Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ekonom Danamon Ramal Rupiah Rp18.032/US$ di Akhir 2026 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Dampak dari hal tersebut adalah kenaikan harga minyak dunia membuat kebutuhan pembayaran impor energi dalam dolar semakin besar.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Peningkatan biaya impor energi berpotensi memperlebar defisit neraca perdagangan minyak dan gas. akibat Irman mengingatkan, Indonesia merupakan negara pengimpor bersih minyak atau net oil importer,
Tren disinflasi yang sebelumnya diharapkan berlanjut justru berubah menjadi risiko inflasi yang kembali meningkat.
Kondisi ini membuat bank sentral global menghadapi tantangan untuk menurunkan suku bunga.
Faktor penyebabnya adalah kebutuhan valuta asing untuk membayar impor meningkat.
Baca: Ekonom Ramal Ekonomi RI Bisa Tumbuh Capai 5,35% di 2026
Irman memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia mencapai sekitar 1,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2026 dan melebar menjadi 1,6% pada 2027.
“Jadi kami memperkirakan neraca perdagangan ini akan menyebabkan current account defisit di 1,5% GDP di tahun ini dan melebar sedikit ke 1,6% di tahun depan,” jelasnya.
Defisit transaksi berjalan tersebut menunjukkan Indonesia masih membutuhkan pembiayaan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dolar AS. yang mengakibatkan Kondisi tersebut kemudian memberikan tekanan terhadap neraca transaksi berjalan
Dampak dari hal tersebut adalah membutuhkan waktu sebelum penurunan harga minyak mentah diteruskan ke konsumen.
Dengan demikian, penurunan inflasi global diperkirakan berlangsung bertahap. akibat Produk turunan minyak, seperti diesel, masih menghadapi kendala distribusi, logistik, dan kapasitas kilang
Sempat turun lagi tapi terakhir harganya cukup sticky di atas US$100 dollar per barrel,” ujar Irman dalam media briefing Bank Indonesia di Sabang, Aceh, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, lonjakan harga energi tersebut turut membalikkan ekspektasi inflasi global.
Pasalnya, keluarnya investor asing dari pasar keuangan domestik dapat meningkatkan permintaan dolar AS untuk kebutuhan repatriasi dana.
Selain melalui jalur keuangan, tekanan terhadap rupiah juga datang dari jalur perdagangan internasional.
Kalau dia nyari negara yang aman, negara mana yang akan dituju?
Ketidakpastian kebijakan moneter AS dan risiko geopolitik mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk saham dan obligasi di pasar negara berkembang.
“Kalau dia risk of, maka dia akan memilih aset-aset keuangan yang relatively lebih aman, termasuk negaranya.
Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran pada awal tahun telah mendorong harga minyak melonjak signifikan.
Meskipun sempat terkoreksi, harganya masih bertahan di level tinggi.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Bukan MSCI, Ekonom Nilai Masalah Ini Lebih Berbahaya untuk Rupiah
“Di tahun ini harga energi itu menjadi faktor surprise dimana ada US-Iran war di awal tahun kemudian tiba-tiba brand oil naik cukup signifikan.
Kondisi tersebut dapat mendorong pasar minyak global mengalami kelebihan pasokan (oversupply).
Namun, penurunan harga minyak mentah tidak serta-merta membuat inflasi konsumen turun melalui cepat.
Ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, investor memiliki insentif lebih besar untuk mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Baca: Alert Hari Ini: Wall Street Rontok, Ekonomi RI Melesat, DHE Direvisi?
Ya itu adalah advanced economy,” katanya.
Pergeseran arus modal menuju negara maju tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah.
Meredanya ketegangan geopolitik dan normalisasi rantai pasok berpotensi meningkatkan pasokan minyak global.
Apabila konflik geopolitik mengalami deeskalasi dan fasilitas pengolahan minyak yang sempat berhenti beroperasi kembali dibuka, negara-negara OPEC+ berpotensi meningkatkan produksi.
Kondisi tersebut membuat ruang bagi bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga pada 2027 masih terbatas.
Bagi Indonesia, kombinasi harga energi yang relatif tinggi, suku bunga AS yang bertahan tinggi, defisit transaksi berjalan, serta potensi keluarnya arus modal asing menjadi sejumlah tantangan yang dapat membebani nilai tukar rupiah hingga akhir tahun.
(ras/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261105114616-19-782570/video-harga-minyak-ambruk-lebih-8-hingga-ihsg-rupiah-menguat”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/782570?comscore=off”,”time”:450,”title”:”Video: Harga Minyak Ambruk Lebih 8% hingga IHSG & Rupiah Menguat”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/11/05/harga-minyak-ambruk-lebih-dari-8-hingga-ihsg-menguat-rupiah-balik-ke-rp18090-per-usd-1793854187966_169.png”}]’); Next Article Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.890
Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan rupiah akan berada di level Rp18.032 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir tahun ini.
Tekanan terhadap mata uang Garuda terutama berasal dari faktor eksternal, mulai dari ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi, meningkatnya risiko inflasi global, hingga tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury.
Irman menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor kejutan yang mengubah prospek ekonomi global sepanjang tahun ini.
Jika arus modal masuk tidak cukup kuat untuk menutup kebutuhan tersebut, tekanan terhadap nilai tukar rupiah berpotensi berlanjut.
Meski demikian, Irman melihat peluang perbaikan dari sisi harga minyak dunia pada tahun depan.
Bahkan, suku bunga AS berpotensi bertahan tinggi lebih lama atau memasuki era higher for longer.
Tingginya suku bunga AS juga meningkatkan daya tarik aset keuangan berdenominasi dolar.
Situasi tersebut menjadi tantangan bagi negara berkembang seperti Indonesia.
Ekonom Danamon Ramal Rupiah Rp18.032/US$ di Akhir 2026 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 782827, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261106075649-17-782827/ekonom-danamon-ramal-rupiah-rp18032-us–di-akhir-2026’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 06 November 2026 09:00 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah diΒ Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Sabang, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan menghadapi tekanan hingga penghujung 2026.
Analisis mendalam tentang Ekonom Danamon Ramal Rupiah Rp18.032/US$ di Akhir 2026 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
