Breaking News! Rupiah Dibuka Menguat, Dolar Turun ke Rp16.860

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking News! Rupiah Dibuka Menguat, Dolar Turun ke Rp16.860 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Penguatan ini melanjutkan pergerakan pada perdagangan terakhir pekan lalu, ketika rupiah juga menguat tipis 0,06% di level Rp16.860/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah cukup tajam 0,40% ke level 97,404.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Penguatan rupiah hari ini mendapat dukungan dari tekanan pada dolar AS di pasar global.

Dinamika ini dinilai berpotensi menggeser prospek pertumbuhan di luar AS, sekaligus menambah ketidakpastian arah fiskal AS dan volatilitas kebijakan ke depan.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis APBN KiTa Edisi Februari 2026 yang memaparkan realisasi APBN per Januari 2026.

Faktor penyebabnya adalah berpengaruh terhadap ekspektasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), pergerakan imbal hasil, hingga sentimen terhadap rupiah.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260119093250-19-703253/video-rupiah-masih-lanjut-melemah-bi-rate-ditahan-lagi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/703253?comscore=off”,”time”:476,”title”:”Video: Rupiah Masih Lanjut Melemah, BI Rate Ditahan Lagi?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/19/dolar-as-perkasa-bikin-rupiah-sentuh-level-terlemah-bi-rate-ditahan-lagi-1768790813722_169.png”}]’); Next Article Rupiah Loyo Awal Tahun, Dolar AS Tembus Rp16.715/US$ yang mengakibatkan Konferensi pers dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB dan akan dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Rilis APBN KiTa menjadi indikator awal arah kebijakan fiskal di awal tahun, mulai dari kinerja pendapatan negara, realisasi belanja, hingga kebutuhan pembiayaan.

Investor akan menaruh perhatian pada dinamika defisit di awal 2026, mengingat hingga Desember 2025 defisit APBN tercatat Rp695,1 triliun atau setara 2,92% terhadap PDB, lebih tinggi dibandingkan 2024 yang berada di kisaran 2,3% dari PDB.

Bagi pasar, arah defisit dan pembiayaan penting

Dampak dari hal tersebut adalah memberi ruang penguatan bagi mata uang lain, termasuk rupiah.

Baca: Tragis! akibat Pelemahan DXY mengindikasikan adanya aksi jual pada aset berdenominasi dolar,

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar Turun ke Rp16.860 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 712912, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260223080358-17-712912/breaking-news-rupiah-dibuka-menguat-dolar-turun-ke-rp16860’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 23 February 2026 09:04 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diΒ Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan ini melalui penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring melemahnya dolar di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Senin (23/2/2026), rupiah dibuka di posisi Rp16.855/US$ atau terapresiasi 0,03%.

Pria Ini Temukan Harta Karun Rp36 T tapi Tetap Hidup Melarat

Sentimen global turut dipengaruhi perkembangan kebijakan tarif AS setelah Mahkamah Agung AS memutuskan sebagian besar tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump dinilai melampaui kewenangannya.

Namun, pasar juga masih mencermati respons lanjutan dari Gedung Putih, termasuk langkah mengenakan tarif umum 15% atas impor serta upaya mempertahankan kesepakatan tarif yang lebih tinggi melalui mitra dagang.

Analisis mendalam tentang Breaking News! Rupiah Dibuka Menguat, Dolar Turun ke Rp16.860 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *