Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Menguat Jadi Rp 18.120 per Dolar AS yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Dampak dari hal tersebut adalah memberi ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk tetap berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga. akibat Angka tersebut juga lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 199.000.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Klaim pengangguran berkelanjutan turut turun menjadi 1,701 juta, level terendah dalam lebih dari tiga tahun.
Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup solid,
Meski demikian, kondisi tersebut belum mampu menahan pelemahan dolar AS pada perdagangan hari ini.
Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada respons BI terhadap kekhawatiran rupiah berpotensi melemah hingga kisaran Rp20.000-Rp21.000/US$.
Kekhawatiran tersebut sebelumnya disampaikan Hashim Djojohadikusumo, yang memperingatkan risiko pelemahan rupiah apabila aliran modal asing terus keluar akibat persoalan di pasar modal Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa menjaga stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas bank sentral.
Rupiah Menguat Jadi Rp 18.120 per Dolar AS Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780964, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261030150920-17-780964/rupiah-menguat-jadi-rp-18120-per-dolar-as’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elaine, CNBC Indonesia 30 October 2026 15:12 Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya.
Jadi kalau kita lihat pergerakan rupiah kan memang sangat banyak faktor yang mempengaruhi.
(CNBC Indonesia/Tias Budiarto) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah sempat tertekan hingga mencetak rekor penutupan terlemah sepanjang masa, rupiah berhasil mengakhiri perdagangan pekan ini melalui penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (30/10/2026).
Ia juga menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan negara-negara sebanding.
“Di Bank Indonesia kan tugas kami menjaga stabilitas rupiah.
Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif rupiah menjadi dua hari perdagangan berturut-turut.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp18.120/US$, menguat 0,03% dibandingkan penutupan Kamis (29/10/2026) di posisi Rp18.125/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,23% ke posisi 101,800.
Pergerakan rupiah pada akhir pekan ini diwarnai sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri, mulai dari kondisi pasar tenaga kerja AS hingga respons Bank Indonesia (BI) terhadap kekhawatiran pelemahan rupiah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
//
Dari eksternal, dolar AS melemah meski data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam masih relatif kuat.
Berdasarkan data yang dirilis Kamis (29/10/2026), klaim awal tunjangan pengangguran AS turun menjadi 194.000 pada pekan yang berakhir 24 Oktober, dari 195.000 pada pekan sebelumnya.
Tapi kalau kita lihat dari fundamental ekonomi kita, sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif oke dibandingkan melalui peer group kita,” ujar Destry kepada awak media, Jumat (30/10/2026).
Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI juga memiliki sejumlah instrumen selain suku bunga, mulai dari insentif biaya lindung nilai (hedging), kebijakan makroprudensial, hingga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260929084746-19-771640/video-jaga-stabilitas-rupiah-bi-optimalkan-bauran-kebijakan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/771640?comscore=off”,”time”:104,”title”:”Video: Jaga Stabilitas Rupiah, BI Optimalkan Bauran Kebijakan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/29/pentingnya-jaga-stabilitas-rupiah-bi-bauran-kebijakan-dioptimalkan-1790650563477_169.png”}]’); Next Article Rupiah Dibuka Stagnan Pagi Ini, Dolar AS Bertahan di Rp17.710
Analisis mendalam tentang Rupiah Menguat Jadi Rp 18.120 per Dolar AS akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
