Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kredit UMKM Melambat, OJK Beberkan Biang Keroknya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
(Tangkapan Layar Youtube/Otoritas Jasa Keuangan)
Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan penyaluran kredit sektor UMKM hingga kini masih mengalami tren penurunan dan menjadi salah satu concern yang cukup besar bagi otoritas dan industri perbankan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan hingga Januari 2026, kredit segmen UMKM mencapai Rp1.482,99 triliun, mengalami perlambatan dalam kurun waktu belakangan ini.
Bukan tanpa sebab, Dian menguraikan hal itu disebabkan oleh sejumlah faktor.
Selain itu, proses pemulihan sektor UMKM dari masa pandemi Covid-19 cenderung lebih lambat ketimbang sektor korporasi.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Walau demikian, Dian menyebut masih ada harapan kredit segmen tersebut dapat bertumbuh positif pada akhir tahun ini.
“Meskipun demikian perbankan masih cukup optimis terhadap pertumbuhan kredit UMKM tercermin dari kredit UMKM yang masih diproyeksikan tumbuh positif pada akhir tahun 2026,” ujar Dian dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Februari 2026, Selasa (3/3/2026).
Baca: Bos OJK Ungkap Perkembangan Terbaru MSCI
Sebab, terdapat berbagai program dan kebijakan dari pemerintah yang diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit pada debitur UMKM yang memiliki prospek usaha yang baik untuk melakukan ekspansi.
“Terkait melalui program dan kebijakan dari pemerintah, OJK mendukung penyaluran kredit usaha kecil atau KUR dan kredit program lainnya yang secara umum ditujukan kepada UMKM,” tukas Dian.
Ia memaparkan ada beberapa program OJK dalam pengembangan UMKM, di antaranya yang mendukung penyusunan dan peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengenai KUR dan kredit program lainnya.
Selain itu, melakukan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan penyalur KUR dan kredit program lainnya seperti kredit program seperti penjaminan dan asuransi kredit.
Selain itu, lanjut Dian, OJK juga telah menerbitkan POJK tentang akses pembiayaan UMKM yang mewajibkan Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank atau LKNB untuk menyediakan skema pembiayaan yang inklusif dan terjangkau.
“Sehingga diharapkan dapat mempermudah akses UMKM dalam mendapatkan pembiayaan,” tutur Dian.
Lebih lanjut, OJK telah membentuk secara resmi Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap program pemerintah dan tentu saja untuk mendorong UMKM untuk memajukan UMKM secara berkesinambungan.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260226095633-19-714062/video-bri-sukses-cetak-laba-bersih-rp-57132-triliun-di-tahun-2025″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/714062?comscore=off”,”time”:2278,”title”:”Video: BRI Sukses Cetak Laba Bersih Rp 57,132 Triliun di Tahun 2025″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/26/bri-sukses-cetak-laba-bersih-rp-57132-triliun-di-tahun-2025-1772076139371_169.png”}]’); Next Article Bos BRI (BBRI) Sebut Duit dari Purbaya Sudah Disalurkan 90,4%
Kredit UMKM Melambat, OJK Beberkan Biang Keroknya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 715689, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260303172309-17-715689/kredit-umkm-melambat-ojk-beberkan-biang-keroknya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 03 March 2026 18:45 Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan pemaparan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan untuk menyampaikan kebijakan strategis OJK serta perkembangan terkini di sektor jasa keuangan.
Seperti dinamika perekonomian global dan nasional, serta adanya perubahan pola konsumsi masyarakat sebagai dampak dari tekanan daya beli pada kelas menengah ke bawah.
Analisis mendalam tentang Kredit UMKM Melambat, OJK Beberkan Biang Keroknya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
