Harta Karun Rp15 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harta Karun Rp15 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Proses ini menurut koran tersebut, “bertentangan melalui keinginan para penemu/pemilik.”

Dalam pewartaan Pikiran Rakjat (31 Agustus 1965), intan 166,75 karat itu akan digunakan untuk membangun Kalimantan Selatan, serta dialihkan untuk pembelian teknologi penggalian supaya produksi intan meningkat.

Suara Mat Sam ini kemudian disampaikan melalui kuasa hukum yang kemudian diteruskan kepada Presidium Kabinet Ampera, yakni Jenderal Soeharto.

“Berharap pemerintah dapat meninjau kembali persoalan tersebut demi tegaknya kembali keadilan dan kebenaran,” tutur tim kuasa hukum, dikutip Kompas.

Akan tetapi, setelahnya, tak diketahui lagi apakah keadilan Mat Sam diproses pemerintah atau tidak sebab tidak ada catatan sejarah lanjutannya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260211155712-19-710268/video-den-sebut-isu-msci-adalah-wake-up-call-reformasi-bursa-saham”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/710268?comscore=off”,”time”:461,”title”:”Video: DEN Sebut Isu MSCI Adalah "Wake Up Call" Reformasi Bursa Saham”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/11/den-sebut-isu-msci-adalah-wake-up-call-reformasi-sudah-mendesak-1770803025305_169.png”}]’); Next Article Harta Karun Rp 15 Triliun Disita Pemerintah, Penemunya Hidup Melarat

Sebagai penemu intan terbesar, mereka memohon keadilan dan meminta pemerintah menunaikan janjinya.

Sebab, menurut laporan Kompas (11 September 1967), para penemu hidupnya sangat sengsara dalam jeratan penderitaan.

“[…] Penemu/pemilik pertama yang pada dewasa ini hidup dalam ketidakcukupan dan tidak pernah merasakan kenikmatan yang sesungguhnya dari hasil penemuan itu,” tulis Kompas.

Apalagi, intan 166,75 karat itu diketahui berharga Rp3,5 miliar atau berkisar US$248 ribu.

Di tengah pencarian, mereka tak sengaja menemukan intan berukuran berukuran besar.

Jika tak diambil pemerintah, maka dia kini sudah jadi miliarder dan hidup tak melarat.

Sebagai timbal balik, presiden akan memberi hadiah kepada Mat Sam dan 4 orang temannya itu berupa naik haji gratis.

“Penggali intan dan 4 orang serta istrinya mendapat prioritas untuk menunaikan ibadah haji,” tulis pewarta Pikiran Rakjat.

Jelas, info ini membuat Mat Sam senang bukan kepalang.

Sampai akhirnya, hitung maju dua tahun kemudian, Mat Sam dan 4 orang temannya memberanikan diri bersuara.

Mat Sam bersaksi intan tersebut sangat bersih dan berwarna biru campur kemerahan.

Penemuan ini lantas membuat heboh, yang beberapa tahun kemudian diketahui sangat membuat Mat Sam menyesal atas kehebohan ini.

Dalam harian Nusantara (15 Agustus 1967), harga emas tahun 1967 berharga Rp230 per gram.

Berarti melalui Rp3,5 miliar bisa membeli 15.217.315 gram emas.

(AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Mat Sam, warga asal Kampung Cempaka, Kalimantan Selatan, hidup melarat setelah menemukan harta karun senilai Rp 15 triliun pada masa sekarang.

Bagaimana bisa?

Kisah tragis Mat Sam bermula pada Kamis 26 Agustus 1965.

Faktor penyebabnya adalah intan tersebut hanya sedikit lebih kecil dari “kohinur” (red, berlian India) yang menghiasi mahkota Kerajaan Inggris,” tulis harian Pikiran Rakjat (31 Agustus 1965).

Setelah viral, nama Mat Sam menjadi terkenal. yang mengakibatkan Setelah ditelusuri, temuan intan oleh Mat Sam menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, yakni 166,75 karat.

“Harganya diperkirakan tidak kurang dari puluhan miliar rupiah,

Hari itu, Mat Sam dibantu 4 orang teman sedang bekerja mencari intan.

Sebentar lagi dia bisa ibadah haji gratis hadiah dari pemerintah.

Semua orang menduga dirinya bakal kaya raya sebab menemukan harta karun super besar.

Sangat fantastis.

Tentu saja, wajar apabila Mat Sam bersuara dan memohon keadilan.

CNBC Insight Harta Karun Rp15 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 711413, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260216140243-17-711413/harta-karun-rp15-t-diambil-pemerintah-penemu-malah-dibiarkan-melarat’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 16 February 2026 15:40 Foto: Seseorang memegang berlian seberat 2.492 karat yang ditemukan di negara itu dan dipamerkan di Gaborone, Botswana, Kamis (22/8/2024).

Temuan intan tak menjadi miliknya, melainkan diambil pemerintah.

Surat kabar Angkatan Bersenjata (11 September 1967) menuliskan, intan tersebut diamankan oleh Pantjatunggal Kabupaten Banjar dan dibawa ke Jakarta untuk diberikan kepada Presiden Soekarno.

Jika dikonversikan ke masa sekarang dan berpatokan pada harga emas 2024, berarti intan 166,75 karat seharga Rp3,5 M senilai Rp15,22 triliun.

Namun, kesenangan itu rupanya hanya sesaat.

Hadiah dari pemerintah faktanya tak kunjung tiba.

Analisis mendalam tentang Harta Karun Rp15 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Harta Karun Rp15 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat”.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *