Breaking News! Harga Minyak Tembus US$113 per Barel

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking News! Harga Minyak Tembus US$113 per Barel yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sekitar 20% konsumsi minyak global biasanya melewati selat sempit tersebut.

Sejumlah produsen di Timur Tengah juga mulai menekan produksi.

Lonjakan ini memperpanjang reli ekstrem yang telah berlangsung sejak akhir Februari.

Pergerakan harga menunjukkan percepatan yang sangat cepat dalam dua pekan terakhir.

Faktor penyebabnya adalah dampaknya terhadap Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. yang mengakibatkan Konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan energi global, terutama

Harga Minyak Tembus US$113 per Barel Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 717141, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260309072941-17-717141/breaking-news-harga-minyak-tembus-us-113-per-barel’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 09 March 2026 09:45 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBCย Indonesia –ย Harga minyak dunia kembali melonjak tajam pada perdagangan Senin pagi (9/3/2026).

Namun ia mengingatkan bahwa kondisi pasar energi saat ini masih jauh dari stabil.

CNBCย Indonesiaย 

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260304123545-19-715909/video-selat-hormuz-panas-emiten-prajogo–tpia–umumkan-force-majeure”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715909?comscore=off”,”time”:97,”title”:”Video: Selat Hormuz Panas, Emiten Prajogo (TPIA) Umumkan Force Majeure”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/04/selat-hormuz-panas-emiten-prajogo-tpia-umumkan-force-majeure-1772604374388_169.png”}]’); Next Article Pasokan Berpotensi Surplus, Harga Minyak Dunia Loyo

Kuwait, produsen minyak terbesar kelima di OPEC, mengumumkan pemangkasan produksi dan output kilang sebagai langkah pencegahan setelah Iran mengancam keamanan kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Gangguan pasokan juga datang dari Irak.

Hingga pukul 09.20 WIB, harga Brent tercatat di US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$113,25 per barel.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal tanker diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa minggu ke depan setelah kemampuan Iran untuk mengancam kapal berhasil dilemahkan.

Dalam analisis Reuters, harga Brent berpotensi bergerak ke kisaran US$120 hingga US$128 per barel, sementara WTI berpotensi mendekati level puncak 2022 di sekitar US$130,50 per barel, apabila krisis geopolitik saat ini terus berlanjut.

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat masih optimistis situasi di Selat Hormuz dapat segera membaik.

Di sisi lain, kapasitas penyimpanan mulai menjadi perhatian akibat gangguan distribusi.

Secara teknikal, analis pasar melihat reli minyak masih berpotensi berlanjut. sedangkan Perusahaan minyak nasional Abu Dhabi, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), menyebut operasi produksi darat masih berjalan normal,

Tiga pejabat industri mengatakan kepada Reuters bahwa produksi dari tiga ladang minyak utama di selatan Irak turun sekitar 70% menjadi hanya 1,3 juta barel per hari.

Brent yang masih berada di US$70,85 per barel pada 25 Februari, naik tipis ke US$72,48 (27 Februari) sebelum melonjak ke US$77,74 (2 Maret) dan US$81,4 (3-4 Maret).

Setelah itu reli semakin tajam melalui harga menyentuh US$85,41 (5 Maret), melonjak ke US$92,69 (6 Maret), dan akhirnya menembus US$113,68 pagi ini.

WTI bergerak serupa, dari US$65,42 pada 25 Februari menjadi US$113,25 hari ini.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Siaga 1, Harga Minyak Diprediksi Bakal ke US$128 per Barel

Lonjakan ini memperpanjang reli minyak setelah pekan lalu minyak mentah Amerika Serikat tercatat melonjak sekitar 35% dalam satu minggu, yang disebut sebagai kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah perdagangan futures sejak 1983.

Ketegangan geopolitik menjadi pemicu utama lonjakan harga.

Sebelum konflik memanas, ladang-ladang tersebut memproduksi sekitar 4,3 juta barel per hari.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan tengah mengelola produksi minyak lepas pantai secara hati-hati.

Analisis mendalam tentang Breaking News! Harga Minyak Tembus US$113 per Barel akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *