Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang DPR Respons Ide Bangun BUMN Tekstil Rp100 T: Uang Rakyat – Pasti Mati! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah lebih murah memukul langsung produk dalam negeri,” ucap dia.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Ia menegaskan, potensi pasar domestik yang besar seharusnya dapat dioptimalkan untuk memperkuat industri tekstil nasional melalui pengawasan ketat dan penguatan industri dalam negeri.
Baca:Warga RI Habiskan Duit Rp119 T/Tahun Beli Baju, Alas Kaki-Tutup Kepala
Sejalan dengan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan larangan masuknya pakaian bekas impor telah diatur dalam Permendag Nomor 47 Tahun 2025. yang mengakibatkan “Data impor pakaian bekas melonjak pada tahun 2024 sekitar 3.865 ton,” ujarnya.
Menurut Faisol, rata-rata impor pakaian bekas mencapai 48% dibanding pakaian jadi baru dan sangat merugikan negara serta industri dalam negeri.
“Selain kerugian negara, tentu harga barang ini
Tapi menjalankan pabrik melalui alasan hanya lapangan kerja, ekspor, sudahlah pak, lupakan.
Kalau tidak didukung melalui regulasi yang ketat,” katanya.
Senantara kemudian memberi contoh harga kaos impor asal China yang dijual sangat murah di pasaran, yakni hanya Rp50.000 sudah bisa dapat 6 potong pakaian.
Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana pemerintah membangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil melalui nilai investasi jumbo menuai sorotan tajam dari DPR RI.
Dia pun menyinggung dan mengkaitkannya melalui nasib BUMN baja, PT Krakatau Steel Tbk.
“Terkait tekstil tadi, saya kepada Danantara, saya ingin pesankan, mendirikan pabrik itu gampang.
Menurutnya, persoalan utama terletak pada regulasi yang tidak sinkron antar kementerian.
“Nah yang saya pahami kenapa tekstil ini bangkrut, PHK ada di mana-mana, penyebab utamanya regulasinya.
Karena hampir semua barang impor cenderung membunuh produk lokal,” ujarnya.
Baca:Pabrik Tekstil Bangkrut-PHK di mana-mana, DPR Tunjuk Biang Keroknya
Pasti Mati!
Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RIΒ Rachmat Gobel mengkritisi rencana pemerintah membangun pabrik tekstil baru.
Kalau bapak tidak bisa memberikan penjelasan,” tukasnya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto tengah berencana membangun pabrik tekstil yang ditujukan untuk memperkuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.
Dengan jumlah penduduk 281,6 juta jiwa, belanja masyarakat untuk sandang diperkirakan mencapai Rp119,8 triliun per tahun.
“Impor pakaian bekas sudah dilarang sesuai melalui Peraturan Menteri Perdagangan, Permendag No.
Ada yang menginginkan mendorong adanya produksi lokal, tetapi di sisi lain kementeriannya membuka impor selebar-lebarnya,” ujarnya.
Dia pun menyoroti rencana investasi hampir Rp100 triliun di sektor tekstil yang harus dijaga melalui kebijakan yang tepat.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah telah melakukan studi untuk itu.
(CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Daftar Isi
- Uang Rakyat
- Pasti Mati!
40 Tahun 2022, yang sebelumnya sudah diatur di dalam Permendag No.18 2021 dan Permendag No.
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 709118, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260207185306-17-709118/dpr-respons-ide-bangun-bumn-tekstil-rp100-t-uang-rakyat–pasti-mati’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 07 February 2026 20:30 Foto: Pantauan kondisi kawasan Tekstil Cipadu, Tangerang yang semakin sepi ditinggal pelanggan.
Rencananya, pembangunan pabrik tekstil itu akan melibatkan dana dari Danantara, dialokasikan sebesar US$6 miliar (setara Rp 100,5 triliun, kurs Rp16.750/US$).
Dengan proyek ini, Indonesia ditargetkan dapat mendongkrak ekspornya menjadi US$40 miliar dari saat ini sekitar US$4 miliar.
Baca:RI Banjir Thrifting Ilegal, Negara Sita Baju Bekas Impor Rp248 Miliar
Baju Bekas Impor Serbu RI
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, besarnya pasar sandang nasional harus dijaga agar tidak dikuasai produk impor ilegal.
Karena itu, ia menekankan perlunya pembenahan dan sinkronisasi regulasi sebelum membentuk usaha tekstil baru.
“Nah penekanan saya, sebelum usaha tekstil ini dibentuk, alangkah bijaknya regulasinya dulu diatur, antar kementerian dulu disinkronkan.
Faktor penyebabnya adalah mereka juga bisa ekspor,” ucap Gobel.
“Ini yang saya lihat jangan sampai Danantara membuat proyek euforia. yang mengakibatkan Atau dukungan apa bisa diberikan kepada pengusaha ini
Tanpa perlindungan regulasi yang kuat, industri itu berpotensi gugur melalui serbuan masuknya barang impor.
“Kalau seandainya kita mau membentuk usaha baru tekstil, apakah mampu bersaing?
Dengan berbagai macam standar, harganya sangat murah, kualitasnya juga memadai,” kata Senantara dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI, dikutip (7/2/2026).
Uang Rakyat
Ia menilai banjir impor tersebut menjadi salah satu pemicu utama runtuhnya industri tekstil nasional hingga memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
DPR Respons Ide Bangun BUMN Tekstil Rp100 T: Uang Rakyat – Pasti Mati!
Sejumlah anggota Komisi VI DPR mengingatkan agar pemerintah agar tidak gegabah menggelontorkan dana besar tanpa pembenahan mendasar, terutama di sisi regulasi dan perlindungan industri dalam negeri.
Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menyoroti derasnya serbuan produk tekstil impor asal China yang dinilai menekan industri dalam negeri.
51 Tahun 2015 mengenai larangan impor pakaian bekas,” kata Faisol dalam kesempatan yang sama.
Namun, ia mengungkapkan impor pakaian bekas justru melonjak pada 2024.
Yang menengah yang ada di Pekalongan, di daerah, itu kumpulkan.
Apalagi industri tekstil yang akan bertarung melalui pasar bebas, pasti mati,” tukasnya.
Karena itu, lanjut Gobel, jika memang tak ada visi yang kuat membangun industri tekstil baru, lebih baik pemerintah mengambil cara lain untuk mendukung industri tekstil nasional.
“Seperti saran teman saya, mbok industri yang sudah ada ini saja dipanggil, kumpulkan.
Ia menyebut, saat ini hampir seluruh produk pakaian di pasar domestik dikuasai barang impor, melalui porsi China mencapai 90%.
“Seperti yang terjadi sekarang, hampir semua tekstil pakaian itu sudah dikuasai oleh produk China.
Ini potensi kerugian negara,” ucapnya.
“Kita bisa lihat Krakatau Steel yang begitu dilindungi aja babak belur.
Faktor penyebabnya adalah berisiko bagi kesehatan, melindungi industri pakaian jadi dalam negeri, khususnya UMKM, serta mencegah Indonesia menjadi tujuan limbah tekstil.
Baca:Wamenperin Beberkan Tugas Khusus dari Prabowo Soal Industri Tekstil (dce)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260209092849-19-709375/video-dibayangi-isu-msci-saham-sektor-mana-yang-diincar-investor”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/709375?comscore=off”,”time”:480,”title”:”Video: Dibayangi Isu MSCI, Saham Sektor Mana Yang Diincar Investor?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/09/isu-msci-masih-membayangi-saham-sektor-mana-yang-diincar-investor-1770604685124_169.png”}]’); Next Article 83 Pasal Diubah, Revisi UU BUMN Selesai Dalam Tiga Hari yang mengakibatkan Ia mengatakan, pemerintah secara rutin melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran pakaian bekas impor ilegal sejak 2022 di berbagai daerah.Jika diakumulasi, total nilai pakaian bekas impor ilegal yang berhasil disita pemerintah mencapai sekitar Rp248,11 miliar.
“Berdasarkan hasil pengawasan pakaian bekas tersebut telah diambil langkah tindak lanjut pengenaan sanksi administrasi berupa penutupan lokasi dan perintah pemusnahan barang,” kata Budi.
Ia menegaskan, larangan impor pakaian bekas dilakukan
Tentu harus dipertanggungjawabkan,” tegas dia.
Ia pun mempertanyakan kemampuan industri tekstil baru untuk bersaing, terutama dari sisi harga.
Regulasi antara kementerian yang satu melalui kementerian yang lainnya tidak nyambung.
Analisis mendalam tentang DPR Respons Ide Bangun BUMN Tekstil Rp100 T: Uang Rakyat – Pasti Mati! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “DPR Respons Ide Bangun BUMN Tekstil Rp100 T: Uang Rakyat – Pasti Mati!”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
