RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hal ini berpengaruh terhadap kebijakan suku bunga bank sentral yang meningkat dan memasuki era higher for longer.

Kenaikan suku bunga AS juga dapat memperkuat daya tarik aset keuangan berdenominasi dolar AS.

RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 783071, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261106165457-17-783071/ri-makin-haus-dolar-awas-defisit-transaksi-berjalan-makin-lebar’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 06 November 2026 20:30 Foto: Ilustrasi/ Dollar/ Aristya Rahadian //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Sabang, CNBC Indonesia – Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia berada di sekitar 1,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2026 dan melebar menjadi 1,6% pada 2027.

Angkaย defisit itu jatuh makin dalamย bila dibandingkan melalui defisit 0,1% yang dicapai pada 2025.

“Defisit transaksi berjalan yang melebar tersebut menunjukkan Indonesia masih membutuhkan pembiayaan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) dan bisa menjadi faktor yang melemahkan nilai tukar rupiah,” katanya saat media briefing Bank Indonesia di Sabang, Aceh pada Kamis (5/11/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Risiko Gagal Bayar Naik & Beban Bunga Menekan, RI Harus Disiplin Utang

Defisit yang melebar, menurutย Irman, disebabkan oleh kenaikan biaya impor energi berpotensi memperlebar defisit neraca perdagangan minyak dan gas.

Irman Faiz menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang mengubah arah prospek ekonomi global tahun ini.

Ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, investor memiliki insentif lebih besar untuk menempatkan dananya pada instrumen yang dianggap lebih aman.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Kalau dia nyari negara yang aman, negara mana yang akan dituju?

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal tahun mendorong harga minyak meningkat signifikan.

Ketidakpastian kebijakan moneter AS dan tingginya risiko geopolitik mendorong investor global cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk saham dan obligasi di pasar negara berkembang.

Baca: Ekonom Danamon Ramal Rupiah Rp18.032/US$ di Akhir 2026

“Kalau dia risk of, maka dia akan memilih aset-aset keuangan yang relatively lebih aman, termasuk negaranya.

Meskipun sempat terkoreksi, harga minyak masih bertahan pada level tinggi.

“Di tahun ini harga energi itu menjadi faktor surprise dimana ada US-Iran war di awal tahun kemudian tiba-tiba brand oil naik cukup signifikan.

Faktor penyebabnya adalah kebutuhan pembayaran impor dan aktivitas ekonomi yang membutuhkan valuta asing meningkat.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261028095147-19-780093/video-ditentang-2-anggota-the-fed-tahan-suku-bunga-di-375-400″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/780093?comscore=off”,”time”:112,”title”:”Video: Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/29/bank-sentral-amerika-serikat-the-fed-kembali-menahan-suku-bunga-acuan-di-kisaran-375-hingga-4-1793242917164_169.png”}]’); Next Article Ekonom Danamon Ramal Rupiah Rp18.032/US$ di Akhir 2026 yang mengakibatkan Pasalnya, keluarnya investor asing dari pasar saham maupun obligasi domestik dapat meningkatkan permintaan dolar AS sekaligus mengurangi pasokan valuta asing di dalam negeri.

Kondisi tersebut kemudian memberikan tekanan terhadap neraca transaksi berjalan,

Ya itu adalah advanced economy,” katanya.

Arus modal yang bergerak menuju negara maju tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap rupiah.

Sempat turun lagi tapi terakhir harganya cukup sticky di atas US$100 dollar per barrel,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga energi tersebut turut membalikkan ekspektasi inflasi global, menjadi peningkatan risiko inflasi kembali menguat.

Analisis mendalam tentang RI Makin Haus Dolar, Awas Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *