Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Namun, secara pribadi, kita selalu hidup di bawah bayang-bayang wabah penyakit dan perang,” ujarnya.

Ia menambahkan, manusia perlu melakukan segala hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi ancaman tersebut, sekaligus tetap menjalani kehidupan melalui baik.

Kita seharusnya tidak mengejar hal tersebut,” ujarnya.

Baca: Dunia Diramal Kiamat 13 November, Manusia Bakal Musnah-Mati Terimpit?

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa menurutnya, ancaman AI jauh melampaui persoalan pengangguran akibat otomatisasi.

Ini Solusi Cegah AI Musnahkan Manusia

Untuk mencegah risiko tersebut, Soares mengusulkan agar pengembangan AI, khususnya dalam hal peningkatan skala atau kemampuan teknologi (scaling up), dibatasi.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261105121953-19-782600/video-dongkrak-daya-saing-manufaktur-lewat-teknologi-operasi-bisnis”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/782600?comscore=off”,”time”:490,”title”:”Video: Dongkrak Daya Saing Manufaktur Lewat Teknologi Operasi Bisnis”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/11/05/dongkrak-daya-saing-manufaktur-teknologi-erp-bikin-operasional-bisnis-kian-efisien-1793856815159_169.png”}]’); Next Article Video: Dongkrak Daya Saing Manufaktur Lewat Teknologi Operasi Bisnis

Ia bahkan menilai probabilitas bahwa manusia tidak akan bertahan hingga 10 tahun mendatang sudah lebih dari 50%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Persaingan Ketat, Simpanan Bunga Tinggi di Bank Makin Marak

Keyakinan tersebut turut memengaruhi keputusan finansial pribadinya, termasuk dalam mempersiapkan masa pensiun.

Saya memiliki rekening dari masa ketika bekerja di Google, tetapi saya sudah tidak menyetor kontribusi ke sana selama sekitar satu dekade,” kata Soares.

Soares diketahui pernah bekerja sebagai software engineer di Google dan Microsoft.

Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI?

Saya adalah orang yang khawatir AI akan membunuh seluruh manusia,” katanya.

Baca: Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam

Soares menambahkan bahwa jika ancaman yang dikhawatirkannya benar-benar terjadi, manusia justru akan berada dalam kondisi tingkat pekerjaan penuh sesaat sebelum seluruh umat manusia musnah.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 783169, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261107121039-17-783169/eks-pakar-google-ngaku-setop-nabung-pensiun-ketakutan-bahaya-ai’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 07 November 2026 14:15 Foto: Ilustrasi dana darurat (Freepik) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Mantan pakar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Google, Nate Soares, meyakini perkembangan teknologi AI berpotensi menyebabkan kepunahan umat manusia dalam waktu dekat.

Kelompok yang memiliki pandangan ini menilai teknologi AI yang melampaui kecerdasan manusia dapat berkembang menjadi ancaman serius apabila tidak mampu dikendalikan.

Baca: Dradjad Bongkar Masalah Dana Pensiun, Takut Investasi Saham

Dalam wawancara tersebut, Soares membandingkan kekhawatiran terhadap kepunahan akibat AI melalui ancaman perang nuklir.

“AI yang berusaha meniru dan melampaui kecerdasan manusia bukanlah sesuatu yang kita inginkan.

Soares mengungkapkan dirinya sudah tidak lagi menabung untuk pensiun selama kurang lebih 10 tahun terakhir.

“Saya sekarang tidak menabung untuk pensiun.

Saat ini, ia menjabat sebagai presiden Machine Intelligence Research Institute (MIRI), organisasi nirlaba yang berbasis di Berkeley dan dikenal aktif mengangkat risiko pengembangan AI terhadap keberlangsungan umat manusia.

Pandangan tersebut berkaitan melalui konsep yang dikenal sebagai AI doomerism, yakni keyakinan bahwa pengembangan AI supercerdas berpotensi berujung pada kepunahan manusia.

Namun, ia menilai kemampuan AI terus meningkat, termasuk dalam menyelesaikan tugas-tugas yang semakin panjang dan kompleks.

Soares juga menegaskan bahwa kekhawatirannya bukan berfokus pada kemungkinan AI menggantikan pekerjaan manusia secara massal.

Ia justru menganggap risiko terbesar adalah kemungkinan teknologi tersebut menyebabkan kepunahan seluruh umat manusia.

“Saya bukan orang yang khawatir akan kiamatnya lapangan pekerjaan akibat AI.

Faktor penyebabnya adalah kekhawatirannya terhadap ancaman AI.

Melansir New York Post, Soares memperkirakan kemungkinan AI memicu kepunahan manusia dalam 10 tahun ke depan mencapai lebih dari 50%. yang mengakibatkan Bahkan, peneliti machine learning tersebut mengaku sudah berhenti menyisihkan uang untuk masa pensiun sejak sekitar satu dekade lalu

Menurut dia, pada masa awal perkembangan mobil, kuda mungkin dapat melihat berbagai keterbatasan teknologi tersebut dan menganggapnya belum mampu menggantikan kemampuan mereka.

“Kita bisa membayangkan banyak kuda melihat perkembangan mobil dan berkata, ‘Masih banyak hal yang belum bisa dilakukan mobil’,” ujar Soares.

Menurut dia, pemanfaatan AI untuk kebutuhan tertentu seperti membantu menemukan obat kanker masih dapat diterima.

Namun, ia menilai upaya mengembangkan AI agar mampu meniru sekaligus melampaui kecerdasan manusia merupakan arah pengembangan yang seharusnya tidak dikejar.

Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam sebuah episode podcast bersama CEO The Atlantic, Nicholas Thompson, yang membahas risiko perkembangan kecerdasan buatan terhadap masa depan manusia.

“Saya kira saat ini tampaknya kita mungkin tidak punya waktu satu dekade lagi,” ujar Soares dalam podcast tersebut.

Soares juga menegaskan bahwa kepunahan manusia akibat AI bukan sesuatu yang menurutnya pasti terjadi.

AI Disebut Bisa Melampaui Kemampuan Manusia

Dalam perbincangan tersebut, Thompson turut menyampaikan keraguannya terhadap kemungkinan AI memusnahkan seluruh umat manusia.

Ia menyoroti bahwa teknologi AI paling canggih saat ini masih memiliki berbagai keterbatasan dan belum mampu menyelesaikan seluruh jenis pekerjaan secara sempurna.

Menanggapi hal itu, Soares mengibaratkan perkembangan AI seperti kemunculan mobil yang secara bertahap menggantikan peran kuda.

Menurut dia, meskipun manusia kini menghadapi kemungkinan kehancuran secara bersamaan, kehidupan tetap harus dijalani sambil melakukan berbagai upaya pencegahan.

“Ini mungkin pertama kalinya kita hidup di bawah bayang-bayang kemungkinan seluruh manusia mati sekaligus.

Analisis mendalam tentang Eks Pakar Google Ngaku Setop Nabung Pensiun, Ketakutan Bahaya AI? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *