau berada di zona merah dengan pelemahan 0,32% ke level 98,860.

//

Pergerakan rupiah pada perdagangan Selasa ini diperkirakan sedikit mendapat sentimen positif, terutama dari melemahnya indeks dolar AS.

Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia itu terkoreksi pada perdagangan pagi ini, setelah sempat melonjak tajam pada Senin akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang di Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama.

Namun, pagi ini tekanan terhadap dolar AS mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan media luar mengatakan bahwa perang melawan Iran dinilai sudah “sangat tuntas”.

Pernyataan tersebut sedikit meredakan kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu pasokan energi global dan menekan pertumbuhan ekonomi dunia.

Sebelumnya, perang AS-Israel melawan Iran sempat mengguncang pasar keuangan global dan mendorong lonjakan harga minyak,

Analisis mendalam tentang Breaking News! Rupiah Menguat, Dolar AS Jadi Rp16.830 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *