Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang OJK Ungkap 191 Kasus Kejahatan Keuangan, Kasus Perbankan Mendominasi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Seluruh 4 perkara yang sudah berkas pun berasal dari sektor tersebut, yang mengindikasikan peningkatan aktivitas penegakan hukum di pasar modal.
Salah satu perkembangan terbaru menyangkut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pada 30 Oktober 2026, OJK menyerahkan dua tersangka beserta barang bukti (Tahap II) kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Batu.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sebanyak 169 perkara atau sekitar 88 persen dari total telah diputus, dan 163 perkara di antaranya telah mempunyai ketetapan hukum tetap (in kracht).
Dari jumlah itu, sektor perbankan masih menyumbang 31 perkara.
Menariknya, di pasar modal terdapat 14 perkara yang sedang berjalan, lebih banyak dibandingkan 9 perkara yang telah diselesaikan sejauh ini.
Berdasarkan tahapan penanganan, tercatat 55 perkara masih berjalan, meliputi, 18 dalam proses telaah, 16 pada tahap penyelidikan, 17 pada tahap penyidikan, dan 4 perkara yang sudah berkas.
ini Daftar 38 Pihak, 11 Sekuritas yang Disanksi OJK
Selanjutnya, tingkat penyelesaian perkara di pengadilan tergolong tinggi.
Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko mengatakan, hingga 30 Oktober 2026 , dari 191 perkara yang telah diselesaikan Penyidik OJK, sebanyak 152 perkara atau sekitar 80% berasal dari sektor perbankan (PBKN).
“Untuk menegakkan ketentuan di SJK dan penyelidikan tindak pidana SJK dalam pelaksanaan fungsi penyelidikan sampai melalui Oktober 2026, penyelidik OJK telah menyelesaikan total 191 perkara yang terdiri dari 152 perkara perbankan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Jumat (6/11/2026).
Sisanya terdiri atas 25 perkara perasuransian dan dana pensiun (PPDP), 9 perkara pasar modal dan derivatif keuangan (PMDK), serta 5 perkara perusahaan pembiayaan, modal ventura, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML).
Baca: Lengkap!
OJK Ungkap 191 Kasus Kejahatan Keuangan, Kasus Perbankan Mendominasi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 782821, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261106073938-17-782821/ojk-ungkap-191-kasus-kejahatan-keuangan-kasus-perbankan-mendominasi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 06 November 2026 08:20 Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penegakan hukum di sektor jasa keuangan masih didominasi kasus perbankan.
BPR DCN.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261102092733-19-781408/video-ojk-ungkap-ada-rencana-penggalangan-dana-rp2624-t-di-bei”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/781408?comscore=off”,”time”:69,”title”:”Video: OJK Ungkap Ada Rencana Penggalangan Dana Rp26,24 T di BEI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/11/02/ojk-ungkap-ada-rencana-penggalangan-dana-rp2624-t-di-bei-1793592060448_169.png”}]’); Next Article OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya
Hanya 4 perkara yang masih menunggu putusan banding dan 2 perkara dalam tahap kasasi.
Di sektor perbankan, 130 dari 152 perkara sudah in kracht, sedangkan di PPDP 21 dari 25 perkara.
Meski demikian, jalur perkara baru terus bergerak.
Analisis mendalam tentang OJK Ungkap 191 Kasus Kejahatan Keuangan, Kasus Perbankan Mendominasi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
