Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang ‘Ratu’ Korut Buka Suara soal Tuduhan Hack Binance Rp 114 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Mayoritas sisa aktivitas justru melibatkan transfer atau konversi antar kripto ketimbang penukaran menjadi uang fiat yang dapat dibelanjakan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Elliptic menilai proses pencucian uang kali ini bergerak lebih lambat dibandingkan pascaperetasan Bybit senilai US$ 1,5 miliar pada Februari 2025 lalu.
Pada insiden itu, peretas asal Korea Utara sukses memindahkan semua Ether curian dalam waktu 10 hari saja.
Melihat insiden sebelumnya, dana yang tersisa dari peretasan Binance ini diperkirakan akan diubah secara bertahap ke dalam bentuk Bitcoin.
Dana curian senilai lebih dari US$ 147 juta kemudian didistribusikan ke sekitar 7.700 alamat sebelum akhirnya dipindahkan ke Ethereum.
Para peretas juga terpantau memanfaatkan berbagai bursa terdesentralisasi yang tersedia guna menukar stablecoin curian ke mata uang kripto lain.
Ia mengecam laporan Biro Investigasi Federal (FBI) yang mengaitkan serangan siber tersebut melalui kelompok peretas yang terafiliasi dengan Korea Utara, TraderTraitor.
“FBI mencoba mencap DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) sebagai ‘negara penjahat siber’,” kata Kim.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
“Mengklaim bahwa mereka memperoleh informasi bahwa sebuah organisasi peretasan yang ‘didukung’ oleh DPRK terlibat dalam insiden tersebut,” paparnya.
Pilihan Redaksi
- Geger!
Sementara itu, sisa 5% lainnya terdiri dari berbagai token kurang likuid yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicari gantinya.
Guna melacak seluruh sisa aset, Binance mengatakan sedang gencar bekerja sama melalui berbagai mitra di industri kripto tersebut.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261103100203-19-781800/video-ihsg-masih-volatil-rupiah-tertahan-di-level-rp18100-per-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/781800?comscore=off”,”time”:153,”title”:”Video: IHSG Masih Volatil & Rupiah Tertahan di Level Rp18.100 per USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/11/03/ihsg-bergerak-volatil-tapi-rupiah-masih-terjebak-di-rp-18100-an-per-dolar-as-1793675311378_169.png”}]’); Next Article Bursa Kripto Terbesar Binance Kena Hack Rp111 T, Apakah Kripto Aman?Media pemerintah melaporkan bahwa mereka mengecam keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah provokasi politik yang berat.
Mengutip CNBC International, Selasa (3/11/2026), saudara perempuan Pemimpin Kout, Kim Yo Jong, langsung bereaksi atas klaim tersebut.
Hal ini terjadi setelah mereka memindahkan lebih dari US$ 500 juta melalui deretan dompet perantara di jaringan Tron.
Elliptic juga mengidentifikasi jejak pertama pencampuran Bitcoin yang dirancang khusus untuk membuat transaksi lebih sulit dilacak.
AS dinilai seolah-olah menggambarkan bahwa kejahatan siber di seluruh dunia merupakan hasil kerja Korut.
Di sisi lain, Binance pada hari Selasa menyatakan akan mulai secara bertahap membuka kembali layanan penarikan untuk berbagai aset kripto tambahan di lebih banyak jaringan.
- “Harry Potter” Dijatuhi Hukuman 34 Tahun Penjara di Thailand
- Malaysia Akan Ikut 33 Negara Siaga Darurat, Anwar Ibrahim Turun Gunung
Ia juga menuduh Washington sengaja menyesatkan opini publik internasional mengenai masalah peretasan global saat ini.
Internasional ‘Ratu’ Korut Buka Suara soal Tuduhan Hack Binance Rp 114 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 781883, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261103134130-17-781883/ratu-korut-buka-suara-soal-tuduhan-hack-binance-rp-114-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); tps, CNBC Indonesia 03 November 2026 15:40 Foto: (REUTERS/JORGE SILVA) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Korea Utara (Korut) melalui tegas menolak tuduhan Amerika Serikat (AS) yang mengaitkan Pyongyang dengan peretasan Binance senilai US$ 6,3 miliar (Rp 114 triliun).
Sayangnya, sisa US$ 3,24 miliar masih berada di alamat yang terkait melalui pencurian.
Firma tersebut mengklaim hanya sejumlah kecil dana curian yang tampaknya telah diuangkan oleh sang peretas.
Mereka terus memantau miliaran dolar mata uang kripto yang dicuri dari Binance melalui ribuan dompet kripto di berbagai jaringan.
Firma analitik terkemuka, Elliptic dan Chainalysis, membeberkan bahwa para peretas yang terkait melalui Korea Utara menggunakan taktik canggih.
Aktivitas pencucian tersebut telah menyebar ke jaringan lain, termasuk Solana.
Chainalysis mengatakan kelompok yang berafiliasi melalui Korut telah memulai fase pencucian baru pascainsiden Binance.
Aset haram tersebut berpotensi diuangkan melalui broker dan bursa di luar bursa resmi (over-the-counter) dalam beberapa bulan ke depan.
Terkait peretasan ini, Binance menambahkan bahwa pihaknya telah berhasil menutupi sekitar 95% dari nilai kerugian yang dialami pelanggan.
Hal ini terjadi dalam empat hari pertama setelah serangan yang diduga kuat dilakukan secara terotomasi, melalui penggunaan rata-rata satu dompet baru setiap 25 detik.
Menurut pelacakan Elliptic, sebagian besar aktivitas pencucian uang pada awalnya terjadi di jaringan Tron.
Sekitar 28 Bitcoin yang bernilai US$ 2,2 juta telah melewati 18 transaksi pencampuran pada awal Senin.
Meskipun pergerakan dana peretasan Binance sangat besar, nyatanya sekitar US$ 2,85 miliar atau 44% dari total kerugian US$ 6,43 miliar telah berhasil dibekukan atau disita.
Taktik peretasan mutakhir itu diyakini melibatkan teknik yang semakin kompleks demi mengaburkan jejak pergerakan dana.
Dalam laporannya pada hari Senin, Elliptic menyebut peretas menggunakan sekitar 12.000 dompet di 11 jaringan dan melakukan lebih dari 40.000 transaksi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan layanan secara bertahap pascaperetasan minggu lalu.
Penolakan dari pihak Korut ini muncul bersamaan melalui upaya sejumlah firma analitik blockchain melacak asal muasal kerugian.
Bursa Kripto Terbesar Selidiki Dugaan Peretasan Rp 50,3 T
Faktor penyebabnya adalah tak dapat dibekukan oleh penerbitnya.
Elliptic menyebutkan sekitar US$ 786 juta dalam bentuk stablecoin dikonversi sebelum perusahaan penerbit seperti Tether dan Circle membekukan sisa aset. yang mengakibatkan Jenis kripto alternatif seperti Ether ini dipilih
Analisis mendalam tentang ‘Ratu’ Korut Buka Suara soal Tuduhan Hack Binance Rp 114 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
