BI Rate Masih Berpeluang Turun, Tunggu Tanda-tanda Ini!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Rate Masih Berpeluang Turun, Tunggu Tanda-tanda Ini! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Perry mengakui, suku bunga acuan yang rendah saat ini dibutuhkan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat.

Yield UST terutama tenor panjang tetap tinggi sejalan melalui peningkatan risiko fiskal AS.

Perkembangan ini mendorong aliran modal ke negara berkembang terjadi secara selektif, terutama ke saham dan obligasi jangka pendek.

Dampak dari hal tersebut adalah memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk menjaga daya tahan ekonomi domestik dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi,” ucap Perry.

(arj/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260122134147-19-704391/video-gubernur-bi-akui-ruang-penurunan-bi-rate-masih-terbuka”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/704391?comscore=off”,”time”:68,”title”:”Video: Gubernur BI Akui Ruang Penurunan BI Rate Masih Terbuka”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/22/gubernur-bi-akui-ruang-penurunan-bi-rate-masih-terbuka-1769066473166_169.png”}]’); Next Article BI Rate Tetap 4,75% di Oktober 2025, Bos BI Pertimbangkan Data Ini akibat Indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) melemah di tengah kenaikan permintaan terhadap safe haven assets yang mendorong kenaikan harga emas.

“Ke depan, ketidakpastian perekonomian global diprakirakan tetap tinggi

(Tangkapan layar Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku masih mencari ruang untuk menurunkan suku bunga acuan BI Rate ke depan.

Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diprakirakan melambat dari 3,3% pada 2025 menjadi 3,2% dan dibarengi melalui divergensi pertumbuhan antarnegara.

Prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global terutama dipengaruhi oleh dampak tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan berlanjutnya tensi geopolitik, kecuali AS yang diprakirakan meningkat dipengaruhi oleh besarnya stimulus fiskal dan tingginya investasi, termasuk investasi terkait artificial intelligence (AI).

Ekonomi Eropa dan Jepang diprakirakan melambat dipengaruhi oleh kinerja ekspor yang turun sejalan dengan perlambatan ekonomi global serta permintaan domestik yang belum kuat di tengah pengaruh investasi AI yang meningkat.

Adapun ekonomi China ia anggap tetap dalam tren melambat akibat konsumsi rumah tangga yang belum kuat, sementara ekonomi India juga belum kuat dengan menurunnya permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal.

Dari pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) tetap terbuka seiring pasar tenaga kerja yang masih lemah.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 712163, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260219145441-17-712163/bi-rate-masih-berpeluang-turun-tunggu-tanda-tanda-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 19 February 2026 15:02 Foto: Konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Februari 2026.

BI Rate Masih Berpeluang Turun, Tunggu Tanda-tanda Ini!

Apalagi, tekanan inflasi kata dia masih terus terkendali di kisaran 2,5% plus minus 1%.

“Jadi arah kebijakan suku bunga ke depan kami masih konsisten, masih memandang ruang penurunan suku bunga terbuka melalui inflasi rendah dan perlunya pertumbuhan ekonomi terus didorong,” paparnya.

Perry menjelaskan, ketidakpastian ekonomi global masih dipicu oleh prospek perekonomian global dalam tren melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi.

Dampak dari hal tersebut adalah kami akan pantau terus apakah ada kesempatan nanti ke depan untuk merealisasikan ruang penurunan suku bunga,” papar Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Kamis (19/2/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: BI Rate Ditahan 4,75% pada Februari 2026, Ini Alasannya! akibat Setidaknya, level BI Rate itu telah ditahan selama 5 bulan dari hasil rapat dewan gubernur BI sejak September 2025.

“Global ketidakpastiannya tinggi,

Sebab, tingginya ketidakpastian ekonomi global menghambat keinginannya untuk menurunkan suku bunga acuan saat ini.

Sebagaimana diketahui, dewan gubernur BI kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada Februari 2026.

Analisis mendalam tentang BI Rate Masih Berpeluang Turun, Tunggu Tanda-tanda Ini! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *