Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang ART Pakai Gaji untuk Beli Saham, Hasilnya Bikin Geleng-Geleng yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Bisa juga mendapatkan rempah-rempah, seperti yang didapatkan para pemegang saham sebagai bentuk dividen, ungkap Petram.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260202130024-19-707354/video-uji-urgensi-kenaikan-free-float-saham-ri”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/707354?comscore=off”,”time”:362,”title”:”Video: Uji Urgensi Kenaikan Free Float Saham RI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/02/speedesk-uji-urgensi-kenaikan-free-float-saham-ri-1770015243646_169.png”}]’); Next Article Pembantu Nekat Pakai Gaji Buat Beli Saham, Tak Disangka Malah…
Alhasil dia menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan uang tabungannya,” tulis Petram.
Dia menyisihkan 100 gulden dari uang tabungannya untuk membeli saham.
Begitu juga latar belakang investor bisa datang dari mana saja.
Bukan hanya pejabat dan bangsawan, seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Neeltgen Cornelis juga melakukannya.
Dia tertarik berinvestasi setelah melihat majikannya Dirck van OS yang merupakan seorang Direktur VOC.
Tidak seperti sekarang, pembelian saham dilakukan manual dan dicatat melalui kertas.
Gajinya sebagai pembantu yang kurang dari lima puluh sen sehari tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Neeltgen.
Sempat maju mundur untuk berinvestasi, akhirnya dia tetap melakukannya saat penawaran perdana saham VOC bakal ditutup.
Laporan Lodewijk Petram dalam The World’s First Stock Exchange (2011), ada 1.143 investor yang berinvestasi pada modal awal VOC saat itu.
Semua investor bisa memutuskan berapa banyak uang yang ingin diinvestasikan dan tidak ada batasan.
ART Pakai Gaji untuk Beli Saham, Hasilnya Bikin Geleng-Geleng Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 709070, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260207131559-17-709070/art-pakai-gaji-untuk-beli-saham-hasilnya-bikin-geleng-geleng’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 07 February 2026 13:25 Foto: (foto: Ist/Blog maisyafarhati.com)
Jakarta, CNBC Indonesia – Investasi saham kini mulai menjadi “gaya hidup” di berbagai lapisan masyarakat.
Namanya tercatat sebagai pemegang saham meskipun nilainya tak sebesar investor lain yang menaruh uang hingga 85 ribu gulden.
Ternyata dia sempat mendapatkan untung dari pembelian saham VOC.
Ini membuat rumah Dirck van OS ramai didatangi banyak orang yang tertarik berinvesasi saat IPO terjadi.
Meski tertarik, dia bingung harus mendapatkan uang darimana untuk berinvestasi.
Hal ini pun sejatinya sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Pada Agustus 1602, Kongsi Hindia Belanda atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) secara aktif menjual sahamnya kepada masyarakat luas.
Langkah tersebut kemudian menjadi cikal bakal lahirnya skema investasi yang saat ini dikenal sebagai penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Baca:Syarat Terbaru Jadi Nasabah Prioritas Bank Mandiri-BRI-BNI-BTN
Setelah IPO diumumkan, banyak orang yang mendatangi Bursa Efek Amsterdam.
“Dia berpikir akan selalu menyesal apabila dia tidak berinvestasi sekarang.
Petram melaporkan Neeltgen akhirnya melepas kepemilikannya pada Oktober 1603 atau setahun setelah membeli.
Padahal jika terus memiliki saham tersebut, 100 gulden yang dia belikan bisa menjadi ribuan.
Analisis mendalam tentang ART Pakai Gaji untuk Beli Saham, Hasilnya Bikin Geleng-Geleng akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “ART Pakai Gaji untuk Beli Saham, Hasilnya Bikin Geleng-Geleng”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
