Cerita Emas Rp130 T Soekarno di Bank Swiss, Begini Faktanya!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Cerita Emas Rp130 T Soekarno di Bank Swiss, Begini Faktanya! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Semoga informasi ini bisa meluruskan anggapan khalayak terkait legenda emas 57 ton Soekarno.

(tps) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260219152600-19-712185/video-jurus-kelola-aset-properti-bumn-biar-makin-cuan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/712185?comscore=off”,”time”:304,”title”:”Video: Jurus Kelola Aset Properti BUMN Biar Makin Cuan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/19/kelola-aset-bumn-pos-properti-punya-jurus-ini-1771493945723_169.png”}]’); Next Article Teka-teki Emas Soekarno 57 Ton Akhirnya Terungkap, Cek Faktanya

Namun, dia menolak melalui alasan tidak ingin merepotkan.

Baca: Menaker Umumkan THR Ojol 2026 Setelah Senin Lapor Prabowo

Pernyataan Soekarno dalam wawancara dengan Cindy tersebut dibenarkan oleh putra pertamanya, Guntur Soekarnoputra.

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 40.000

Soekarno menyebut kalau gajinya selama jadi presiden hanya US$ 220.

Pikir saja, kalau emas berton-ton disimpan di bank di Swiss, yang saya sendiri pernah ke sana, itu ruang penyimpanan uang di Swiss enggak akan muat diisi emas segitu banyak.

Dalam kolom opini di Media Indonesia yang diterbitkan 26 September 2020, Guntur menyebut Soekarno tak memiliki banyak uang sejak sebelum hingga menjadi Presiden RI.

Kennedy untuk mendanai pembangunan Amerika Serikat pada era 60-an.

Jika dikonversi melalui nilai tukar saat ini, harta tersebut setara dengan Rp130 triliun.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 714742, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260228150938-17-714742/cerita-emas-rp130-t-soekarno-di-bank-swiss-begini-faktanya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); tps,  CNBC Indonesia 28 February 2026 18:40 Foto: LIFE- Maritimnews

Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar mengenai simpanan emas batangan seberat 57 ton milik Presiden Soekarno di bank Swiss kembali menjadi perbincangan hangat.

Lewat tulisan Kuasa dan Negara (1983), Ong mematahkan cerita itu dan memberi fakta sejarah sesungguhnya.

Ia tidak punya tanah, tidak punya rumah, apalagi logam-logam mulia seperti yang digembar-gemborkan orang selama ini,” kata Guntur.

Guntur juga sempat membantah melalui gamblang soal kepemilikan emas tersebut.

Karenanya, wajar apabila dia hidup dari istana ke istana yang dimiliki negara.

Bahkan, tutur Soekarno, dia pernah dibelikan piyama oleh duta besar saat kunjungan ke luar negeri.

Ia mengatakan cerita tersebut tidak masuk logika.

“Sekarang katanya emasnya berton-ton.

Ia juga mengungkap ayahnya kerap meminjam uang kepada sahabatnya sejak zaman pergerakan, salah satunya Agoes Moesin Dasaad.

“Sebagai presiden, Bung Karno adalah presiden yang paling miskin di dunia ini.

Fakta sejarah memaparkan bahwa selama menjadi Presiden Soekarno hidup kesulitan.

Namun, berbagai fakta sejarah justru menunjukkan kondisi sebaliknya, di mana Bung Karno seringkali hidup dalam keterbatasan ekonomi selama menjabat sebagai kepala negara.

Berdasarkan catatan sejarah yang ada, tampaknya Soekarno tidak memiliki harta sebanyak itu.

Salah satunya terkait cerita Soekarno mewarisi kekayaan kerajaan Mataram Islam.

Kata Ong, tidak mungkin ada seseorang mewarisi harta dari kerajaan kuno.

Faktor penyebabnya adalah Sukarno memakai baju tidur yang sudah robek.

“Adakah Kepala Negara yang melarat seperti aku dan sering meminjam-minjam dari ajudannya?” kata Sukarno kepada Cindy Adams dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1964).

Masih mengutip wawancara dengan Cindy Adams, saking miskinnya, Soekarno bahkan pernah hampir diberi gedung secara patungan oleh rakyat. yang mengakibatkan Duta besar itu merasa kasihan

Masalahnya, harta kerajaan kuno tidak sebesar yang dibayangkan.

Hal ini diungkap oleh Soekarno sendiri dalam wawancaranya kepada jurnalis AS, Cindy Adams.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Pesta Pora!

Jadi saya pikir ini bohong semua ini,” kata Guntur.

Baca: Siaga Perang AS-Iran Jadi PD 3, China-Rusia Sudah ‘Ikut Campur’

Sejarawan Indonesia, Ong Hok Ham, juga membantah rumor harta segunung Soekarno.

Apalagi saat itu Mataram Islam disebut masih punya utang kepada VOC.

Ong juga menyebut kalau kisah harta Soekarno sebenarnya bisa dipatahkan melalui argumen sederhana: jika punya emas, seharusnya Soekarno tidak melarat hingga akhir hayatnya.

Ini artinya cerita harta karun emas batangan Presiden pertama Indonesia yang selama ini dipercaya tidak benar.

Konon, kekayaan luar biasa tersebut bahkan pernah dipinjam oleh John F.

Cerita Emas Rp130 T Soekarno di Bank Swiss, Begini Faktanya!

Analisis mendalam tentang Cerita Emas Rp130 T Soekarno di Bank Swiss, Begini Faktanya! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *